Breaking News:

Kunci Jawaban

Soal & Kunci Jawaban Post Test Modul 2, Memodifikasi Modul Ajar yang Relevan dengan Keperluan Anak

Ini soal dan kunci jawaban Post Test Modul 2, pemetaan murid-murid untuk memodifikasi modul ajar

Tayang:
Editor: Talitha Desena
Freepik.com
Soal dan kunci jawaban Post Test Modul 2, pemetaan murid-murid untuk memodifikasi modul ajar 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mari perhatikan soal dan kunci jawaban Post Test Modul 2 Merdeka Belajar, pendidik diminta menjawab pertanyaan mengenai pemetaan murid-murid terkait modul ajar yang relevan dengan keperluan belajar anak-anak di kelas.

Berikut ini soal dan kunci jawaban Post Test Modul 2 Merdeka Belajar, pendidik akan melakukan latihan pemahaman untuk membuat modul ajar sebagai bahan pembelajaran di kelas.

SOAL & KUNCI JAWABAN POST TEST MODUL 2

Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan Post Test Modul 2 Latihan Pemahaman.

Simak materi kunci jawaban Post Test Modul 2 Latihan Pemahaman.

Rangkuman kunci jawaban Post Test Modul 2 Latihan Pemahaman hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini.

Jawaban bisa berbeda dan tidak terpaku pada kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini.

Baca juga: 40+ SOAL & KUNCI JAWABAN Tes CPNS 2023, Simulasi Try Out TWK TIU TKP, Penghambat Integrasi Nasional

Baca juga: Soal & Kunci Jawaban IPA Kelas 7 SMP Halaman 53 Kurikulum Merdeka, Peristiwa Segi Keadaan Partikel

Ilustrasi post test guru 2
Ilustrasi post test guru (Freepik/@kamranaydinov)

Diharapkan guru bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan.

Simak pembahasan kunci jawaban Post Test Modul 2 Latihan Pemahaman selengkapnya berikut ini.

Kunci jawaban Post Test Modul 2 Latihan Pemahaman

Soal: Saat ingin memodifikasi modul ajar, maka adanya pemetaan murid-murid adalah hal yang mendesak untuk dikerjakan dan bisa dijadikan bekal dalam memodifikasi modul ajar yang relevan dengan keperluan murid-murid.

A. Benar

B. Salah

Kunci jawaban: A. Benar

80 Persen Sekolah Telah Terapkan Kurikulum Merdeka

Ilustrasi sekolah swasta di Jakarta.
Ilustrasi (ist)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengaku sudah hampir 80 persen sekolah Indonesia menerapkan kurikulum merdeka.

Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Ristek, Zulfikri menyatakan, pencapaian kurikulum merdeka ini merupakan besutan dari Kemendikbud lewat program Merdeka Belajar.

"Ini adalah pemulihan pembelajaran, setelah mulai 2021 kemudian kita kembangkan lagi, kita telah terapkan selama dua tahun dan saat ini hampir 80 persen sekolah se-Indonesia sudah menerapkan kurikulum merdeka secara sukarela," kata Zulfikri mengutip laman Antara, Minggu (21/5/2023).

Dia mengaku, sebanyak 80 persen sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka adalah mereka yang sudah siap, baik mandiri belajar, mandiri berubah, atau mandiri berbagi.

"Itu tergantung pada kesiapan sekolah tersebut," ungkap dia.

Untuk jenis sekolah yang telah menjalankan kurikulum merdeka, Zulfikri mengatakan bahwa persentase tersebut merupakan gabungan dari sekolah negeri dan swasta.

"Pada awal-awal mungkin lebih banyak swasta, mungkin negeri masih beradaptasi, seiring waktu secara merata negeri dan swasta berimbang," ucap dia.

Meski demikian, dia mengaku, saat ini masih dalam tahap pengenalan kurikulum merdeka, sehingga belum diwajibkan untuk dilakukan.

Namun pada 2024, kementerian merencanakan untuk menjadikan ini sebagai kurikulum nasional.

"Namun itu tetap pilihan, tetap belum diwajibkan semuanya, tetap bertahap sebetulnya, jadi kami tetap kawal sekolah-sekolah ini karena prinsipnya paham dulu siap dulu dan kurikulum merdeka ini disesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan jadi tidak pukul rata semuanya," tutur dia.

Terkait penerapan kurikulum merdeka sekolah di Jawa Barat, dia mengaku sudah terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Itu karena aktifnya komunitas-komunitas belajar dan komunitas pengajar yang sudah banyak mempelajari secara mandiri melalui platform Merdeka Mengajar.

"Kami dorong sebetulnya belajar secara mandiri dengan berkelompok gitu kan di masing-masing itu akan lebih bisa rasa memiliki itu lebih tinggi daripada menerima sosialisasi satu arah, itu yang kita harapkan," ujarnya.

*) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan untuk mengevaluasi hasil belajar. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribun Banten)

Artikel ini diolah dari berita yang sudah tayang di TribunBanten.com dan Kompas.com

Tags:
soalkunci jawabanPost TestModul 2gurumuridmodul
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved