Breaking News:

Pulang, Pria Syok Rumah Rata dengan Tanah, Ternyata Dirobohkan, gegara Utang 1,3 Juta, Ini Faktanya

Syok pria pulang lihat rumah rata dengan tanah, dirobohkan rentenir gegara utang Rp 1,3 juta, ini faktanya.

Editor: ninda iswara
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI/ YouTube TribunJabar video
Syok pria pulang lihat rumah rata dengan tanah, dirobohkan rentenir gegara utang Rp 1,3 juta, ini faktanya. 

Bunga pinjaman itu juga telah dibayarkannya selama tiga bulan berturut-turut.

"Setelah itu mungkin tidak sanggup bayar lagi dan pergi ke Bandung dengan niat mencari uang untuk bayar," ucap Uban.

3. Pengakuan Rentenir

A terduga pelaku perobohan rumah milik Undang lantaran telat bayar utang diketahui mengalami syok berat.

Dia kini juga disebut susah makan saat kasusnya tersebut membuat heboh khalayak umum.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum A, Firman Saepul Rohman.

"Kondisinya syok sekarang, ngedown, kalo kondisi fisiknya sehat cuman dari psikologis keliatan down, tidak bisa makan juga," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di kawasan Pemda, Minggu (18/9/2022) malam.

Baca juga: KERJA Buat Lunasi Utang Rp 1,3 Juta, Pria Syok Pulang Lihat Rumahnya Rata Tanah, Dirobohkan Rentenir

Baca juga: Heboh Gadis 19 Tahun Dinikahi Kades, Ortu Diduga Tak Bisa Bayar Utang, Ekspresi Pengantin Disorot

Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI)

Firman menyebut, kondisi kliennya itu memburuk setelah menjalani rangkaian pemeriksaan di Polres Garut.

"Iya susah makan, gak bisa makan karena ada kedatangan dari Kodim terus setelah pemeriksaan di Polres juga," ucapnya.

Ia menjelaskan, kliennya itu tidak melakukan perobohan rumah milik Undang (47).

Rumah tersebut menurutnya sudah menjadi hak kliennya lantaran sudah ada jual beli antara saudara kandung Undang pada tanggal 7 September 2022.

"Saat itu Entoh, saudaranya Undang menjual rumah itu, karena rumah itu budel waris kepemilikan orang tua, bukan rumah Undang seorang," ujarnya.

Pada saat perobohan rumah tersebut, Firman menyebut hal itu bukan dilakukan oleh kliennya melainkan oleh saudara kandung Undang.

Hal tersebut dilakukan atas inisiatif saudara kandung Undang karena tanah tersebut sudah menjadi milik kliennya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved