Breaking News:

Gawat Ikut Memberi Nasi Bungkus ke Gelandangan Jalanan Bakal Didenda Rp 1 Juta di Semarang

Gawat ikut memberi nasi bungkus kepada gelandangan di jalanan bakal di denda RP 1 juta di Semarang.

Editor: Candra Isriadhi
Via Tribun Jabar Kolase TribunStyle.com/Freepik/Kaskus via Kompasiana
Memberi gelandangan nasi bungkus di jalanan akan kena denda. Gawat ikut memberi nasi bungkus kepada gelandangan di jalanan bakal di denda RP 1 juta di Semarang. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gawat beri nasi bungkus di jalanan bakal di denda RP 1 juta di Semarang.

Pemerintah Kota Semarang kini memberlakukan peraturan yang meralang siapa pun untuk memberikan nasi bungkus di jalanan.

Jika tidak patuh maka pelanggar akan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta.

melalui peraturan daerah (perda) nomor 5 tahun 2014 disebutkan setiap orang dilarang memberikan uang barang dalam bentuk apapun
kepada anak jalanan, gelandangan pengemis di jalanan umum dan traffic light.

"Termasuk memberikan nasi bungkus yang dilakukan di jalanan," terang Sub Koordinator Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinas Sosial Kota Semarang, Bambang Sumedi, kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: Chat Tak Dibalas, Rencana Pernikahan Wanita Semarang dengan Pacar Bule Kandas: Senang Lihat Makamnya

Baca juga: VIRAL Bule Australia Nikahi Wanita Semarang, Tak Gengsi Panas-panas Ngarit Cari Pakan Sapi, Harmonis

Para pemulung menunggu donatur memberikan nasi bungkus atau uang di Jalan arteri Soekarno-Hatta, Pedurungan, Kota Semarang.
Para pemulung menunggu donatur memberikan nasi bungkus atau uang di Jalan arteri Soekarno-Hatta, Pedurungan, Kota Semarang. (Capt foto / Iwan Arifianto.)

Melihat hal itu, ia meminta bilamana masyarakat akan melakukan donasi tersebut hendaknya disalurkan ke tetangga kiri-kanan, tempat ibadah, panti asuhan,dan lembaga sosial lainnya.

Semisal diberikan di Masjid biarkan yang membutuhkan akan mengambilnya sendiri.

"Diarahkan ke situ, jangan diberikan di jalanan. Memberi tidak apa-apa tapi di tempat yang tepat," terangnya.

Terpisah, pemulung Semarang, Purwanto mengatakan, setiap hari Jumat sore selalu mangkal di sekitaran jalan arteri Soekarno-Hatta, Pedurungan untuk menanti pemberian Jumat berkah para donatur.

Ia mangkal dengan gerobak berisi botol dan barang rongsokan lainnya.

Setiap mangkal tersebut mampu menerima tiga sampai empat nasi bungkus.

"Tak hanya nasi bungkus tapi adakalanya diberi uang tunai," jelasnya.

Baca juga: Mirip Gelandangan Rambut Tak Terurus, Arya Saloka Tampil Kumuh Disebut Sinyal Balik ke Ikatan Cinta

Baca juga: 20 Tahun Pisah dari Keluarga, Pria Tua Jadi Gelandangan, Tak Ngemis Uang di Trotoar Malah Minta Ini

Ilustrasi gelandangan tewas, ternyata anak orang kaya raya, punya warisan Rp 12,56 M
Ilustrasi gelandangan tewas, ternyata anak orang kaya raya, punya warisan Rp 12,56 M (Facebook/Filipino Live Radio)

Ia menjelaskan, aktivitas menunggu pemberian donatur di jalan tersebut sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Selama mangkal di tempat itu pernah ditangkap Satpol PP selama satu kali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved