Breaking News:

Kasus Pedagangan Bayi di Bogor Terungkap Akibat Pelaku Minta Bantuan Sosial di Perangkat Desa

Kasus pedagangan bayi di Bogor terungkap akibat pelaku minta bantuan sosial di perangkat desa.

Editor: Candra Isriadhi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kasus pedagangan bayi di Bogor terungkap akibat pelaku minta bantuan sosial di perangkat desa. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus pedagangan bayi di Bogor terungkap akibat pelaku minta bantuan sosial di perangkat desa.

Seorang tersangka berinisial SH (32) dikenal sebagai Ayah Sejuta Umat.

Bukan sembarangan predikat Ayah Sejuta Umat disematkan kepada SH.

SH diketahui memang melakukan praktek penampungan ibu hamil.

Namun belakangan praktek tersebut disalahgunakan menjadi bisnis haram perdagangan bayi.

SH diketahui baru dua tahun tinggal di sebuah perumahan di kawasan Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

"Beliau itu memang sudah sekitar dua tahun tinggal di perumahan di Desa Kuripan," kata Kepala Desa Kuripan, Siti Aswat Nurlita kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Dikira Boneka Ternyata Isinya Bayi Manusia, Warga Bogor Dibuat Geger dengan Penemuan Bungkus Kain

Penampakan rumah penampungan ibu hamil milik Tersangka SH, sosok 'Ayah Sejuta Anak' yang terjerat kasus perdagangan bayi di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Penampakan rumah penampungan ibu hamil milik Tersangka SH, sosok 'Ayah Sejuta Anak' yang terjerat kasus perdagangan bayi di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Tersangka SH tinggal di rumahnya yang dijadikan penampungan ibu hamil tersebut seorang diri.

Sebab, sosok SH yang dikenal sebagai ' Ayah Sejuta Anak' di media sosial Instagram dan Tiktok ini dikenal sudah menduda.

"Pekerjaan sehari-hari dia sebagai marketing perumahan," kata Siti Aswat Nurlita.

Selain itu, SH juga sebelumnya pernah dikeluhkan masyarakat ke desa karena dianggap mencurigakan ketika ada banyak ibu hamil.

Keberadaan penampungan ibu hamil itu pun sejak awal juga tidak dilaporkan oleh SH baik ke lingkungan maupun ke desa.

"Laporannya dari komplain masyarakat awalnya. Khawatir mungkin banyak yang demo, terus dia (SH) lapor ke desa."

"Kurang lebih dua bulanan sebelum penangkapan," ujar Siti Aswat Nurlita.

Baca juga: Bayi Tabung Gagal, Cinta Penelope Ternyata Adopsi 21 Anak, Suami Koleksi Boneka, Anggap Seperti Anak

Kades Kuripan Siti Aswat Nurlita saat ditemui wartawan di Kantor Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (29/9/2022).
Kades Kuripan Siti Aswat Nurlita saat ditemui wartawan di Kantor Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis (29/9/2022). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)
Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved