Breaking News:

Kabupaten Klaten

Dinkes Klaten Tutup Posko Kesehatan Keracunan Massal Desa Karangturi Gantiwarno

Posko tersebut resmi ditutup setelah beroperasi selama tiga hari, terhitung sejak Senin (14/4/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Delta LP
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
INFO KLATEN - Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten resmi menutup posko kesehatan yang didirikan di Dukuh Bendungan, Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, pada Rabu (17/4/2025). 

Sebagaimana diketahui, posko kesehatan tersebut didirikan Pemkab Klaten melalui Dinkes Klaten bersama BPBD Klaten untuk menangani korban diduga keracunan usai menyantap hidangan yang disajikan saat acara halal bihalal dan pentas wayang kulit pada Sabtu (12/4/2025) malam.

Posko tersebut resmi ditutup setelah beroperasi selama tiga hari, terhitung sejak Senin (14/4/2025) hingga Rabu (17/4/2025).

Kepada awak media, Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengungkapkan bahwa saat ini kondisinya sudah berangsur membaik. 

KERACUNAN MASSAL KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tinjau posko kesehatan massal di Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno, Klaten pada Selasa (15/4/2025) pagi.
KERACUNAN MASSAL KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tinjau posko kesehatan massal di Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno, Klaten pada Selasa (15/4/2025) pagi. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Untuk kasus Gantiwarno hingga kemarin siang itu sudah tidak ada pergerakan tambahan dampak dari keracunan tersebut," paparnya Kamis (17/4/2025). 

"Sehingga untuk posko sudah kami tutup, atas dasar situasi yang disampaikan oleh Bu Camat dan Pak Kapus (Kepala Puskesmas) Gantiwarno," imbuhnya. 

Meski begitu, pihaknya tidak menutup pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

"Namun tetap kita melakukan pelayanan seperti di posko, cuman kita berpindah (dari Posko Kesehatan) ke Puskesmas Gantiwarno," paparnya. 

Baca juga: Pemkab Klaten Tetapkan Keracunan Massal Karangturi KLB, Bupati Hamenang Pastikan Pengobatan Gratis

Menyinggung kondisi terkini, Anggit mengungkapkan total kasus keracunan massal mencapai 160 kasus. 

"Untuk di Albanisa Puskesmas Gantiwarno dari 9 yang dirawat sudah pulang 7, yang di rumah sakit lainnya ada kemungkinan perubahan (penurunan) setelah visit. Kami masih menunggu konfirmasi dari rumah sakit," terangnya. 

"Total saat ini 36 dinyatakan sembuh, tidak ada gejala apapun yang muncul," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Klatenkeracunan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved