Breaking News:

Pilpres 2024

'Harus Diedukasi' Keresahan Ganjar Pranowo, Anak Muda Lebih Tertarik Gimmick daripada Program Capres

Generasi muda dinilai Ganjar Pranowo lebih tertarik kepada gimmick politik daripada visi misi capres cawapres.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Instagram @ganjar_pranowo | YouTube KompasTV
Keresahan Ganjar Pranowo dengan generasi muda yang lebih tertarik gimmick ketimbang pemaparan program dan visi misi capres cawapres. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Generasi muda menjadi kelompok masyarakat yang akan berperan penting dalam hasil Pilpres 2024.

Para pasangan capres cawapres juga berebut suara generasi milenial dan Gen Z untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

Namun, ada keresahan yang dirasakan oleh capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Pasangan Mahfud MD ini menilai banyak anak muda atau pemilih pemula yang malah lebih tertarik pada gimmick.

Bagi mereka, gimmick dirasa lebih menarik dibandingkan dengan visi misi dan program para capres cawapres Pilpres 2024.

Keresahan ini disampaikan Ganjar saat berdiskusi santai dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kampanye perdana Ganjar Pranowo mengunjungi daerah Merauke di Papua tepatnya di Kampung Waninggap Nanggo.
Kampanye perdana Ganjar Pranowo mengunjungi daerah Merauke di Papua tepatnya di Kampung Waninggap Nanggo. (Tribunnews/Fersianus Waku/Jeprima)

“Banyak teman-teman media ketika bertanya kepada saya apa visi-misi, apa programnya, itu di kalangan pemilih, apalagi pemilih pemula itu enggak terlalu tertarik, (mereka) tertarik lebih pada gimik,” ucapnya, Kamis (30/11/2023).

Ia pun mengaku miris melihat fenomena ini dan menegaskan bakal tetap berupaya mengutamakan gagasan visi-misi ketimbang gimik politik dalam setiap kampanyenya.

Baca juga: Hari ke-6 Kampanye: Anies Baswedan & Prabowo Sama-sama di Banten, Ganjar Pranowo Terbang ke Kendari

Sebab, eks Gubernur Jawa Tengah ini menilai demokrasi seharusnya berjalan secara substansial, bukan hanya prosedural.

“Sehingga para kandidat itu bisa menyampaikan apa yang menjadi ide dan gagasan, melihat kondisi dan solusi,” ujarnya.

Ganjar juga menekankan bahwa masyarakat perlu benar-benar memahami apa yang menjadi visi-misi, serta program dari setiap pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2024.

Tujuannya agar konstitusi dan demokrasi dapat tetap berjalan dengan baik.

“Saya khawatir kalau setiap pemimpin baru, kemudian punya visi sendiri dan itu berbeda dengan konstitusi, bengkak-bengkok itu,” kata Ganjar.

“Saya menghormati gimik orang, tapi hari ini anak muda mesti diedukasi,” imbuhnya.

Dari kiri ke kanan: Anies, Ganjar, dan Prabowo. Inilah sederet janji para capres di bidang kesehatan. Anies berkomitmen menyiapkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi, Ganjar punya program satu desa satu puskesmas, Prabowo janji buat tes kesehatan gratis.
Dari kiri ke kanan: Anies, Ganjar, dan Prabowo. Inilah sederet janji para capres di bidang kesehatan. Anies berkomitmen menyiapkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi, Ganjar punya program satu desa satu puskesmas, Prabowo janji buat tes kesehatan gratis. (Kolase Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Capres Saling Jual Gimmick Politik

Pilpres 2024 diwarnai sejumlah gimik dari ketiga pasangan capres cawapres dan para pendukungnya.

Misalnya pasangan nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sempat mengeluarkan gimik slepet sarung.

Kemudian, ada juga gaya bercanda Cak Imin yang kerap mengeluarka kata "Ga Bahaya Ta".

Sedangkan di pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, gimik yang dimainkan kubu ini yakni soal istilah "Gemoy".

Baca juga: Jargon Gemoy untuk Prabowo Dikritik, Gerindra: Si Pengritik Tak Bisa Inovatif & Kreatif Berpolitik

Dalam beberapa kesempatan, Prabowo terlihat begitu sering melakukan joget khasnya.

Sementara itu, dari pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD, kerap berpose dengan simbol tangan layaknya dalam film Hunger Games.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai keberadaan gimik dalam sebuah pesta demokrasi adalah hal yang tidak bisa dihilangkan.

"Gimik itu semacam pernak pernik demokrasi, semacam aksesoris dalam pemilu jadi pasti akan ada," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (1/12/2023).

Jargon 'Gemoy' kini melekat pada capres Prabowo, Gerindra menjawab para pengkritik.
Jargon 'Gemoy' kini melekat pada capres Prabowo, Gerindra menjawab para pengkritik. (Instagram @prabowo | Tribunenws/Mario Christian Sumampow)

Selain itu, kata Ujang, gimik politik juga menjadi aalah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada para pemilih.

Sifatnya yang ringan dan cair membuat lebih mudah diterima ketimbang cara pendekatan yang serius.

"Karena orang tidak bisa didekati dengan pendekatan serius, tapi gimik ini pendekatan yang ringan dan orang pada suka," kata Ujang.

Sejatinya tak ada yang salah dengan penerapan gimik politik dalam kontestasi pesta demokrasi.

Hanya saja, ia menekankan kepada para paslon capres cawapres untuk tidak sekadar menjual gimik politik.

Menurut Ujang, perang gimik juga harus dibarengi dengan adu gagasan di masa kampanye saat. ini.

"Jangan sampai pendekatan gimik ini mengurangi substansi dari pilpres itu, ya harus 50:50 lah idealnya.

Ide gagasan jalan, gimik juga mereka lakukan. Karena kalau menghilangkan gimik ya ga mungkin," kata Ujang.

(Dionisius Arya/Elga Hikari/TribunJakarta)

Diolah dari artikel TribunJakarta

Tags:
Ganjar PranowoPilpres 2024Mahfud MD
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved