Berita Viral
Mules saat Maraton, Pelari BAB di Halaman Rumah Warga, Buang Feses Sembarangan: Terekam CCTV
Inilah momen pelari maraton mendadak mules dan nekat BAB sembarangan di halaman rumah warga.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Merasakan perut mules saat mengikuti lomba maraton, seorang pelari nekat Buang Air Besar (BAB) di halaman rumah warga.
Selesai BAB, pelari tersebut langsung kembali ngacir dan melanjutkan maraton.
Pelari itu tak menyadari bahwa aksi BAB sembarangan itu sempat terekam CCTV.

Baca juga: Lagi Musim Banjir! Ini 5 Asupan Obati Diare, Insyaallah Manjur, Disertai Doa Meminta Kesembuhan
Pemilik rumah yang murka lantas dibuat geram atas ulah pelari itu.
Dia awalnya terkejut mencium dan menemukan kotoran atau feses di halaman rumahnya.
Lantaran jengkel, pria itu lantas mengunggahnya di media sosial.
Sontak video tersebut mendadak viral dan menjadi perbincangan warganet.
Baca juga: Tersangka Pemberi Sate Maut Berdalih Salah Beli Tak Tahu Sianida Beracun : Cuma untuk Mules
Dilansir TribunNewsmaker.com dari Sanook.com pada Rabu, (17/1/2024), kejadian ini terjadi di Mueang Kao, Distrik Mueang, Provinsi Khon Kaen, Thailand.
Dalam klip tersebut terlihat seorang pelari sempat memasuki halaman rumah warga.
Pelari tersebut lantas bersembunyi di balik pickup yang yang terparkir di halaman rumah warga.
Baca juga: GETIR Pria di Palembang Tangan Membusuk setelah Diinfus di RS, Awalnya Diare & Diinfus: Malpraktik?
Kemudian, pria itu menoleh kiri dan kanan seolah ingin memastikan keadaan.
Tak berapa lama kemudian, dia mulai jongkok dan mengeluarkan fesesnya.
Beberapa waktu kemudian, dia mulai menaikkan celana dan kembali berlari.

Pelari tersebut tidak memungut kotoran yang mereka tinggalkan di depan rumah warga.
Bahkan menutupinya dengan pasir pun tidak dilakukannya.
Tentu hal ini menjadi masalah bagi pemilik rumah setelah mengendus aroma tak sedap keesokan harinya.
Saat pemilik mencoba melihat CCTV, dirinya kaget ternyata ada peserta lari maraton yang BAB di halaman rumahnya.
Pemilik rumah lantas mengunggahnya di media sosial dan akhirnya viral.
Banyak warganet yang datang menyampaikan pendapat dan kritiknya.
Kebanyakan dari mereka menyalahkan tindakan pelari tersebut sebagai tindakan yang tidak pantas dan sangat tidak pantas.

Jika tidak bisa menahannya, sebaiknya bersihkan kotoran itu.
Kemudian setelah video itu viral, sejumlah wartawan berita mendatangi lokasi tersebut untuk mengecek fakta dan berbincang dengan pemilik rumah.
Pemilik rumah mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi saat depan rumahnya menjadi kompetisi lari maraton.
"Secara pribadi, saya tidak tahu apakah saya bisa melaporkannya atau tidak. Tapi saya ingin mengatakan ini kepada pelari wanita: Ada 2 SPBU di seberang jalan, jadi Anda mungkin bisa pergi dan menyelesaikan urusan Anda. " ungkapnya.
"Saat ini saya hanya bisa menerima bahwa saya harus menutupinya dengan tanah." lanjutnya.
"Saya akan menunggu sampai kotorannya mengering lalu cari cara untuk membuangnya.” bebernya.
NASIB PILU Wanita yang Dipaksa Makan Kotoran Seniman Tato usai Kepergok Selingkuh:Kini Stres Dipecat
Setelah dianiaya oleh seniman tato, EP (29), wanita berinisial IR (23) kini dipecat dari pekerjaannya.
Betapa syoknya IR ketika dipecat dari pekerjaannya seusai mendapatkan insiden penganiayaan.
Dia tak menyangka bahwa kasus tersebut akan membuatnya kehilangan pekerjaan.
Kini, kasus penganiayaan tersebut tengah diusut oleh Kepolisian Cilandak.
Dalam kasus ini, EP melakukan penganiayaan setelah mengetahui sang pacar berselingkuh dengan pria lain yang merupakan rekan kerja korban.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di kos-kosan tempat tinggal korban di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (26/6/2023) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key mengatakan, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.
Korban juga merasakan kesulitan menelan akibat dianiaya.
"Luka yang dialami korban, intinya korban setelah dilakukan penganiayaan oleh pelaku sempat tak bisa masuk kerja karena kesulitan menelan juga, ada memar juga," kata Wahid kepada wartawan, Senin (26/6/2023).
Alhasil, wanita 23 tahun itu dipecat oleh perusahannya imbas peristiwa penganiayaan yang dilakukan pacarnya.
Baca juga: Sekolah Kok Bela Pelaku? Curhat Pilu Seorang Ibu, Gadisnya Dianiaya Putra Pejabat: Minta Keadilan!
"Korban akhirnya diberhentikan oleh tempatnya bekerja karena memang dia baru bekerja kurang lebih sekitar satu sampai dua bulan," ungkap Kapolsek.
EP dihadirkan ke publik saat Polsek Cilandak menggelar konferensi pers pengungkapkan kasus ini.
EP yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan kedua tangannya diborgol.
Tersangka terus menundukkan kepala saat polisi menggiringnya ke dalam rumah tahanan (rutan).
EP melakukan penganiayaan karena sakit hati mengetahui sang kekasih selingkuh dengan pria lain yang merupakan rekan kerja korban.
Baca juga: TEGA! Gegara Dagangan Tak Laku, 2 Bocah Dianiaya Ibu & Pacarnya:Kulit Disulut Rokok, Korban Histeris

Kepada polisi, EP mengaku hubungan asmaranya dengan IR baik-baik saja sebelum korban ketahuan selingkuh.
"Hubungannya itu sebelum kejadian (perselingkuhan) itu baik-baik saja," kata Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key saat dihubungi, Jumat (23/6/2023).
Berdasarkan pengakuan EP, lanjut Wahid, korban kerap meminta uang kepada pelaku.
EP pun selalu menuruti permintaan korban.
"Dia (pelaku) sering ngasih duit, kalau korban minta duit ya dia transfer Rp 300 ribu, Rp 500 ribu," ujar Kapolsek.
Pelaku selalu mengantar jemput pacarnya yang bekerja di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
EP berangkat dari kediamannya di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, menuju indekos IR di Fatmawati lalu mengantar korban ke kantornya di Kemang.
Baca juga: Habis Enak-enak di Hotel, Pria di Jakarta Ogah Bayar PSK, Duit Bokek, Murka Ditagih:Korban Ditusuk

Bahkan, EP juga selalu membayar uang sewa kos-kosan yang ditempati kekasihnya.
Korban IR kemudian mencoba mengelabui pelaku dengan mengatakan bahwa dirinya sudah pindah dari indekos tersebut.
"Ceweknya ini bilang 'bang kosnya nggak usah diterusin, aku sudah pindah' gitu kan," kata Wahid.
EP merasa curiga dengan pengakuan pacarnya. Sebab EP baru saja membayar biaya sewa kos-kosan.
"Padahal kos itu baru dibayar, jadi masih ada 20 harian lah. Dia seolah-olah sudah pindah, nggak tinggal di kosan itu. Si cowok ini, 'masa iya sih, kan baru dibayar, kok nggak di tempatin'," ujar Kapolsek.
Pada Minggu (18/6/2023) pagi, EP mencoba mendatangi indekos pacarnya.

Ia pun terkejut ketika membuka pintu kamar. EP mendapati kekasihnya berduaan dengan pria lain.
"Jadi, pada saat dia ke kosan ada cowok (selingkuhan korban) itu, tapi lari dia kejar tapi nggak dapat," tutur Wahid.
"Korban itu kerja di Kemang itu baru, mungkin satu bulanan. Nah itu cowok selingkuhan ini sepertinya itu teman kerja gitu, jadi kalau menurut dia (pelaku) cinlok gitu kan," tambahnya.
Pelaku yang terbakar cemburu dan emosi langsung menganiaya korban hingga mengalami lebam di wajah dan tangan.
Selain itu, EP juga mengolesi wajah pacarnya dengan kotoran manusia.
"Dia (korban) dijejal-jejali, tapi nggak masuk ke mulut. Tapi suruh makan (oleh pelaku), 'nih makan, makan'," ungkap Wahid.

Korban yang pada saat itu merasa harga dirinya telah diinjak-injak melaporkan EP pada hari yang sama.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/436/B/VI/SEK Cilandak/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.
EP ditangkap beberapa hari setelah korban membuat laporan polisi (LP). Saat ini EP juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Tersangka EP ditangkap beberapa hari setelah laporan dibuat," kata Wahid.
Mantan Kapolsek Jagakarsa itu menuturkan, tersangka EP dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan Pasal 335 ayat 1 KUHP.
"EP dijerat Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara," ujar dia.
(TribunNewsmaker.com/Dika Pradana)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
Deretan Kontroversi Bella Shofie, Skandal dengan Adjie Pangestu, Dituduh Jadi Anggota DPRD Malas! |
![]() |
---|
Nilai Ijazah SMP Ahmad Sahroni yang Rata-rata 6 Termasuk Pendidikan Moral Viral, di Bawah Batas KKM |
![]() |
---|
Penampakan Rumah Sri Mulyani Usai Dijarah Warga, Diportal & Dijaga TNI, Warga Diberi Jarak 100 Meter |
![]() |
---|
Penampakan Jam Tangan Richard Mille Milik Ahmad Sahroni, Diduga Harganya 11 M, Edisi Terbatas |
![]() |
---|
Meski Sudah Minta Maaf, Rumah Puan Maharani Digeruduk Ratusan Warga, Diminta Datang Temui Masyarakat |
![]() |
---|