Profil Kepala Daerah
Rekam Jejak Yulius Komaling Gubernur Sulawesi Utara yang Dilantik Prabowo, Mantan Prajurit TNI AD
Berikut rekam jejak Yulius Selvanus Komaling Gubernur Sulawesi Utara yang dilantik Prabowo Subianto.
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut rekam jejak Yulius Selvanus Komaling Gubernur Sulawesi Utara yang dilantik Prabowo Subianto.
Pasangan Yulius Selvanus Komaling (YSK)-Victor Mailangkay (YSK-Victory) dinyatakan meraih suara terbanyak menurut hasil rekapitulasi KPU.
Berdasarkan hasil rekapitulais KPU, pasangan Yulius Selvanus-Victor Mailangkay meraih 539.039 suara.
Baca juga: Rekam Jejak Cik Ujang Wagub Sumatera Selatan yang Dilantik Prabowo, Sempat Jadi Komisaris PT
Dikutip TribunNewsmaker.com dari berbagai sumber, berikut rekam penjelasan lengkapnya.
Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Purnawirawan) atau Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, S.E. adalah pensiunan perwira tinggi (Pati) di dalam TNI Angkatan Darat (AD).
Di TNI AD, jabatan terakhir Yulius Selvanus yakni sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabainstrahan Kemhan).
Mayjen Yulius Selvanus tercatat aktif menjabat sebagai Kabainstrahan Kemhan pada tahun 2020 hingga 2021.
Semasa dinasnya, Yulius juga sempat menduduki posisi jabatan strategis sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Jenderal bintang 2 ini resmi pensiun sebagai Pati TNI AD pada tahun 2021.

Pascapensiun dari TNI AD, Yulius sempat disibukkan dengan jabatannya sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sejak tahun 2021.
Setelah itu, ia terjun ke dalam dunia politik dengan bergabung bersama partai besutan Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra pada tahun 2024.
Tak tanggung-tanggung, Yulius langsung mendapat jabatan sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut).
Yulius Selvanus juga dipercaya oleh Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) Sulawesi Utara dalam Pilkada 2024.
Kehidupan pribadi dan pendidikan
Mayjen Yulius Selvanus lahir di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada tanggal 16 September 1963.
Ia memiliki istri yang bernama Anik Fitri Wandriani.
Ayahanda Yulius Selvanus bernama Daud Lumbaa, sedangkan ibunya bernama Gisye Komaling.
Yulius Selvanus adalah alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 B.
Di Akmil, Yulius satu angkatan dengan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.
Sederet pendidikan militer yang pernah ditempuhnya di antaranya yakni Sesarcab Inf, Pendidikan Komando, Diklapa I, Diklapa II, Seskoad (2005), dan Sesko TNI.

Perjalanan karier
Karier Mayjen Yulius Selvanus telah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.
Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara sudah pernah diembannya.
Yulius tercatat pernah bertugas sebagai Perwira Pertama Komando Pasukan Khusus (Pama Kopassus).
Karier Yulius makin melenting tatkala ia ditunjuk untuk menduduki posisi jabatan sebagai Wakil Komandan Grup-1 Kopassus pada tahun 2010.
Pada tahun 2016, ia kemudian dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kabinda Kepulauan Riau.
Dua tahun kemudian, Yulius diamanahkan untuk menjabat sebagai Staf Khusus Kasad.
Setelah itu, ia diutus untuk menjabat sebagai Komandan Korem 181/Praja Vira Tama pada tahun 2019.
Barulah setelah itu, Yulius Selvanus diangkat sebagai Kabainstrahan Kemhan pada tahun 2020.
Pascapurnatugas dari TNI, Yulius kemudian terjun menjadi politikus dengan bergabung Partai Gerindra.
Rekam jejak
Mayjen Yulius Selvanus memiliki rekam jejak yang moncer saat masih aktif menjadi prajurit TNI AD.
Ia merupakan prajurit TNI dari kesatuan Infanteri Kopassus.
Sebagai prajurit Kopassus, Yulius memiliki tugas melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP), Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Operasi Komando, Operasi Sandi Yudha, hingga Operasi Anti-Teror.
Yulius juga pernah mendapat tugas pertempuran atau perang dalam Operasi Seroja dan Konflik Papua.
Berbagai penghargaan tanda jasa pun juga pernah diraihnya, seperti Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satyalancana Dharma Bantala, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Dwidya Sistha (Ulangan Kedua), Satyalancana Raksaka Dharma (Ulangan Kedua), dan Satyalancana Seroja.
(TribunNewsmaker.com/TribunJambi.com)