Breaking News:

'Kawan-kawan Tahu Lah' PSSI Bakal Gelar KLB, Dede Yusuf Bocorkan Nama Calon Ketua Umum Baru

PSSI bakal gelar KLB, Dede Yusuf bocorkan nama calon ketua umum pengganti Iwan Bule.

Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews.com
Dedi Yusuf dan Iwan Bule. PSSI bakal gelar KLB, Dede Yusuf bocorkan nama calon ketua umum pengganti Iwan Bule. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - PSSI bakal gelar KLB, Dede Yusuf bocorkan nama calon ketua umum pengganti Iwan Bule.

Persatuan Persepakbolaan Seluruh Indonesia (PSSI) bakal menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf turut menganggapi langkah PSSI tersebut.

Dede Yusuf mengatakan, KLB ini diharapkan bisa memulihkan sepak bola di Indonesia setelah dihantam tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa.

"Bagi saya kunci perbaikan itu adalah SOP, atau peraturan tentang pelaksanaan sepak bola," kata Dede Yusuf saat ditemui di Sora Cafe, Kota Bandung, Sabtu (29/10/2022).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Dede Yusuf mengatakan, dia tidak peduli siapa yang akan menjadi ketua umum PSSI nanti.

"Mau muncul dari pemilik klub atau siapa pun, silakan saja."

"Tapi yang pasti kepentingannya untuk dunia sepak bola Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Terus Didesak Mundur Dampak Tragedi Kanjuruhan, Begini Jawaban Iwan Bule Sebagai Ketua Umum PSSI

Mantan wakil gubernur Jawa Barat ini mengatakan, poinnya adalah PSSI lebih baik.

"Kalau saya kan melihat dari sisi legislatifnya atau aturannya," ucapnya.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Namun di sisi lain, dia telah memprediksi nama-nama yang akan muncul sebagai kandidat ketua umum PSSI nanti.

"Kawan-kawan tahu lah kira-kira orang yang terjun di olahraga atau berada di sepak bola, pasti nama-nama itu akan muncul," ujar Dede.

Menurutnya, nama-nama tersebut merupakan orang dekat dengan kekuasaan.

"Kenapa demikian, karena ada regulasi di situ, ada sinergitas dengan sponsorship, dukung fasilitas. Kalau tidak ada kedekatan dengan kekuasaan tentu akan sulit," ucapnya.

Iwan Bule Beri Pembelaan Saat Didesak Mundur

Terus didesak mundur, begini jawaban Iwan Bule sebagai ketua umum (Ketum) PSSI.

Ketum PSSI, Iwan Bule kini menjadi sorotan setelah terjadi tragedi Kanjuruhan di Malang.

Selain itu Iwan Bule selalu dituntut mundur dari ketua PSSI sebagai bukti pertanggungjawaban dirinya sebagai ketum.

Setelah sekian lama bungkam setiap diminta mundur dari jabatannya, kini pria bernama asli Mochamad Iriawan tersebut buka suara.

Iwan Bule ini akhirnya mau buka suara terkait desakan agar dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

Iwan Bule saat di Kongres Biasa PSSI 2020.
Iwan Bule saat di Kongres Biasa PSSI 2020. (Media PSSI)

Diketahui desakan mundur tersebut mencuat setelah ada tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga sepak bola antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.

Tragedi Kanjuruhan tersebut pun hingga kini telah menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 135 orang dan ratusan orang luka-luka.

Menurut Iwan Bule, mundur dari jabatannya sebagai Ketum PSSI bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah tragedi Kanjuruhan ini.

Baca juga: Minta Reschedule Alasan Bertemu FIFA Ketum PSSI Belum Jadi Diperiksa Soal Tragedi Kanjuruhan

Bahkan Iwan menyebut, jika dirinya mundur sebagai Ketum PSSI maka artinya dia pecundang dan pengecut.

Sehingga Iwan merasa tidak ingin meninggalkan jabatannya di PPSI itu.

Terlebih jika harus meninggalkan PSSI sekarang, dimana masalah tragedi Kanjuruhan ini masih belum benar-benar selesai.

Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. (Tribun Jatim/Purwanto)

"Kalau mundur menurut kami itu tidak menyelesaikan masalah. Kalau saya mundur saya pengecut, saya pecundang."

"Kalau mundur ya saya tidur saja di rumah, masa saya meninggalkan.Tapi masa saya meninggalkan yang terjadi sekarang" kata Iwan dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (29/10/2022).

Lebih lanjut Iwan menyebut, ia kini harus menyikapi masalah tragedi Kanjuruhan ini dengan beragam hal.

Salah satunya yakni dengan membuat tim task force tranformasi sepak bola Indonesia, yang melibatkan pemerintah, AFC, hingga FIFA.

Baca juga: Bertambah Lagi, Tragedi Kanjuruhan Kini Jadi 134, Remaja 17 Tahun Meninggal Hari Jumat Ini

Semua itu Iwan lakukan agar semua pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia masih merasakan kehadiran dirinya sebagai Ketua Umum PSSI.

"Saya harus menyikapi ini dengan ya ini, task force saya lakukan. Kemudian ada kunjungan ke mereka saya lakukan."

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Ketua Umum PSSI.
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Ketua Umum PSSI. (Kompas.com dan Dok PSSI)

"Untuk menambah moril mereka. Oh Ketua Umumnya ada dengan saya gitu," pungkasnya.

Polri Ungkap Bakal Ada Tersangka Baru Tragedi Kanjuruhan, Identitasnya Masih Dirahasiakan

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Polri mengungkap bakal ada tersangka baru terkait kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Namun, Korps Bhayangkara masih enggan membeberkan identitas tersangka tersebut.

"Ada (tersangka baru, Red). Nanti dulu saya nggak mau mendahului," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (29/10/2022).

Ia menuturkan bahwa penyidik Polri nantinya masih menunggu petunjuk Kejaksaan untuk mengungkap identitas tersangka baru tersebut.

"Nunggu petunjuk jaksa dulu," jelas Dedi.

Namun begitu, Dedi mengungkapkan pihaknya telah kembali memeriksa 15 saksi baru di kasus tersebut.

Dengan begitu, total saksi yang telah diperiksa berjumlah 93 orang.

"93 orang tambah lagi hari ini pemeriksaan tambahan lagi untuk 15 orang dari steward," pungkasnya.

Nantinya, tersangka baru itu bakal disangkakan pasal yang sama dengan keenam orang yang telah ditetapkan tersangka.

Adapun pasal yang dimaksdukan adalah Pasal 359 dan 360 KUHP, pasal 103 ayat 1 juncto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2002 tentang Keolahragaan.

Sebagai informasi, Polri akhirnya memutuskan menahan keenam tersangka kasus tragedi stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan penonton.

Kini, seluruh tersangka ditahan di Rutan Polda Jawa Timur (Jatim).

Tragedi Kanjuruhan berawal dari kekalahan yang diterima Arema FC dari Persebaya Surabaya dalam laga kandang BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Berdasarkan data, ratusan orang menjadi korban baik meninggal maupun luka-luka.

Kasus tersebut telah menyeret enam orang sebagai tersangka.

Pertama adalah Direktur PT LIB Ahmad Hadian Lukita, Abdul Haris selaku ketua panitia pelaksana dan SS selaku security officer.

Selanjutnya, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, H selaku anggota Brimob Polda Jawa Timur, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Para tersangka dijerat Pasal 359 dan 360 KUHP, pasal 103 ayat 1 juncto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2002 tentang Keolahragaan.

(TribunJabar.id/Adi Ramadhan Pratama)

Diolah dari artikel TribunJabar.id dengan judul KLB PSSI, Dede Yusuf Prediksi Orang Dekat Kekuasaan yang Akan Muncul, Ini Alasannya.

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Dede YusufIwan BulePSSIKLB
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved