Breaking News:

DATANGI Suporter yang Ditendang Oknum TNI, Pangdam Minta Maaf, Makin Pilu Tahu Kondisi Ayah Korban

Suporter yang ditendang kungfu oknum TNI kahirnya didatangi pangdam. Mayjen Mayjen TNI Nurchahyanto mintaa maaf ulah anak buahnya memalukan.

Editor: octaviamonalisa
kolase TikTok/Surya.co.id
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto temui suporter yang ditendang kungfu oknum TNI 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mendatangi suporter Aremania yang viral ditendang oknum TNI.

Ikut malu dengan ulah anak buahnya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto langsung mendatangi MHR di rumahnya Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022).

Seperrti diketahui MHR adalah suporter Arema FC yang menjadi korban tindak kekerasan oknum TNI saat kerincuhan tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Dalam video yang beredar, seorang oknum TNI terekam menendang MHR dari belakang.

Baca juga: Percakapan Jokowi dengan Presiden FIFA Soal Tragedi Kanjuruhan, Singgung Piala Dunia U-20 2023

Baca juga: Meninggal di Depanku Pilu ASN Cerita Tragedi Kanjuruhan, Gendong Teman Sekarat hingga Tak Bernafas

Viral oknum TNI lakukan 'tendangan kungfu' ke suporter di Stadion Kanjuruhan
Viral oknum TNI lakukan 'tendangan kungfu' ke suporter di Stadion Kanjuruhan (YouTube Kompas TV)

Tampak dalam dua video yang beredar, MHR tampak mendapatkan tendangan dari tentara tepat di punggung bagian belakang.

Peristiwa itu berbarengan dengan kericuhan di Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Nurchahyanto pun memastikan kondisi kesehatan MHR usai ditendang anggotanya.

Tidak hanya melihat kondisi MHR, Pangdam juga menyampaikan maaf kepada keluarga MHR atas tindakan represif anak buahnya saat mengamankan pertandingan.

"Kami sengaja datang kesini menemui adik MHR dan keluarga.

Kami meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anggota kami," kata Nurchahyanto melalui keterangan resminya Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Berduka Sekali Pilu Gubernur Jatim, Korban Tewas Kanjuruhan Bertambah 6, Kini Totalnya 131 Orang

Dia menegaskan jika oknum anggota yang melakukan tindakan represif tersebut saat ini sedang diproses sebagaimana aturan yang berlaku.

"Saat ini anggota kami sedang dalam pemeriksaan," terangnya.

Nurchahyanto juga ingin memastikan kesehatan MHR selain meminta maaf kepada keluarga.

"Secara umum kondisinya sehat namun masih ada rasa nyeri di punggung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved