Tempat Wisata
Cuma 1 Jam dari Pusat Kota, Alam Indah dan Udara Sejuk di Wonosobo Bisa Jadi Referensi Libur Lebaran
Tempat wisata di Wonosobo dengan alam indah dan udara sejuk dengan waktu tempuh cuma 1 jam dari pusat kota, bisa jadi referensi liburan Lebaran
Editor: Tim TribunNewsmaker
Tempat wisata di Wonosobo dengan alam indah dan udara sejuk dengan waktu tempuh cuma 1 jam dari pusat kota, bisa jadi referensi liburan Lebaran
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Wonosobo, yang terletak di Jawa Tengah, dikenal kaya akan destinasi wisata yang memukau, baik itu wisata alam yang menawan maupun wisata buatan yang kreatif.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Wonosobo adalah Wisata Batu Pandang Ratapan Angin.
Tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa bagi siapa saja yang datang.
Bagi anda yang mencari tujuan liburan seru saat Lebaran, Batu Pandang Ratapan Angin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman.
Wisata Batu Pandang Ratapan Angin terletak di Desa Jujugan, Kecamatan Kejejar, Kabupaten Wonosobo.
Dari pusat Kota Wonosobo, tempat ini dapat dijangkau dengan perjalanan sekitar satu jam.
Tempat wisata ini berada di ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga udara yang sejuk dan pemandangan alam yang menakjubkan akan langsung menyambut pengunjung.
Untuk mencapai puncak batu tertinggi di kawasan ini, pengunjung harus melewati jalan berundak yang cukup menantang.
Namun, perjalanan ini akan terbayar dengan indahnya pemandangan yang terbentang di hadapan mata saat tiba di puncak.

Semilir angin dan udara segar akan langsung menyapa, memberikan sensasi kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain.
Keindahan alam yang memukau di Batu Pandang Ratapan Angin menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Dari puncaknya, wisatawan bisa menikmati panorama luar biasa dari berbagai sudut.
Di sisi utara, Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang mempesona bisa terlihat dengan jelas, lengkap dengan Gunung Paru yang menjulang di kejauhan.
Tak jarang, awan melintas di atas kedua telaga tersebut, menciptakan pemandangan yang seolah membawa wisatawan berada di atas awan.
Sementara itu, di sisi barat, pengunjung dapat menyaksikan Kawah Sikidang dan Candi Arjuna yang terletak di Banjarnegara, meskipun jaraknya cukup jauh.
Di sisi selatan, Gunung Pakuwaja, Bukit Sikunir, dan Bukit Sikendil turut melengkapi pesona alam yang bisa dinikmati dari ketinggian ini.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, waktu yang tepat untuk berkunjung adalah antara pukul 07.30 hingga 10.00 WIB, ketika sinar matahari pagi menambah keindahan pemandangan.
Salah satu daya tarik unik yang terdapat di puncak Batu Pandang Ratapan Angin adalah Pohon Jodoh, yang menjadi spot favorit bagi para wisatawan untuk berfoto.
Dengan suasana yang tenang, wisatawan bisa duduk di batang pohon sambil menikmati keindahan alam yang memukau. Selain itu, pengelola juga menyediakan jembatan antar bebatuan, yang menjadi tempat yang sempurna untuk berfoto dan mengabadikan momen indah.
Yaza, seorang wisatawan yang mengunjungi tempat ini pada Minggu (14/5/2023), mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat ini.
"Tempat wisatanya bagus, apalagi pas di atas, pemandangannya indah banget, udaranya juga sejuk," ujarnya.
Memang, fasilitas yang disediakan di Batu Pandang Ratapan Angin cukup lengkap untuk kenyamanan pengunjung.
Tersedia musala, toilet, tempat berteduh, serta beberapa kios makanan dan minuman yang bisa mengisi perut setelah menikmati keindahan alam sekitar.
Di balik nama yang unik, Batu Pandang Ratapan Angin menyimpan kisah sejarah yang menarik.
Menurut Ahmad Rouf, pengelola wisata ini, gua-gua batu yang ada di kawasan ini dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian oleh warga sekitar saat penjajahan Belanda.
Terdapat tiga gua yang menjadi tempat berlindung dari serangan penjajah, namun hanya satu gua yang saat ini dibuka untuk umum.
"Dahulu, di sini sering terdengar seseorang yang menangis, seperti meratapi kesedihan saat orang-orang Dieng dijajah Belanda. Namun, saat keluar, tidak ditemukan orang menangis, hanya terdengar hembusan angin saja," jelasnya.
Kisah tersebut kemudian melahirkan nama Batu Ratapan Angin, atau Batu Pandang Ratapan Angin, yang dikenal hingga sekarang.
Meski ada beberapa versi mengenai sejarah ini, cerita ini menjadi salah satu yang paling sering diceritakan oleh warga setempat.
Jika anda tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang menawan ini, anda hanya perlu menyiapkan tiket masuk seharga Rp15.000 per orang.
Batu Pandang Ratapan Angin buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB, memberi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam sepanjang hari.
Tempat ini sangat cocok untuk menjadi tujuan liburan Lebaran anda, memberikan kesempatan untuk bersantai dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa. (TribunNewsmaker.com/ Alifian Akbar/ TribunBanyumas.com)
Bogor Jabar Tawarkan Kafe dengan Suasana Sejuk dan Pemandangan Secantik Ini, 35 Menit dari Alun-alun |
![]() |
---|
Sleman Jogja Ada Resto dengan View Seindah Ini, Dilengkapi Infinity Pool, 44 Menit dari Stasiun Tugu |
![]() |
---|
Bandung Jabar Punya Resto Sejuk di Tengah Hutan, Kids Friendly, Cuma 10 Menit dari Gedung Sate |
![]() |
---|
Bogor Jabar Ada Resto dengan Suasana Unik & Menarik, Menunya Manjakan Lidah, 50 menit dari Alun-alun |
![]() |
---|
Bogor Jabar Ternyata Ada Resto Sesejuk Ini, Dilengkapi Glamping dan Villa, 47 menit dari Alun-alun |
![]() |
---|