Berita Viral
Tak Sengaja Pecahkan Telur di Supermarket, Anak 4 Tahun Dipaksa Ganti Rugi 10 Kali Lipat, Ayah Syok
Seorang anak berusia 4 tahun tidak sengaja memecahkan telur ayam di supermarket. Bocah tersebut bahkan diminta ganti rugi 10 kali lipat.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang anak berusia 4 tahun tidak sengaja memecahkan telur ayam di supermarket.
Bocah tersebut bahkan diminta ganti rugi 10 kali lipat dari harga asli telur.
Dilansir dari Sanook.com, Jumat (4/10/2024), peristiwa ini terjadi di Provinsi Zhejiang, Tiongkok.
Seorang pria bernama Guo mendapatkan masalah dengan putranya yang berusia 4 tahun setelah dia membawanya ke supermarket untuk membeli bahan makanan.
Saat dia memilih untuk membeli sesuatu dari jauh, dia mendengar putranya menangis.
Jadi dia buru-buru meletakkan barang-barang di tangannya dan berlari menuju putranya.
Saat tiba di lokasi kejadian, ia menemukan telur ayam di depan putranya pecah berserakan di lantai.
Baca juga: Pria Bunuh Teman Gara-gara Debat Lebih Dulu Ayam Atau Telur, Pelaku Sampai Kejar Korban di Jalan

Pakaian anak laki-laki itu kotor dan amis penuh dengan telur.
Dia bisa langsung menebak apa yang terjadi.
Namun dia tetap sabar bertanya kepada putranya tentang seluruh kejadian.
Seperti dugaan, putranya sedang asyik bermain dan menjatuhkan sebutir telur ayam dari rak dan pecah berserakan di lantai.
Setelah mengetahui penyebabnya, Guo kemudian menunggu staf datang dan menangani masalahnya.
Guo sudah memikirkan untuk mengganti kerugian dengan harga normal.
Tapi yang tidak terduga adalah Staf supermarket tidak menerima permintaan maaf Guo.
Ia justru diminta menganti rugi 10 kali lipat.
Sontak saja Guo menolak tawaran Karyawan tersebut.
Ia ngotot mengganti rugi sesuai harga normal telur tersebut.
Baca juga: Viral Aksi Peternak di Magetan Buang Ribuan Telur Ayam, Kini Pelaku Minta Maaf, Ungkap Kekecewaan

“Anak saya memecahkan telur, menyebabkan kerusakan pada supermarket ini adalah salahnya dan salahku karena tidak merawat anakku dengan baik.
Bagaimanapun, kita harus memberikan kompensasi.
Namun pihak supermarket tidak memiliki peraturan yang jelas bahwa kerusakan harus diganti 10 kali lipat.
Saya tidak setuju." ujarnya kesal.
Ketika mendengar itu, karyawan tidak tahu harus berkata apa.
Pada akhirnya, karyawan harus mengizinkan Guo mengganti telur pecah tersebut dengan harga normal.
Setelah itu, Guo memposting cerita tersebut di media sosial.
Hal ini menimbulkan perdebatan dari banyak netizen.
Beberapa orang mengira itu adalah kesalahan Guo karena tidak merawat anaknya dengan baik, menyebabkan kerusakan pada supermarket dan menuntut kompensasi yang berlebihan dianggap wajar.
Beberapa orang berpikir demikian Putra Guo baru berusia 4 tahun, dan dia tidak bermaksud menyebabkan kejadian ini.
Karyawan supermarket tidak perlu menganggap serius anak-anak.
Nasib Pilu Bocah TK 3 Hari di Sekolah Tak Ada yang Jemput, Guru Nangis Temukan Surat di Tas Muridnya
Seorang bocah berusia tiga tahun pilu telah meninggu di sekolah selama tiga hari namun orangtuanya tak kunjung datang menjemput.
Seorang guru yang iba, lantas membawa anak tersebut istirahat di rumahnya.
Ia begitu terkejut saat menemukan secarik kertas pada tas milik muridnya yang malang itu.
Dikutip dari Sanook.com, Selasa (17/9/2024), peristiwa ini terjadi di Tiongkok.
Seorang anak perempuan berusia 3 tahun sedang belajar di taman kanak-kanak dekat rumahnya.
Orang tua gadis itu biasanya datang menjemput tepat waktu setiap hari.
Suatu hari, meski jam belajar di sekolah sudah lama selesai, tidak ada yang datang menjemput gadis itu.
Guru menemani gadis itu sampai jam 8 malam dan mencoba menghubungi orang tua anak tersebut.
Hingga ayah anak tersebut menjawab teleponnya.
Baca juga: Viral Bocah Tergeletak Penuh Noda Merah, Ibu Syok Mengira Berlumur Darah, Ngakak Tahu Aslinya

Tapi dia hanya menyuruh gurunya untuk menjaga putrinya dan menutup telepon.
Beberapa saat kemudian, guru tersebut mengetahui bahwa kedua nomor telepon anak tersebut telah diblokir oleh orang tua anak tersebut.
Ketika tidak ada pilihan lain, jadi dia harus membawa siswa ini kembali ke rumahnya untuk menginap.
Hal ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut tanpa ada seorang pun yang datang menjemput siswi berusia 3 tahun tersebut, bahkan tidak ada panggilan telepon dari orang tua gadis tersebut.
Hingga sang guru menemukan surat di tas sekolah anak itu.
Pesan tersebut rupanya dari orangtua siswa itu.
Isinya ucapan terima kasih untuk sang guru, sekaligus alasan kenapa orangtuanya berbuat tega.
"Terima kasih Guru.
Kami akan bercerai.
Aku minta maaf telah membuatmu mengurus anak itu.” bunyi pesan tersebut.
Baca juga: Sosok Bocah SD di Bandung Jabar Minta Ditemani Polisi Ambil Raport, Anak Yatim: Sekolah Jalan Kaki

Setelah membaca, dia tidak bisa menahan air matanya.
Ia sangat marah atas sikap pasangan tersebut yang tidak bertanggung jawab.
Dia kemudian menelepon polisi dan meminta mereka untuk membawa pulang anak itu.
Namun kejadian di kantor polisi, sikap ayah membuat semua orang semakin marah.
Hal itu lantaran mereka berdua tidak mau merawat anaknya dan tinggal menunggu keputusan resmi pengadilan.
Tindakan mereka membuat sang guru sangat marah.
Tapi karena guru hanya orang luar, ia tidak bisa terlalu mencampuri urusan internal keluarga siswa.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
Janda di NTB Dicor dan 'Ditanam' di Sumur oleh Pacar Sendiri, Imbas Cemburu Masih Chat Mantan |
![]() |
---|
Ustaz Kondang Asal Bandung dan Istri Diduga KDRT Anaknya, Imbas Minta Uang Kuliah dan Biaya Bulanan |
![]() |
---|
Dwi Hartono, Tersangka Pelaku Utama Pembunuhan Kacab Bank Ternyata Pernah Dibui, Memalsukan Ini |
![]() |
---|
Pratama Arhan & Azizah Salsha Sering Cekcok Sejak Awal Menikah, Arho Merasa Tak Dapat Kasih Sayang |
![]() |
---|
28 Agustus Buruh Gelar Aksi HOSTUM di Jakarta, Geruduk DPR & Istana, Suara yang Dibungkam Menggema |
![]() |
---|