Breaking News:

Kisah Yohanes Prasetyo, Mohon ke Polisi Tak Tembak Gas Air Mata di Kanjuruhan, Malah Diserang Oknum

Cerita Yohanes Prasetyo, memohon ke polisi agar tak tembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, malah diteriaki dan diserang oknum.

Editor: ninda iswara
TribunNewsmaker.com Kolase/ YouTube Najwa Shihab/ SuryaMalang/ Purwanto
Yohanes Prasetyo, sosok yang berinisiatif untuk turun ke lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata saat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Beredar di media sosial video seorang pemuda memohon ke polisi agar tak menembakkan gas air mata saat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Sosok pemuda tersebut diketahui bernama Yohanes Prasetyo.

Berhasil selamat dari tragedi Kanjuruhan, Yohanes Prasetyo menceritakan momen dirinya berinisiatif memohon kepada personel polisi agar tak menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Seperti diketahui, Yohanes adalah seseorang yang viral di media sosial saat ia merekam dirinya sendiri memohon ke polisi agar tak menembakkan gas air mata tetapi justru dibalas dengan bentakan dan pengusiran oleh anggota polisi.

Yohanes mengaku sebenarnya tidak berinisiatif untuk turun ke lapangan dan meminta polisi berhenti menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Ia mengatakan saat pertandingan selesai, ingin langsung pulang untuk bekerja.

"Saya sebenarnya nggak ada inisiatif untuk turun ke lapangan, saya ini mau pulang. Saya mau kerja setelah pulang lihat Arema," ujarnya dalam program Narasi yang ditayangkan di YouTube Najwa Shihab, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Sosok 2 Perwira yang Perintahkan 11 Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: 6 Tersangka dan Perannya di Tragedi Kanjuruhan, 3 di antaranya Polisi, Kasus Naik ke Penyidikan

Yohanes Prasetyo, sosok yang berinisiatif untuk turun ke lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata saat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Yohanes Prasetyo, sosok yang berinisiatif untuk turun ke lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata saat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). (YouTube Najwa Shihab)

Lalu ketika dia ingin menuju ke pintu gerbang stadion, Yohanes mengatakan mendengar suara tembakan gas air mata ke arah tribun 6 dan tribun 7 Stadion Kanjuruhan.

Setelah mendengar suara tembakan itu, dirinya pun bergegas untuk keluar dari stadion.

Namun, saat ingin keluar dari stadion, Yohanes justru terkena tembakan gas air mata.

"Setelah itu ternyata saya terkena gas air mata. Yang saya rasakan mata perih. Saya tidak bisa buka mata saya. Saya cuma mendengar saudara saya Aremania minta tolong. Anak kecil minta tolong, suara ibu-ibu minta tolong," cerita Yohanes.

Saat mendengar jeritan minta tolong tersebut, Yohanes pun berinisiatif untuk turun ke tengah lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata ke arah tribun.

"Dia merasakan sakit, saya juga merasakan sakit," ujarnya.

Sesampainya di lapangan, Yohanes langsung menghampiri salah satu anggota kepolisian dan memohon agar menyudahi menembakkan gas air mata ke tribun.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved