Breaking News:

Kunci Jawaban

KUNCI JAWABAN Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Halaman 75 Kurikulum Merdeka, Maria & Elisabet

Berikut ini soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka

Tayang:
Editor: Talitha Desena
(Tangkapan layar Buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 75)
Ayo Membaca Komik pada buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka bab 3. (Tangkapan layar Buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 75) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Soal dan kunci jawaban dari pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka yang mempelajari mengenai kisah Maria mengunjungi Elisabet.

Berikut ini adalah bagian soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka, anak-anak akan menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan yang ada di buku.

Dengan mengerjakan bagian soal dan kunci jawaban pelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka, anak-anak dapat menambah wawasan terkait tokoh perjanjian baru.

Berikut kunci jawaban Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD Kurikulum Merdeka halaman 75.

Dalam buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka halaman 75, terdapat 4 soal pada bagian Ayo Kita Dalami.

Pada Bab 3 Yesus Sang Mesias Sub Bab Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Allah ini, siswa mampu memahami tokoh Perjanjian Baru: Maria dan Elisabet, sehingga mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum mengerjakan 4 soal di bagian Ayo Kita Dalami, sebaiknya siswa memahami Bab 3 terlebih dahulu.

Baca juga: KUNCI JAWABAN Fisika Kelas 11 Halaman 136 137 Kurikulum Merdeka, Jarak Terhadap Intensitas Bunyi

Baca juga: KUNCI JAWABAN Bahasa Inggris Kelas 7 Halaman 237 Kurikulum Merdeka, What Is The Name of The Room?

Berikut ini buku Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD Kurikulum Merdeka
Buku Pendidikan Agama Katolik kelas 5 SD Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 75

Ayo Membaca Komik pada buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka bab 3.
Ayo Membaca Komik pada buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD halaman 75 Kurikulum Merdeka bab 3. (Tangkapan layar Buku Pendidikan Agama Katolik Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Halaman 75)

Ayo Kita Dalami

Jawablah beberapa pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Mengapa Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya?

Jawaban:

- Karena Maria dan Elisabet memiliki ikatan sebagai saudara.

- Karena Maria mendengar bahwa Elisabet sedang mengandung dan mempersiapkan kelahiran bayi yang sangat dinantikannya.

Sebagai saudara, Maria merasa terpanggil untuk mengungkapkan sukacita kepada saudaranya, sekaligus hadir untuk membantu saudaranya yang sedang mengandung dan mempersiapkan kelahiran bayi sampai beberapa waktu setelah kelahiran.

- Karena Maria ingin berbagi rasa sukacita atas kabar gembira yang diterimanya dari Malaikat Gabriel.

2. Apa yang terjadi pada bayi di dalam rahim Elisabet ketika Maria menyampaikan salam kepada Elisabet?

Jawaban: Bayi yang ada di rahim Elisabet melonjak kegirangan menyambut salam sukacita yang disampaikan Maria.

3. Bagaimana suasana yang terjadi dalam perjumpaan antara Maria dan Elisabet?

Jawaban: Kunjungan Maria kepada Elisabet menampilkan suasana penuh sukacita.

4. Apa isi pokok dari nyanyian Maria?

Jawaban: Nyanyian atau kidung pujian Maria yang dikenal dengan sebutan magnificat.

Kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan! Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namanya adalah kudus."

"Ad Maiorem Dei Gloriam" dan Riwayat Pendidikan Karakter Sekolah Katolik

Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 29 Januari 2023.
Ilustrasi Alkitab Katolik (Tokopedia)

 Ad Maiorem Dei Gloriam adalah kalimat dalam Bahasa Latin.

Arti kata Ad Maiorem Dei Gloriam dalam Bahasa Indonesia, sedikit banyak, adalah "demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar".

Kata-kata itu menjadi semboyan berikut simbol bagi perjalanan riwayat persekolahan Katolik yang diasuh oleh lembaga hidup bakti para imam dan bruder dari Serikat Jesus (SJ).

Persekolahan Katolik yang masuk dalam asuhan para imam dan bruder SJ ini antara lain SMA Kolese Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan di Magelang, Jawa Tengah, SMA Kolese De Britto Yogyakarta, SMA Kolese Loyola Semarang, SMK Kolese Mikael Surakarta, dan SMA Kolese Kanisius Jakarta.

Sekolah Katolik binaan para imam dan bruder SJ yang terhitung tertua di Indonesia adalah SMA Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang.

Angka tahun berdiri SMA Kolese Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang adalah 30 Mei 1912.

Kendati demikian, pada saat pendirian, SMA Kolese Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang, belum berlokasi di Kabupaten Magelang.

Lokasi pertama adalah di Muntilan, salah satu kecamatan di Kabupaten Magelang yang berjarak sekitar 12 kilometer ke arah Yogyakarta.

Namanya pun masih Kolese Xaverius Muntilan.

Salah satu alumnus SMA Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang, adalah mendiang Jakob Oetama, pendiri Grup Kompas Gramedia.

 

Santo Ignatius Loyola

Di dalam ritus Gereja Katolik ada istilah orang kudus yang dipercaya menjadi pelindung pilihan Tuhan untuk umat Katolik.

Orang kudus pria disebut santo.

Orang kudus wanita disebut santa.

Sumber bacaan dari Ensiklopedi Orang Kudus, terbitan Cipta Loka Caraka, tahun 2005 memberikan informasi mengenai Santo Ignatius Loyola (1491-1556).

Santo Ignatius Loyola yang lahir di Azpeitia, Spanyol adalah sosok orang kudus yang menjadi cikal bakal semboyan Ad Maiorem Dei Gloriam.

Karakter

Inspirasi dari Ignatius Loyola ini menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah-sekolah Katolik asuhan para imam dan bruder SJ.

Salah satu hasil refleksi Santo Ignatius Loyola berkenaan dengan Ad Maiorem Dei Gloriam adalah semangat kepekaan terhadap sesama.

Bentuk kepekaan itu antara lain menolong sesama yang membutuhkan, menyapa banyak orang tanpa membeda-bedakan status maupun derajat, dan lain sebagainya.

Sekolah-sekolah Katolik dalam pendidikan karakter juga mengajarkan tentang pelayanan bagi sesama serta sikap menjadi pemimpin yang melayani.

Bentuk kepekaan pelayanan itu, menghasilkan semboyan man for others yang juga menjadi ciri khas sekolah Katolik asuhan para imam dan bruder SJ, termasuk sekolah-sekolah Katolik pada umumnya.

Disclaimer:

- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

(Tribunnews.com/Katarina Retri)

Artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com  Kompas.com

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
soalkunci jawabanpelajaranPendidikan Agama KatolikKelas 5 SD
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved