Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Blora Arief Rohman, Klarifikasi dan Minta Maaf soal Jalan Rusak

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman dan Sri Setyorini.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman dan Sri Setyorini. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman dan Sri Setyorini.

Bupati dan Wakil Bupati Blora, Arief Rohman dan Sri Setyorini langsung menerapkan visi misi dan program-program kerjanya.

Diketahui, Arief Rohman dan Sri Setyorini telah dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu.

Pada 100 hari pertama kerjanya, nampaknya jalan rusak menjadi PR besar bagi pemkab Blora.

Pasalnya, di awal April 2025 ini viral sebuah foto jalan rusak yang ditanami pojon pisang oleh warga.

Menanggapi aksi tanam pohon pisang di jalan rusak ruas Cabak-Bleboh yang dilakukan oleh warga Desa Nglebur, Janjang, dan Bleboh itu Arief Rohman meminta maaf.

Untuk diketahui, ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Jiken melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap Bupati Blora, Arief Rohman, yang tak kunjung merealisasikan janjinya memperbaiki jalan tersebut, Rabu (2/4/2025).

Setelah aksi itu viral di media sosial, Bupati Arief Rohman secara terbuka buka suara menanggapi aksi tersebut melalui akun resmi Instagram pribadinya @ariefrohman838.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Bupati Arief Rohman menyampaikan permintaan maaf atas belum terealisasinya perbaikan ruas jalan Cabak-Bleboh.

Arief juga menjelaskan alasan mengapa jalan kabupaten yang rusak tersebut belum diperbaiki.

"Mohon maaf. Pembangunan jalan kabupaten ruas Cabak -Bleboh - Batas Bojonegoro yang sedianya dilakukan tahun 2024 belum bisa dilaksanakan karena anggaran Inpres Jalan 2024 yang diajukan Pemkab Blora ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk ruas tersebut tidak lolos."

"Sehingga kelanjutan pembangunan ruas Cabak - Bleboh - batas Bojonegoro dicarikan anggaran lain dari APBD Kabupaten Blora 2025," terangnya.

Lebih lanjut, Arief menyampaikan perbaikan ruas jalan tersebut telah dianggarkan Rp 6 miliar dari APBD Blora 2025.

"Alhamdulillah eksekutif dan legislatif (DPRD) telah menyetujui pagu anggaran Rp 6 miliar untuk melanjutkan jalan yang telah dibeton 2022 - 2023 lalu," terangnya.

Baca juga: Liburan Lebaran 2025 ke Surga Bawah Tanah di Blora, Hanya 1 Jam dari Alun-alun, Tiket Cuma 12 Ribu

Menurut Arief, saat ini sedang proses penyusunan dokumen lelang pembangunannya. 

"Jika lelang pembangunan berjalan lancar, Insya Allah pembangunan akan dimulai Juni -Juli 2025. Sambil menunggu proses lelang pembangunan, besok akan dilaksanakan pengurukan dengan grosok oleh DPUPR Blora," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari tiga Desa di Blora menggelar aksi menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan penghubung tiga desa itu yang sampai saat ini masih rusak, dan belum tersentuh pembangunan.

Ratusan warga itu, berasal dari warga Desa Nglebur, Janjang, dan Bleboh. Semuanya dari Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.

Aksi menanam pohon di tengah jalan yang rusak itu, sebagai bentuk protes warga terhadap Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Blora yang tidak segera memperbaiki ruas jalan Cabak-Bleboh yang sudah rusak parah.

Bahkan, aksi protes itu viral di berbagai  media sosial dan grup WhatsApp masyarakat Blora

Dalam video yang beredar, tampak warga membentangkan spanduk bertuliskan, "Masyarakat Mendukung Program Pemerintah Indonesia untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dengan Cara Jalan Rusak yang Menghambat Akses Ekonomi Warga Dimanfaatkan untuk Budidaya Kebun Pisang." 

JALAN BLORA RUSAK - Ruas jalan Cabak - Bleboh Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, ditanami pisang oleh warga, Rabu (2/4/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap janji bupati yang tak segera terealisasi.
JALAN BLORA RUSAK - Ruas jalan Cabak - Bleboh Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, ditanami pisang oleh warga, Rabu (2/4/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap janji bupati yang tak segera terealisasi. (TribunJateng/Istimewa)

Aksi menanam pohon di jalan tersebut, sebagai bentuk protes warga terhadap janji-janji Pemkab Blora.

Salah seorang warga Desa Janjang, Ngatmin, menyampaikan aksi ini dilakukan lantaran warga sudah lelah menunggu atas janji-janji Bupati Blora, Arief Rohman, yang menjanjikan ruas jalan Cabak- Bleboh segera diperbaiki. 

Namun hingga saat ini, janji perbaikan jalan itu tak kunjung terealisasi.

"Karena masyarakat sudah jenuh untuk menunggu janji-janjinya, karena jalan Cabak menuju Bleboh itu sudah sangat parah," katanya.

Lebih lanjut, Ngatmin menyampaikan untuk jalan dari Cabak menuju Desa Bleboh jaraknya sekitar 8 hingga 10 kilometer.

"Jalan yang rusak itu ada sekitar 8 hingga 10 kilometer. Dan yang kita tanam ini banyaknya pohon pisang," tambahnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Jiken, Joko Lelono, menyampaikan bahwa perbaikan jalan Cabak hingga Bleboh sudah dianggarkan pada tahun 2025 sebesar Rp 6 miliar rupiah. 

"Ini adalah dinamika di masyarakat. Artinya masyarakat pengen transportasi yang lancar sehingga gerak perekonomian  masyarakat itu bisa lancer dan kebetulan sekali akses  Cabak ke Bleboh sudah direncakan oleh Pemerintah Kabupaten  sebanyak Rp 6 Miliar," terangnya.

Joko Lelono, berharap masyarakat agar bersabar karena proses pembangunan juga harus melalui proses mekanisme yang sudah ada ketentuannya.

"Kami berharap masyarakat juga paham karena proses pembangunan juga memerlukan alur mekanisme yang normatif. Kita berharap bersama-sama semoga bisa segera terbangun di tahun ini," paparnya. 

Lantik Puluhan Pejabat di 5 OPD

Di awal kepemerintahannya, Arief Rohman melantik dan mengambil sumpah jabatan 39 pejabat struktural di Pendopo Kabupaten Blora, Jumat (21/3/2025).

Para pejabat tersebut terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora.

Pelantikan kali ini merupakan tindak lanjut dari perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lima OPD tersebut yaitu Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), Satpol PP dan Damkar, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, juga dilantik 11 pejabat administrator dan pengawas dari berbagai unit kerja di lingkup Pemkab Blora.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini telah mengikuti mekanisme peraturan perundang-undangan. Ini adalah tindak lanjut perubahan SOTK dan sudah mendapat izin dari Mendagri dan Kepala BKN,” kata Arief Rohman.

Pelantikan disaksikan oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, serta kepala OPD dan camat.

100 HARI KERJA - Bupati Blora Arief Rohman saat melakukan pelantikan puluhan pejabat di Pendopo Kabupaten, Jumat (21/3/2025). Bupati Blora lantik 39 pejabat dari lima OPD yang mengalami perubahan SOTK. Arief Rohman dorong inovasi dan tegaskan mutasi sesuai aturan.
100 HARI KERJA - Bupati Blora Arief Rohman saat melakukan pelantikan puluhan pejabat di Pendopo Kabupaten, Jumat (21/3/2025). Bupati Blora lantik 39 pejabat dari lima OPD yang mengalami perubahan SOTK. Arief Rohman dorong inovasi dan tegaskan mutasi sesuai aturan. (Dok. Pemkab Blora)

Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya:

1. A. Mahbub Djunaidi sebagai Kepala Bapperida

2. Heru Eko Wiyono sebagai Kepala BKPSDM

3. Edi Widayat sebagai Kepala Dinkesda

4. Pujo Catur Susanto sebagai Kepala Satpol PP Damkar

5. Mulyowati sebagai Sekretaris BPBD

Arief menegaskan, mutasi jabatan ini bukan bentuk kepentingan politik, tetapi bagian dari evaluasi kinerja dan penyegaran birokrasi.

“Mutasi adalah hal yang wajar dalam pemerintahan. Jangan dikaitkan dengan kepentingan lain,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan upaya menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai untuk mendorong percepatan kinerja organisasi.

Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Arief meminta agar mereka memahami tugas, wewenang, dan tanggung jawab di unit kerjanya masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam setiap OPD.

“Kami dua tahun berturut-turut menjadi kabupaten terinovatif, maka seluruh ASN wajib terus berinovasi di unit kerja masing-masing,” ujar Arief.

Ia mengajak semua pejabat yang telah dilantik untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadi pelayan masyarakat yang baik.

“Wujud rasa syukur atas amanah ini adalah dengan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (TribunNewsmaker/TribunJateng)

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
BloraArief RohmanSri Setyorini
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved