Breaking News:

Liga 1

Kerusuhan Kanjuruhan, Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Banyak Orang Terinjak & Sesak Napas

Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, alasan polisi tembakkan gas air mata, picu sesak napas hingga banyak orang terinjak-injak dan meninggal.

Editor: ninda iswara
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, alasan polisi tembakkan gas air mata, picu sesak napas hingga banyak orang terinjak-injak dan meninggal. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tragedi miris di dunia sepak bola Tanah Air kembali terjadi.

Kali ini kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Pertandingan sepak bola Liga 1 Indonesia antara Arema FC vs Persebaya Surabaya ini menyisakan insiden tragis yang menewaskan lebih dari 120 orang.

Seorang saksi mata, Dwi, menceritakan detik-detik terjadinya peristiwa kelam itu.

Dwi mengaku melihat banyak orang terinjak-injak usai gas air mata ditembakkan polisi ke arah tribun penonton.

Ia menduga korban berjatuhan akibat tembakan gas air mata, sehingga banyak suporter mengalami sesak napas.

"Selain itu saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," ujarnya, Sabtu.

Baca juga: FAKTA Kerusuhan di Kanjuruhan: Liga 1 Dihentikan, 127 Orang Tewas & 180 Luka, 2 Polisi Jadi Korban

Baca juga: Ga Pernah Kalah di Kandang Aremania Murka, Kapolda Jatim Terpaksa Pakai Gas Air Mata: Sudah Tragis

Berawal dari Arema FC kalah di kandang sendiri, suporter ngamuk hingga terkena gas air mata
Berawal dari Arema FC kalah di kandang sendiri, suporter ngamuk hingga terkena gas air mata (Instagram @baimwong, SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Apa alasan polisi tembakkan gas air mata?

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan, gas air mata dilepaskan untuk menghalau suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat kerusuhan.

"Sehingga terpaksa jajaran keamanan menembakkan gas air mata," ucapnya dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Resor (Polres) Malang, Minggu (2/10/2022) pagi.

Nico menerangkan bahwa dari sekitar 42.288 suporter yang memenuhi tribun Stadion Kanjuruhan, tidak semuanya turun ke lapangan.

"Hanya sebagian yang turun ke lapangan. Sekitar 3.000 suporter," ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa ditembakkannya gas air mata ke arah tribun suporter Aremania saat kericuhan terjadi sudah sesuai prosedur.

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," tuturnya.

Baca juga: Daftar 10 Laga Sepak Bola di Dunia Paling Banyak Makan Korban Jiwa, Kerusuhan Kanjuruhan Nomor 2

Baca juga: Isi Unggahan Juragan 99 Selaku Presiden Arema FC, Disorot Pasca Kerusuhan Tewaskan 127 Orang

Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3
Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 (Via Surya Malang)

Tragedi Kanjuruhan Malang, 127 orang meninggal dunia

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Stadion KanjuruhanArema FCPersebayaMalang
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved