Kunci Jawaban
Bagaimana Wujudkan Kesejahteraan Psikologis? Jawaban Latihan Pemahaman & Cerita Reflektif PSE: PPG
Inilah jawaban dari soal 'Bagaimana mewujudkan kesejahteraan psikologis?' yang tersaji dalam Latihan Pemahaman & Cerita Reflektif PSE.
Editor: Dika Pradana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah jawaban dari soal 'Bagaimana mewujudkan kesejahteraan psikologis?' yang tersaji dalam Latihan Pemahaman & Cerita Reflektif PSE.
Soal 'Bagaimana wujudkan kesejahteraan psikologis?' dapat Anda temukan dalam Program pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 2024.
Anda dapat mengerjakan soal Program pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 2024 melalui Platform Merdeka Mengajar atau PMM.
Saat dihadapkan dengan soal tersebut, Anda diminta untuk berpikir secara cermat.
Dengan berpikir cermat, bukanlah hal yang sulit bagi Anda untuk menyelesaikan pertanyaan yang dimaksud.
Tapi, apabila Anda masih merasa kesulitan dalam menyelesaikan pertanyaan tersebut, artikel ini adalah jawabannya.
Baca juga: Jawaban Sinopsis Cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji Ahmad Tohari, Bahasa Indonesia Kelas 12

Pasalnya, artikel ini akan menyajikan jawaban terakurat dari pertanyaan tersebut.
Namun, alangkah baiknya kerjakanlah soal tersebut secara mandiri dan jujur terlebih dahulu.
Dengan begitu, Anda dapat mengukur kemampuan Anda dalam mengerjakan soal.
Jika kesulitan, simaklah artikel ini hingga tuntas.
Baca juga: Apa Tujuan dari Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah? Jawaban Modul 2 Topik 1 Merdeka Mengajar

Soal 1 dari 10
"Keadaan emosi berkelanjutan yang ditandai dengan suasana hati dan sikap positif, hubungan positif dengan peserta didik dan guru lain, ketahanan, optimalisasi diri, dan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengalaman belajar mereka di sekolah." Definisi yang disampaikan di atas merupakan definisi dari:
Jawaban : Kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing)
Soal 2 dari 10
Meningkatkan kesejahteraan psikologis warga sekolah dapat diwujudkan melalui komitmen kita sebagai seorang pendidik untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional diri kita sendiri sebagai orang dewasa. CASEL menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional oleh orang dewasa di sekolah dapat dilakukan melalui 3 upaya yaitu:
Jawaban: Berkolaborasi belajar dan menjadi teladan
Soal 3 dari 10
Guru dapat melakukan upaya belajar untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya sendiri. Salah satu upaya belajar yang dapat dilakukan oleh guru di antaranya adalah:
Jawaban: Dengan melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendri
Soul 4 dari 10
Guru dapat melakukan upaya berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya sendiri. Berikut ini, mana yang bukan termasuk contoh upaya berkolaborasi tersebut?
Jawaban: Melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
Soal 5 dari 10
Mengapa praktik pendidikan yang mendukung keterampilan sosial dan emosional dianggap dapat berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik?
Jawaban: Membantu peserta didik untuk dapat memahami dan mengelola emosi mereka, sehingga mereka cenderung lebih mampu menciptakan hubungan yang positif memiliki motivasi yang tinggi. dan mengalami kebahagiaan dalam proses pembelajaran.

Soal 6 dari 10
Salah satu contoh tindakan yang dapat dilakukan pendidik untuk menjadi teladan bagi peserta didik dalam upaya menguatkan kompetensi sosial emosional adalah:
Jawaban: Dengan menerapkan dan kemudian mengartikulasikan strategi yang digunakan kepada peserta didik ketika pendidik berupaya mengelola emosi saat menghadapi situasi yang sulit.
Soal 7 dari 10
Mempelajari kompetensi budaya adalah salah satu hal yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kapasitas diri dalam menerapkan kompetensi sosial emosional. Selain memperluas pengetahuannya tentang budaya orang lain, apa lagi yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik untuk mengembangkan kompetensi budaya bagi dirinya?
Jawaban: Membangun kesadaran akan identitas budaya pribadi.
Soal 8 dari 10
Mengapa kolaborasi di antara warga sekolah, seperti peserta didik, guru, dan staf, dianggap memiliki manfaat signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis?
Jawaban: Kepercayaan dan saling pengertian yang ditingkatkan melalui kolaborasi membentuk fondasi yang kokoh dan berkelanjutan untuk kesejahteraan psikologis individu dan kolektif
Soal 9 dari 10
Dari pernyataan berikut ini, manakah yang menurut Bapak/Ibu merupakan dampak dari upaya yang dilakukan guru untuk meneladankan kompetensi sosial emosional dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?
Jawaban: Peserta didik dan warga sekolah dapat melihat langsung bagaimana keterampilan sosial dan emosional digunakan dan membantu mengelola tantangan sosial dan emosional dalam kehidupan sehari- hari.
Soal 10 dari 10
Sekelompok guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama melakukan pertemuan untuk mendiskusikan data hasil survei lingkungan belajar.
Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa hubungan antara guru dan peserta didik di sebuah jenjang kelas kurang berjalan dengan baik.
Pengungkapan ini mengarahkan semua guru-guru yang mengajar di jenjang kelas tersebut untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut, baik dengan sesama guru dan juga dengan semua peserta didik di jenjang kelas itu untuk mencari solusi dalam upaya memperbaiki keterampilan berelasi mereka.
Berdasarkan deskripsi situasi di atas, apa sebenarnya yang dilakukan oleh guru di atas?
Jawaban: Berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosionalnya.

Cerita Reflektif
Ceritakanlah pengalaman Bapak/Ibu dalam menerapkan 3 upaya untuk mengembangkan. keterampilan sosial dan emosional (Belajar, Berkolaborasi, dan Menjadi Teladan) yang sudah Bapak/Ibu lakukan di tahapan Aksi Nyata. Tuliskan apa peristiwanya (Peristiwa); Bagaimana perasaan Bapak/Ibu (Perasaan); Apa pembelajaran yang Bapak/Ibu dapatkan (Pembelajaran); dan Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini? (Pembelajaran)
Jawaban
PSE adalah proses belajar yang berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif.
Serta KSE memiliki peran penting dalam kehidupan sekolah. Warga sekolah dengan KSE yang baik dapat mengelola emosi mereka dengan baik, berinteraksi dengan orang lain dengan efektif, membuat keputusan yang tepat dalam situasi sosial yang kompleks.
Dan ada upaya guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional sangatlah diperlukan guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional yakni Mengembangkan empati dan kepedulian, mengajarkan kejujuran dan integritas, serta mengajarkan memecahkan masalah.
Tindakan yang akan dilakukan ialah akan mengimplementasikan kepada peserta didik.
Semoga artikel ini membantu!
Semoga beruntung!
(TribunNewsmaker.com/TribunSumsel)
Kunci Jawaban Fikih Kelas 11 Halaman 200-201 PAT Bab 7: Warisan dan Wasiat Kurikulum Merdeka |
![]() |
---|
Panduan Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 218: Rajin Berlatih Bab 9 Kemudahan Beribadah kepada Allah |
![]() |
---|
Panduan Jawaban Bahasa Inggris Kelas 6 Halaman 159: Worksheet 6.1 Chapter 6 Our School Project |
![]() |
---|
Panduan Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 216: Refleksi Sikap Spiritual dan Sosial, Aktivitas 9.9 |
![]() |
---|
Panduan Jawaban Fikih Kelas 11 Halaman 193–200: Soal PAT Warisan dan Wasiat Bab 7 |
![]() |
---|