Berita Viral
Masinis KA Turangga yang Selamat dari Kecelakaan Kini Sering Sakit Dada, Belum Bisa Beraktivitas
Kondisi terkini Masinis KA Turangga, Mara Kusmara pasca kecelakaan, mengaku sering sakit dada.
Editor: Talitha Desena
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi terkini Masinis KA Turangga, Mara Kusmara pasca kecelakaan, mengaku sering sakit dada.
Diketahui, masinis KA Turangga, Mara Kusmara masih menjalani perawatan imbas insiden tabrakan kereta api.
Seperti yang diketahui, tabrakan kereta api terjadi di Cicalengka, Kabupaten bandung, Jumat (5/1/2024).
Kereta yang dikemudikan Mara Kusmara saat itu terlibat adu banteng dengan KA Commuter Bandung Raya dalam jalur perlintasan yang sama.
Mara merupakan salah satu korban yang selamat dari insiden tabrakan kereta api tersebut.
Baca juga: Alhamdulilah Tubuh Suami Saya Utuh, Tangis Istri Masinis KA Bandung Raya, Sebut Hidupnya Runtuh
Dilansir dari Kompas TV, Kamis (11/1/2024), Mara Kusmara memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Ciamis, Jawa Barat.
Ia pun menjalani perawatan di sana.
Akibat insiden itu, Mara Kusmara mengaku dirinya merasa lemas hingga mengalami trauma.
Ia tidak mengalami keluhan sakit di bagian tubuhnya kecuali pada bagian dada.
"Cuman (sakit) dada aja," ungkap Mara Kusmara yang ditemui di kediaman orang tuanya.
Masinis yang mulai bekerja di PT KAI sejak tahun 2010 itu tidak menyangka akan mengalami insiden tabrakan dengan kereta lain.

Hingga saat ini, Mara Kusmara pun belum bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.
Ia pun akan beristirahat hingga kondisinya benar-benar pulih.
"Sampai sepulihnya saja," ucap Mara.
Sebagai informasi, insiden tabrakan itu menewaskan empat orang.
Keempat orang itu adalah Masinis KA Baraya Julian Dwi Setiyono, Asisten Masinis KA Baraya Ponisan, Pramugara KA Turangga Ardiansyah, dan petugas keamanan KA Baraya Enjang.
Kesaksian Kondektur KA Turangga

Kondektur Aam Muharam menceritakan detik-detik terjadinya tabrakan KA Turangga dan KA Commuter Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024).
Aam Muharam merupakan kondektur yang saat itu bertugas di KA Turangga.
Ketika tabrakan kereta api itu terjadi, Aam Muharam merasakan hentakan keras sebanyak tiga kali dan langsung mengecek kondisi penumpang.
Saat itu pula, ia mendapatkan permintaan tolong dari pramugari yang melihat pertama kali kondisi pramugara Ardiansyah yang sudah terjepit.
"Ada teriakan dari pramugari 'Pak, Pak, ini pramugara Pak, Ardian kejepit,'" ujar Aam Muharam, menirukan kepanikan pramugari, dilansir dari Kompas TV pada Kamis (11/1/2024).
Setelah itu, Aam Muharam tidak menyadari bahwa sesungguhnya dirinya mengalami patah tulang.
Saat itu, Aam Muharam langsung mengecek kondisi Ardiansyah.
"Pas lihat, betul pramugara Ardian itu terjepit, saya lihat dengan mata kepala sendiri," ungkapnya.
Kemudian, Aam Muharam pun mencoba untuk menenangkan penumpang terlebih dulu dengan menggunakan announcer di dalam kereta.
Kendati demikian, alat tersebut tidak berfungsi.
"Saya mau meyakinkan penumpang, 'Tenang, tenang jangan panik,'" ujarnya.
Setelah itu, Aam Muharam pun memastikan kondisi yang terjadi di luar gerbong.
"Saya keluar dari pintu sebelah kiri, pas lihat waduh ini tabrakan," katanya.
Mengetahui terjadi kecelakaan, Aam Muharam pun langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta pertolongan.
"Di benak saya itu, penumpang, penumpang, penumpang, sesuai tupoksi melayani penumpang, menenangkan, mengevakuasi penumpang," ujarnya.
Kemudian, Aam Muharam berusaha mengevakuasi penumpang dengan kondisi dirinya sendiri yang sudah mengalami patah tulang.
Berhasil mengevakuasi penumpang, Aam Muharam pun langsung mencari pertolongan untuk pramugara Ardiansyah.
"Setelah melakukan evakuasi, semua turun dengan rekan-rekan yang lain, saya ngingetin Ardian itu, 'tolong lah Ardian itu tolong,'" paparnya.
Setelah itu, Aam Muharam pun baru merasakan nyeri hebat pada bagian pinggangnya dan darah mengalir dari kepalanya.
Atas peristiwa ini membuat Aam Muharam menyesal tidak bisa membantu penumpangnya hingga tuntas.
Meskipun, kala itu Aam Muharam sudah mengevakuasi penumpang dengan kondisinya yang mengalami patah tulang.
"Saya minta maaf ke seluruh penumpang, enggak bisa maksimal karena keadaan saya juga terkena musibah," katanya.
"Sampai sekarang saya trauma, inget penumpang," sambungnya.
(TribunJabar.id/Rheina Sukmawati)
Diolah dari artikel di TribunJabar.id
Sumber: Tribun Jabar
Tangis Akbar Cowok 20 Tahun Dipaksa Ikut Demo di Gedung DPR 28 Agustus, Terisak di Pinggir Jalan |
![]() |
---|
Sosok Robin Westman Pelaku Penembakan Brutal di Sekolah Minneapolis AS, Meninggal Usai Bunuh 2 Bocah |
![]() |
---|
Sosok Said Iqbal, Komandan Aksi Ribuan Buruh Hari Ini yang Terus Lantang Suarakan Keadilan |
![]() |
---|
Heboh Penemuan Potongan Kaki di Tempat Sampah, Ternyata Milik Pasien RS di Ternate Setelah Amputasi |
![]() |
---|
Nasib Dosen Wanita di Nias Sumut yang Lempar Skripsi hingga Bikin Mahasiswa Emosi, Jalani Pembinaan |
![]() |
---|