Breaking News:

Gempa Cianjur

Tenda Sakinah, Bilik Cinta Korban Gempa Cianjur untuk Pasutri Memadu Kasih, Ini Awal Mula Didirikan

Terkuak awal mula didirikannya tenda sakinah, bilik cinta untuk pasutri korban gempa Cianjur yang ingin memadu kasih.

Editor: ninda iswara
Kompas.tv/Ant
Terkuak awal mula didirikannya tenda sakinah, bilik cinta untuk pasutri korban gempa Cianjur yang ingin memadu kasih. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keberadaan Tenda Sakinah, bilik cinta untuk pasutri korban gempa Cianjur menjadi sorotan.

Tenda Sakinah didirikan sebagai tempat untuk pasangan suami istri korban gempa Cianjur memadu kasih meluapkan hasrat mereka.

Terkuak awal mula ide didirikannya Tenda Sakinah yang ternyata banyak dimanfaatkan oleh para korban gempa Cianjur.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat membuat ribuan rumah warga ambruk.

Mereka terpaksa tinggal di tenda pengugsian lantaran rumah yang mereka huni tak lagi bisa ditempati.

Tak adanya hunian pribadi bagi korban gempa terutama pasangan suami istri yang ingin memenuhi kebutuhan biologisnya menjadi perhatian tersendiri.

Sebuah bilik cinta atau tempat bagi pasutri untuk bercinta pun dirikan.

Baca juga: Semacam Pamit Ade Didatangi Ibu Lewat Mimpi, Tiap Hari Nunggu di TKP Gempa Cianjur: Senyum, Dadah

Bariji memperlihatkan rumah ambruk yang sudah dihias dekorasi kain bagian dalamnya, pernikahan batal digelar hari ini karena calon pengantin wanita menjadi korban gempa
Bariji memperlihatkan rumah ambruk yang sudah dihias dekorasi kain bagian dalamnya, pernikahan batal digelar hari ini karena calon pengantin wanita menjadi korban gempa (TribunJabar/Ferri Amiril)

Tenda untuk pasutri memadu kasih itu diberinama tenda sakinah.

Di dalam tenda ini, pasutri bisa menyalurkan kebutuhan biologisnya meski hanya berada di lokasi pengungsian.

Tenda sakinah ini berdiri di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebuah tenda milik anggota Pramuka ini muat untuk menampung tiga hingga empat orang di dalamnya.

Feri R Firdaus, salah satu penggagas Tenda Sakinah mengatakan, pasutri yang ingin menggunakan tenda sakinah itu harus mengikuti jadwal antrean pendaftaran.

Namun, para pasutri mengaku malu jika namanya dipajang dalam jadwal masuk ke tenda sakinah.

"Jadi saat saya akan pasang kertas berisi jadwal pemakaian. Itu mereka pada protes, aduh, malu, jangan dipajang nama-namanya," ucap Feri. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved