Breaking News:

Ngaku Kena Stroke Usai Jadi Tersangka, Lukas Enembe Malah Minta Izin Berobat ke Luar Negeri

Ngaku kena stroke usai ditetapkan sebagai tersangka, Lukas Enembe malah minta izin berobat ke luar negeri.

Editor: Candra Isriadhi
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Gubernur Papua Lukas Enembe. Ngaku kena stroke usai ditetapkan sebagai tersangka, Lukas Enembe malah minta izin berobat ke luar negeri. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ngaku kena stroke usai ditetapkan sebagai tersangka, Lukas Enembe malah minta izin berobat ke luar negeri.

Perilaku Gubernur Papua, Lukas Enembe dianggap tidak kooperatif terkait ditetapkan dirinya sebagai tersangka oleh KPK.

Kini kabar terbaru menyebutkan jika Lukas Enembe terkena stroke dan malah minta izin berobat.

Dokter Pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, dr Anton Mote mengungkapkan kondisi pasiennya yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Anton menerangkan Lukas ternyata mengalami penyakit stroke sejak 2015.

"Ya salah satunya adalah stroke, tidak bisa bicara. Sudah dari 2015," kata Anton kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Hakim Langsung Kabur! Murka Anak Bupati Ade Yasin, Ibunya Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Gubernur Papua Lukas Enembe usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Gubernur Papua Lukas Enembe usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Anton melanjutkan kondisi Lukas Enembe semakin hari semakin memburuk bahkan, Lukas tak bisa berbicara.

"Beliau itu sudah sakit lama, makin buruk situasinya sekarang ini," ungkapnya.

Dalam perawatannya, lanjut Anton, Lukas sering berobat ke luar negeri yakni ke Singapura.

"Beliau ke Singapura bukan baru sudah selalu beliau terus ke sana, jadi bukan baru. Jadi kalau beliau mau ke sana bukan karena lari dari persoalan, nggak. Berobat murni," ucapnya.

Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyebut kliennya tengah mengidap sakit dan harus berobat ke luar negeri.

Untuk itu, dia meminta kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan izin kepada Lukas Enembe ke luar negeri untuk berobat.

"Dengan kondisi yang memprihatinkan, dengan kesehatannya Pak Gubernur, saya atas nama tim hukum Gubernur meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin beliau berobat ke luar negeri dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur," kata Stefanus di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Terima Suap Total Rp 10 Miliar, 2 Oknum Petinggi Polri Terlibat Kasus Korupsi Sisanya Dibagi-bagi

Gubernur Papua Lukas Enembe.
Gubernur Papua Lukas Enembe. (Istimewa)

"Kami tim hukum memandang bahwa kalau langkah-langkah ini tidak diambil oleh negara bisa membuat suasana di tanah Papua yang tidak harmonis," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved