Kunci Jawaban
Soal & Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Halaman 116 Bab 4 : Mengerjakan Data dari Novel
Simaklah artikel soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 SMA halaman 116 Bab 4 Semester 1 tentang Mengerjakan Data dari Novel.
Editor: Tim TribunNewsmaker
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut ini merupakan artikel soal dan kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 SMA halaman 116 Semester 1 Kurikulum 2013.
Halaman tersebut ada di Bab 4 yang berjudul Menikmati Novel. Di halaman tersebut, siswa diminta untuk mengerjakan data yang diperoleh setelah membaca artikel "Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk".
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 116 Kurikulum 2013
Setelah kalian membaca teks, tulislah data yang kamu peroleh dari artikel ”Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk” pada kolom berikut ini!
Jawaban:
1. "Ronggeng Dukuh Paruk" ditulis oleh penyair asal Indonesia, lebih tepatnya Banyumas.
2. Penulis novel "Ronggeng Dukuh Paruk" adalah Ahmad Tohari.
3. Ahmad Tohari tidak lahir di keluarga yang kekurangan, tetapi masyarakat di sekitarnya kelaparan.
4. "Ronggeng Dukuh Paruk" menceritakan seorang penari Bernama Srintil dan tentara bernama Rasus.
5. Novel "Ronggeng Dukuh Paruk" termasuk ke dalam trilogi novel Ahmad Tohari.
Berikut adalah bacaan teks Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk
Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Ahmad Tohari yang lahir pada tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ahmad Tohari lahir dari keluarga santri, Ayahnya seorang kiyai dan ibunya pedagang kain. Dalam Ensiklopedia Sastrawan Indonesia Modern disebutkan ia lahir dari keluarga yang tidak kekurangan namun lingkungan masyarakat di sekitar mengalami kelaparan.
Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Srintil, seorang penari ronggeng, dan Rasus, teman sejak kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara. Ronggeng Dukuh Paruk mengangkat latar Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan. Latar waktu yang diangkat dalam novel ini adalah tahun 1960-an yang penuh gejolak politik. Pada penerbitan pertama, novel ini terdiri atas tiga buku (trilogi), yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Novel ini telah diadaptasi ke dalam film Darah dan Mahkota Ronggeng (1983) dan Sang Penari (2011). Pada 2014, Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan suara Butet Kartaredjasa.
*) Diolah dari artikel TRIBUNNEWS.COM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Soal-Kunci-Jawaban-Bahasa-Indonesia-Kelas-12-SMA-Halaman-116-Bab-4.jpg)