Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

Kasus Pembunuhan Brigadir J Lambat, Ini yang Buat Pengacara Kesal: Pahamlah Hukum di Negara Ini

Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dianggap lambat dan berlarut-larut, pengacara dibuat kesal gegara ini.

Editor: ninda iswara
KOMPAS.com Kristianto Purnomo/ISTIMEWA/WartaKota Yulianto
Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dianggap lambat dan berlarut-larut, pengacara dibuat kesal gegara ini. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sudah 3 bulan berlalu, kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih bergulir.

Belum ada tindakan lebih lanjut terkait kasus pembunuhan yang didalangi Ferdy Sambo ini.

Bahkan kasus ini juga belum disidangkan meski tersangka telah ditetapkan.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Nelson Simanjuntak, pun menanggapi proses hukum terhadap Ferdy Sambo, tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Menurut Nelson Simanjuntak, siapa pun paham dengan kondisi hukum di Indonesia beserta masalahnya.

“Sampai tiga bulan begini, tentunya kita siapa pun itu bisa pahamlah kondisi hukum di negara ini, di mana masalahnya,” ucapnya menjawab pertanyaan pembawa acara dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Senin (26/9/2022).

“Kalau koordinator kami bilang, ah sebulan saja selesai ini kalau kami.”

Baca juga: TERKUAK, Sosok Ini Ikut Naik Jet Pribadi Bareng Brigjen Hendra ke Rumah Brigadir J, Kini Dipecat

Baca juga: Fitnah Lebih Kejam Curhat Ibu Brigadir J, Tangisnya Pecah Ingat Nasib Putranya, Kini Minta Bantuan

Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dianggap lambat dan berlarut-larut
Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dianggap lambat dan berlarut-larut (WARTA KOTA/YULIANTO, YouTube Polri TV)

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya lobi dalam kasus ini, Nelson mengatakan, saat ini sudah ada 95 orang yang diduga melanggar kode etik.

“Luar biasa sebenarnya, yang sudah tersangka itu kan lima. Dari sana, kode etik sampai 95, hampir 100, nah nanti berkepanjangan lagi.”

“Kalau memang harus ada first come first serve, ini masuk dulu lah, biar tahu kita. Jangan muter-muter, tersangka satu juga belum baju orange, yang lain bagaimana,” tuturnya.

Dalam dialog tersebut, Nelson juga menjelaskan, pada Minggu siang (25/9/2022), pihaknya dipanggil untuk menyaksikan dan mendampingi 11 para saksi yang selama ini sudah di-BAP, untuk menandatangani BAP.

Sebab, berkas kasus ini seharusnya sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung.

Namun, ternyata dikembalikan karena dinilai belum lengkap atau P19, salah satunya disebabkan tanda tangan yang tidak asli.

“Tentunya besok sudah harus disampaikann kembali ke Kejaksaan Agung, dan ini akan menjadi P21 lah. Karena tidak ada pernah disampaikan P19 sampai berulang kali.”

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved