Breaking News:

Ramadhan 2025

Jadwal Awal Puasa Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah, Kapan Digelar Tarawih Pertama?

Jadwal awal puasa Ramadhan 2025 dari Pemerintah dan Muhammadiyah, kapan digelar Tarawih pertama?.

Editor: Candra Isriadhi
Tribunnews.com
PEMANTAUAN HILAL - Jadwal awal puasa Ramadhan 2025 antara Pemerintah dan Muhammadiyah dokumen Tribunnews.com (26/2/2025). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Jadwal awal puasa Ramadhan 2025 dari Pemerintah dan Muhammadiyah, kapan digelar Tarawih pertama?.

Seperti tahun-tahun sebelumnya penentuan awal puasa Ramadhan 2025 ditentukan dengan sidang isbat.

Pada tahun ini tampaknya awal puasa Ramadhan 2025 antara Pemerintah dan Muhammadiyah akan berbeda.

Dilansir dari Kompas.tv (25/2/2025), BRIN memprediksi tanggal 1 Ramadhan 1446 H akan jatuh pada 2 Maret 2025 berdasarkan metode penentuan hisab dan rukyat.

Prediksi kapan awal puasa Ramadhan 2025 tersebut berbeda dengan yang telah ditetapkan Muhammadiyah di mana 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

Baca juga: Niat Mandi Wajib Jelang Puasa di Bulan Suci Ramadhan 2025/ 1446 Hijriah Beserta Arti Terjemahannya

Penentuan Awal Puasa Ramadhan 2025 Menunggu Sidang Isbat

Untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2025, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan sidang isbat pada 28 Februari 2025.

Adapun kriteria yang akan digunakan Kemenag menggunakan kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yakni imkanur rukyat.

Menurut metode ini, hilal dianggap memenuhi syarat apabila posisinya mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

PEMANTAUAN HILAL -  Kemenag akan menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan 1446 H pada 28 Februari 2025 di 125 titik, salah satunya di MAN 1 Surakarta. Jadwal awal puasa Ramadhan antara Pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi berbeda.
PEMANTAUAN HILAL - Kemenag akan menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan 1446 H pada 28 Februari 2025 di 125 titik, salah satunya di MAN 1 Surakarta. Jadwal awal puasa Ramadhan antara Pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi berbeda. (kemenag.go.id)

Peneliti BRIN: Hilal Hanya Akan Terlihat di Aceh

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin menyebut bahwa hilal yang memenuhi kriteria MABIMS tersebut diprediksi hanya akan terlihat di Aceh.

"Awal Ramadan ini posisi hilal yang memenuhi kriteria itu hanya di wilayah Aceh, di wilayah lain belum memenuhi kriteria," ucap Thomas, dikutip dari YouTube BRIN Indonesia, Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa pada penentuan awal Ramadhan yang berlangsung pada 28 Februari 2025, tinggi bulan di Aceh yakni 4,5 derajat, sementara elongsinya 6,4 derajat yang artinya memenuhi kriteria.

"Oleh karenanya di kalender resmi Kemenag, itu tanggal 1-nya ditulis 1 Maret, 1 Ramadhan, tetapi nanti itu akan dibuktikan untuk bahan sidang isbat itu rukyat tanggal 28 Februari 2025, dan rukyat di wilayah lain, walaupun ada yang mengaku melihat hilal itu biasanya akan ditolak karena belum memenuhi kriteria," ungkapnya.

Sementara menurut analisis BRIN, posisi bulan saat magrib 28 Februari 2025 di Surabaya yakni tinggi toposentrik 3,7 derajat, sementara elongasi geosentrik 5,8 derajat sehingga kurang dari kriteria MABIMS.

Thomas menyebut bahwa adanya hasil pemantauan hilal yang tidak memenuhi kriteria MABIMS, maka diprediksi 1 Ramadhan 1446 H akan jatuh pada 2 Maret 2025.

Kemenag Sebut Ada Indikasi Kuat Hilal Akan Terlihat

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag Arsad Hidayat mengatakan bahwa berdasarkan data hisab awal Ramadhan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

Selain itu, di hari tersebut diperkirakan ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” sebut Arsad di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Data hisab tersebut yang kemudian akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal.

Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah akan melakukan pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Hasil hisab dan rukyat tersebut kemudian akan dibahas pada sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
kapan awal puasaMuhammadiyahRamadhan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved