Breaking News:

Akhirnya Terkuak! Dua Sosok Perintahkan Tembak Gas Air Mata, Pemicu 131 Aremania Tewas di Kanjuruhan

Dua sosok ini diduga perintahkan polsi tembak gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.

Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews.com dan SURYA/PURWANTO
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dua sosok ini diduga perintahkan polsi tembak gas air mata saat tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dua sosok ini diduga perintahkan polisi tembak gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.

Mengenang kembali tragedi Kanjuruhan, peristiwa yang tak akan pernah terlupakan dalam sejarah sepakbola tanah air.

Apalagi tragedi Kanjuruhan ini merupakan kejadian luar biasa dengan korban mencapai ratusan jiwa meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dua sosok yang diduga memerintahkan polisi menembak gas air mata saat pengendalian massa tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Dua sosok yang diduga memerintahkan polisi menembak gas air mata adalah Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022).
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022). (SURYA/PURWANTO)

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, keduanya diduga yang memberikan perintah untuk melakukan penembakan gas air mata ke arah tribun penonton hingga di lapangan .

"Yang bersangkutan memerintahkan anggotanya untuk menyerang penembakan gas air mata," jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, diberitakan Tribunnews sebelumnya.

Saat itu, keduanya memberikan instruksi mengenai penggunaan gas air mata kepada 11 anggotanya.

Baca juga: Sosok 2 Perwira yang Perintahkan 11 Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Setelah itu, kesebelas anggota polisi tersebut meluncurkan 11 tembakkan gas air mata sesuai dengan instruksi.

Terdapat 7 tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun selatan.

Kemudian 1 tembakan gas air mata mengarah ke tribun utara dan sebanyak 3 tembakan mengarah ke lapangan.

Sementara itu, tidak hanya dua anggota polisi di atas yang menjadi tersangka.

Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pranowo menambahkan satu tersangka lainnya adalah Kepala Bagian Operasional Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Menurut Jenderal Listyo Sigit Pranowo, Kompol Wahyu Setyo Pranoto saat itu mengetahui adanya larangan penggunaan gas air mata dalam pengendalian massa di stadion.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved