Berita Viral
DILUAR NALAR! Pria Ini Pelihara 7 Sapi di Balkon Lantai 5 Apartemennya, Tetangga Muak: Ya Allah Bau!
DILUAR NALAR! Pria Ini Pelihara 7 Sapinya di Balkon Lantai 5 Apartemennya, Tetangga Muak: Ya Allah Baunya
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Diluar nalar, seorang pria nekat memelihara tujuh sapinya di balkon lantai lima apartemennya.
Jika biasanya, sapi dipelihara di ladang, pria di Sichuan, China memeliharanya di lantai lima apartemennya.
Bukan hal wajar ketika sapi yang merupakan hewan ternak dipelihara di balkon apartemen.
Tak diketahui apa yang dipikirkan oleh pria yang identitasnya dirahasiakan tersebut ketika membawa tujuh sapinya ke dalam apartement.
Tujuh sapinya itu dibesarkan di balkon apartemen miliknya yang berada di lantai lima.
Tetangga langsung muak dengan aksi nekat dari pria tersebut.
Pasalnya, mereka merasa terganggu dengan keberadaan sapi-sapi itu.
Tetangga resah dengan keberadaan sapi tersebut.
Pasalnya, mereka khawatir bilamana lantai apartemen tersebut tiba-tiba ambrol, tak kuat menahan bebas dari sapi-sapi berukuran besar itu.
Baca juga: DIPAKSA Makan Anak Sendiri Wanita Ini Dulu Jadi Budak Kelompok Radikal, Kini Menjadi Dubes PBB
Baca juga: LANGKA! Lidah Pria Ini Mendadak Berbulu dan Berwarna Hijau, Dokter Ingatkan Hal Mengerikan: Bahaya!
Selain itu, tetangga juga merasa terganggu dengan suara bising yang dihasilkan sapi tersebut.
Aroma kotoran sapi tersebut juga cukup membuat tetangganya risih.
Kini keberadaan sapi-sapi di balkon apartemen tersebut menjadi viral di media sosial China.
Kini video tersebut telah ditonton empat juta kali di aplikasi Douyin.
Dalam video tersebut tampak tujuh ekor sapi tengah asyik menyantap rumput di balkon lantai lima sebuah apartemen.
Dalam kasus ini, seorang penghuni apartemen mengatakan ternak tersebut sudah berada di tempat itu selama beberapa hari.
Baca juga: DEMI Kendalikan Mimpi, Pria Ini Tanam Chip di Otaknya Pakai Bor, Syok Nyaris Tewas: Bukan Ahli Medis
Namun, lantaran pria si pemilik sapi itu mendapatkan protes dari tetangganya.
Akhirnya pria tersebut memilih untuk mengalah.
Dia memindahkan sapi-sapinya ke sebuah tempat setelah menuai kecaman dari tetangga.
Tetangga merasa terganggu dengan aroma busuk kotoran sapi itu.
Mereka lantas melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang.
Hewan-hewan itu dipindahkan oleh pejabat manajemen perkotaan pada 14 Juli 2023.
Sekretaris partai masyarakat, Zhang Dayou, mengatakan kepada Fengmian News bahwa anak sapi itu masing-masing memiliki berat antara 10 dan 20kg.
Dalam kasus ini, pemilik hewan tersebut diam-diam memasukkan sapi-sapinya di dalam apartemen.
Pengelola apartemen juga tak mendapatkan izin apapun dari pemilik sapi itu.
Namun, pada akhirnya, penyelundupan sapi ke dalam apartemen tersebut ketahuan juga.
Hingga pada akhirnya pria tersebut bersedia untuk memindahkan sapi-sapinya.
Meski demikian, kejadian tersebut sempat menggegerkan jagat media sosial.
Tak sedikit warganet yang merasa aneh dengan pria tersebut.
Banyak warganet yang turut membagikan pendapat mereka tentang kejadian itu.
“Saya yakin ternak tidak pernah membayangkan mereka bisa hidup di sebuah gedung suatu hari nanti,” kata seseorang warganet.
"Anak sapi yang malang, terjepit di balkon sekecil itu," timpal warganet yang lain.
"Setidaknya itu membuktikan bahwa bangunan itu berkualitas baik." tulis komentar warganet.
BERITA VIRAL LAINNYA, KASIHAN! Kapal Remuk, Pelaut & Anjingnya Terapung di Samudera Pasifik: 2 Bulan Makan Ikan Mentah
MALANGNYA nasib seorang pria asal Australia dan anjingnya yang baru saja diselamatkan petugas setelah terapung dua bulan di samudera pasifik.
Pria tersebut sempat syok dan panik ketika ombak besar menghantam kapalnya.
Saking besarnya ombak lautan pasifik, mesin kapal tersebut menjadi rusak.
Alhasil, selama dua bulan, pelaut tersebut terombang-ambing di lautan bersama anjingnya.
Untuk bertahan hidup di tengah lautan, pria tersebut menyantap ikan mentah bersama anjingnya.
Mereka juga menadahi air hujan untuk pelepas dahaganya.
Diketahui, pria tersebut bernama Tim Shaddock (51) dan anjingnya bernama Bella.
Tim Shaddock dan anjingnya juga bersembunyi di bawah kanopi kapal untuk menghindari sengatan matahari.
Baca juga: SUBHANALLAH Pria Baca Al Quran di Laut, Para Lumba-lumba Datang Mendengarkan, Ini Surat yang Dibaca
Mereka berangkat dengan katamaran dari kota pantai La Paz di Meksiko pada April 2023.
Tim Shaddock berencana untuk berlayar sekitar 6.000 kilometer sebelum berlabuh di Polinesia Prancis tropis.
Namun, mereka malah terapung di Samudra Pasifik yang luas setelah gelombang laut ganas merusak kapal dan merusak perangkat elektroniknya.
Dua bulan terapung di Samudra Pasifik, Tim Shaddock ditemukan di lepas pantai Meksiko oleh sebuah helikopter yang menemani kapal puka tuna.
Dalam penyelamatan yang tidak terduga itu, Tim Shaddock yang basah kuyup diangkat dari air oleh kapal pukat tuna Meksiko itu.
Baca juga: GEGARA Peta, Konser BLACKPINK di Vietnam Geger, Promotor Diprotes: Imbas Polemik Laut China Selatan
"Saya baru saja mendapat alat tangkap," katanya kepada salah satu penyelamatnya, dalam sebuah video yang diperoleh Nine News Australia, Senin (17/7/2023).
Saat ditemukan, Tim Shaddock mengenakan topi untuk melindungi dirinya dari sinar matahari.
Dengan janggut lebat, Tim Shaddock tampak kurus setelah bertahan hidup dengan diet makanan laut sederhana.
Namun ia mengatakan sebaliknya, dia merasa dalam kesehatan yang sangat baik.
Tim Shaddock dan anjingnya juga dalam keadaan vital yang normal, sehat, dan tidak menderita luka berat.
Baca juga: KRONOLOGI Wisatawan Terseret Ombak di Pantai, Sempat Hilang, Ditemukan Selamat 9 Jam Ngapung di Laut
"Saya telah melalui cobaan yang sangat sulit di laut," katanya dalam video terpisah yang diperoleh Daily Mail Australia.
"Aku hanya butuh istirahat dan makanan enak karena aku sudah lama sendirian di laut," lanjutnya.
Tim Shaddock dan Bella akan segera diangkut kembali ke Meksiko.
Beruntung, pelajut dan anjing tersebut bisa selamat dari marabahaya.
Mereka berhasil bertahan hidup di tengah lautan pasifik yang ganas.
Dia meyakini bahwa akan ada bala bantuan yang akan menemukannya di tengah samudera.
Tidak adanya sinyal juga membuatnya kesulitan untuk meminta bantuan pada saat itu.
Pelaut lain juga pernah mengalami hal yang sama.
Seorang warga Dominika berusia 47 tahun, Elvis Francois, bertahan lebih dari 20 hari di Karibia pada Desember 2022 dengan makan saus tomat dan bumbu.
Dia sedang memperbaiki kapalnya ketika arus laut mendorongnya dari pantai, menurut Associated Press.
Pada awal tahun 2020, seorang pria Singapura, Wong Tetchoong (59), menghabiskan hampir tiga bulan sendirian di laut saat dunia menutup dermaga karena pandemi Covid-19, dikutip dari SCMP.
Kapal pesiarnya rusak saat dia tiba di perairan Fiji, dan angkatan laut setempat menyelamatkannya pada 30 April 2023.
Wong mengatakan, dia bisa mendapatkan makanan dari beberapa pelabuhan meski ditolak masuk.
(Tribunnewsmaker.com/Dika Pradana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/viral-seorang-pria-memelihara-7-ekor-sapi-di-balkon-lantai-lima-apartemen3.jpg)