Breaking News:

Kabupaten Klaten

Museum Daerah Klaten Pajang 90 Koleksi Benda Cagar Budaya, Ini Daftarnya!

Museum Daerah Klaten ini memiliki 90 koleksi benda cagar budaya dan diresmikan oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
Koleksi benda cagar budaya yang ada di Museum Daerah Klaten, kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten resmi memiliki Museum Daerah Klaten, yang mana peresmian museum tersebut dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada Selasa (29/10/2024). 

Museum Daerah Klaten yang berlokasi di kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten memiliki 90 koleksi benda cagar budaya.

Lebih lanjut, berikut koleksi benda cagar budaya beserta lokasi penemuannya yang bisa ditemui di Museum Daerah Klaten

1. Patung Dada Drg. Soedomo;
2. Kemuncak Situs Jaden (Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom);
3. 3 bh Fragmen arca (Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko);
4. Bata dari situs Mbah Gempur (Kecamatan Klaten Utara);
5. 2 buah Fragmen Arca (Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan);

Koleksi benda cagar budaya yang ada di Museum Daerah Klaten, kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten.
Koleksi benda cagar budaya yang ada di Museum Daerah Klaten, kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. (Koleksi benda cagar budaya di Museum Daerah Klaten)

6. Antefik (Desa Kahuman, Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko);
7. 7 buah batu candi (Desa Kahuman dan Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko);
8. Yoni (Desa Klegen Lor dan Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko);
9. Nandi (Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko);
10. Kemuncak;
11. Yoni (Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan);
12. Arca (Desa Keputran, Kecamatan Kemalang);
13. Yoni (Desa Keputran, Kecamatan Kemalang);

Baca juga: Bupati Sri Mulyani Resmikan Museum Daerah Klaten, Berharap Jadi Wisata Edukatif Generasi Muda

14. Antefik Candi (Kecamatan Karangnongko);
15. Batu Candi (Kecamatan Karangnongko);
16. Yoni (Kecamatan Karangnongko);
17. Nandi ( Desa Merbung Kulon, Kecamatan Klaten Selatan);
18.2 bh Guci (hibah BPCB Jateng);
19. Vas/pot (hibah masyarakat);
20. Empluk, 2 bh talam, mata uang voc, fragmen, ganesha, jaladwara, relung arca (hibah dari BPCB Jawa Tengah);
21. Foto-foto dan kostum tradisional.

Alat Tenun Bukan Mesin yang digunakan untuk memproduksi kain Lurik Klaten, sebagai salah koleksi Museum Daerah Klaten, kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten.
Alat Tenun Bukan Mesin yang digunakan untuk memproduksi kain Lurik Klaten, sebagai salah koleksi Museum Daerah Klaten, kompleks Monumen Juang 45, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Selain itu, Museum Daerah Klaten juga memajang beberapa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), berikut daftarnya:

1. Upacara Adat apem Yaqowiyu;
2. Lurik Klaten;
3. Payung Juwiring;
4. Putaran Miring Gerabah Melikan;
5. Wayang Topeng Dalang.

Museum ini buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB, selama hari kerja mulai Senin hingga Jumat.

Untuk dapat mengunjungi museum, pihak dinas tidak mengambil retribusi tiket masuk alias gratis. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
KlatenSri Mulyani
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved