Tempat Wisata
9 Menit dari Pusat Pangandaran, Ada Goa dengan Batu Mirip Alat Kelamin, Mitos Permudah Dapat Jodoh
Inilah gua yang menarik di Pangandaran, Jawa Barat. Jaraknya pun sekitar 3,7 kilometer atau sekira 9 menit dari Alun-alun Pangandaran.
Editor: Febriana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pangandaran memang dikenal dengan keindahan pantainya, namun wisata gua di sana ternyata tak kalah mencuri perhatian.
Salah satunya yang berlokasi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran berikut ini.
Jaraknya pun sekitar 3,7 kilometer atau sekira 9 menit dari Alun-alun Pangandaran.
Ya, inilah Gua Parat. Satu pemandu wisata lokal Pangandaran, Kuswanto Aditama mengatakan, Gua Parat ini diambil dari bahasa Sunda yang artinya tembus.
"Kalau dulu, Gua Parat ini namanya goa keramat. Karena, satu goa itu yang dikeramat oleh masyarakat Pangandaran," ujar Kuswanto kepada Tribunjabar.id di balai KSDA Resort Pangandaran, Sabtu (24/6/2023) siang.
Menjadi tempat keramat karena di depan guanya itu ada tempat petilasan dua tokoh penyebar agama Islam yaitu syekh Ahmad dan syekh Muhammad.
"Mereka, keturunan dari mesir yang melana ke Nusantara dan pernah singgah kemudian menyebarkan agama Islam di Pangandaran," katanya.
Sekarang, Gua Parat ini terkenalnya gua Mak Lampir karena sempat menjadi tempat pertama syutingnya Mak Lampir
Kemudian, banyak gonikan-gonikan alam di dalam gua seperti stalaktit yang berbentuk sangat unik.
"Ada yang berbentuk seperti alat kelamin laki-laki dan perempuan, ada yang berbentuk mirip ayam terus ada batu seperti mangkuk bekas tetesan mata air," ucap Kuswanto.
Dan batu yang berbentuk mangkuk ini, dulu saat menjadi tempat syuting Mak Lampir, batu itu digunakan sebagai kaca benggalanya Mak Lampir.
Kini, karena mengandung hal mistis, Gua Parat ini sering dikunjungi oleh para ziarah dari berbagai daerah.
Konon, Syekh Ahmad dan Syekh Muhammad ini ada hubungannya dengan Syekh Abdul Muhyi yang tempatnya di Pamijahan Tasikmalaya.
"Benar tidaknya saya tidak tahu, tapi katanya Syekh Abdul Muhyi itu adalah cucunya Syekh Ahmad," ujarnya.

Baca juga: Cuma Sejam Lebih dari Alun-alun Lumajang, Ternyata Ada Air Terjun Seindah Ini, Bak Negeri Kahyangan
Jadi, banyak orang-orang dari berbagai daerah yang berziarah, berdoa dan bertawasul di dalam Gua Parat.
"Cuman, sebenarnya tetap kembali lagi kepada dirinya masing-masing. Karena, kadang - kadang ada yang punya niatan lain," kata Kuswanto.
Jadi, Gua Parat ini selain dikunjungi para wisatawan juga dikunjungi oleh para ziarah dari berbagai daerah.
"Kalau wisatawan kan biasanya eksplor keunikan - keunikan yang ada di dalam goa. Kalau para ziarah itu, kirim doa dan bertawasul di sana (di dalam Goa Parat). Mereka kebanyakan rombongan dari Sumedang, Subang dan Majalaya," ucapnya.
Mereka, kalau misalkan sudah ziarah ke syekh Abdul Muhyi yang ada di Pamijahan Tasikmalaya kemudian diarahkan kesini (Goa Parat).
"Ramainya orang berziarah yaitu pada bulan-bulan yang dianggap baik untuk umat Islam. Di antaranya, bulan Mulud, Muharram dan bulan Haji," ujar Kuswanto.
Mitos Soal Jodoh
Hal menarik dari Gua Parat adalah bagian dalamnya terdapat bebatuan atau stalaktit yang dinamai batu kelamin.
Batu kelamin ini disebut juga batu jodoh karena bentuk batunya menyerupai Mr P (kelamin laki-laki) dan Miss V (kelamin perempuan).
Batu kelamin laki-laki memiliki ukuran panjang dan besar yang menjulur dari atap gua ke bawah.
Sedangkan batu kelamin perempuan berbentuk panjang menjulur ke bawah dan di bagian bawahnya terdapat lubang.
Posisi kedua batu itu posisinya sejajar. Konon jika menyentuh satu dari batu tersebut akan dipermudah mendapat jodoh.
Salah seorang petugas TWA Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menyebut bahwa menurut cerita, jika belum punya pasangan dan memegang batu kelamin lawan jenis, maka akan cepat mendapat pasangan.

Baca juga: Padahal Cuma Sejam dari Alun-alun Purwakarta, Hotel Seunik Ini Tinggal Kenangan, Ada TV hingga AC
"Kalau yang sudah mempunyai pasangan dan memegang kedua batu itu, katanya hubungan mereka akan langgeng," ujar Hadiat di TWA Pangandaran, Selasa (24/12/2024) siang.
Namun Hadiat menyarankan untuk tidak mempercayainya. Meski tidak dipungkiri banyak pengunjung yang datang memegang batu tersebut.
"Itu cuma sugesti kita dan tidak harus wajib mempercayainya. Kita hanya wajib percaya kepada Alloh SWT," katanya.
Sementara itu seorang wisatawan asal Tasik, Setiawan (34), mengaku sengaja mengunjungi gua keramat dan ingin menyentuh batu berbentuk kelamin.
"Kita nyobain pegang kedua batu jodoh itu. Ya, semoga hubungan saya dengan istri bisa langgeng selamanya," ucap Setiawan.
Selain batu jodoh, di dalam Gua Parat juga terdapat batu kristal, batu unta, batu cikaracak dan batu gong.
(TribunNewsmaker.com)(TribunPriangan.com)(TribunJabar.id)
Bogor Jabar Tawarkan Kafe dengan Suasana Sejuk dan Pemandangan Secantik Ini, 35 Menit dari Alun-alun |
![]() |
---|
Sleman Jogja Ada Resto dengan View Seindah Ini, Dilengkapi Infinity Pool, 44 Menit dari Stasiun Tugu |
![]() |
---|
Bandung Jabar Punya Resto Sejuk di Tengah Hutan, Kids Friendly, Cuma 10 Menit dari Gedung Sate |
![]() |
---|
Bogor Jabar Ada Resto dengan Suasana Unik & Menarik, Menunya Manjakan Lidah, 50 menit dari Alun-alun |
![]() |
---|
Bogor Jabar Ternyata Ada Resto Sesejuk Ini, Dilengkapi Glamping dan Villa, 47 menit dari Alun-alun |
![]() |
---|