Profil Kepala Daerah
Perjalanan Karier Ischak Maulana Bupati Tegal yang Dilantik Prabowo, Lahir dari Keluarga Pas-Pasan
Perjalanan karier Ischak Maulana bupati Tegal 2025, lahir dari keluarga pas-pasan.
Editor: Candra Isriadhi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perjalanan karier Ischak Maulana bupati Tegal 2025, lahir dari keluarga pas-pasan.
Ischak Maulana menjabat sebagai bupati Tegal untuk periode 2025-2030.
Kepemimpinan Ischak Maulana sebagai bupati Tegal dimulai sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pelantikan bupati Ischak Maulana dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sosok Ischak Maulana sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal.
Bupati Ischak Maulana akan didampingi Ahmad Kholid dalam mejalankan pemerintah Kabupaten Tegal.
Baca juga: Perjalanan Karier Fadia Arafiq Bupati Pekalongan yang Dilantik Prabowo, Dulu Pernah Jadi Pedangdut
Perjalanan Karier Ischak Maulana
Ischak Maulana Rohman, lahir dari pasangan Almarhum H Nurrohman Nasori dan Hj Siti Sulastri.
Mas Kaji Ischak, sapaan akrabnya, lahir di tengah keluarga besar yang hidup pas-pasan.
Sebagai anak kelima dari delapan bersaudara, Ischak kecil tidur di karpet dan di sofa ruang tamu.
Hal itu diceritakan Ischak karena kondisi rumah yang sederhana dengan dua kamar tidur.
Disiplin, kejujuran, ketekunan dan kerja keras dipelajari Ischak dari kedua orang tuanya.
"Ayah saya bekerja di Bandung mengajarkan kedisiplinan. Sedangkan ibu saya yang berjualan baju mengajarkan ketekunan," kata Ischak, belum lama ini.
Ischak yang saat ini berusia 31 tahun, juga menceritakan pengalaman masa kecilnya bermain dan mandi di sungai bersama teman-temannya.
Sang ibu, dahulu ketika mencuci baju di kali (sungai kecil) dekat rumah.
Baca juga: Perjalanan Karier Ngesti Nugraha Bupati Semarang Dilantik Prabowo, Bertahun-tahun Jadi Anggota DPRD
Ischak bersama kakak-kakak dan adiknya sering membantu mencuci atau membawakan baju-baju.
Bukan berasal dari keluarga berada, Ischak kecil tidak pernah berani meminta dibelikan barang apapun kepada orang tuanya.
"Waktu SD, saya paling sering main di sungai. Dulu itu pakai gedebog (batang) pisang disusun ada tiga atau empat terus diikat jadi rakit. Terus SMP pakai ban dalam, jadi saya dan teman-teman bermain arung jeram di sungai," kenang Ischak.
Diceritakan, Ischak juga sempat tinggal dengan Budenya di lingkungan pondok pesantren.
Selama tiga tahun tinggal di lingkungan pondok pesantren, Ischak dipercaya untuk mengurus kendaraan milik Budenya.
Mulai dari mencuci mobil hingga menjadi sopir dilakukan oleh Ischak.
Kenang masa sekolah
Ischak Maulana Rohman, Hidup di daerah pedesaan yang terpencil, dengan akses pendidikan dan fasilitas umum sangat terbatas.
Saat menempuh Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Ischak kecil terbiasa bangun pagi dan berjalan kaki menyusuri rel kereta api dari rumah menuju sekolah.
Kemudian masa SMP dan SMA juga tidak jauh berbeda.
Terkadang Ischak menunggu pengendara motor atau angkutan pedagang yang searah ke sekolah untuk menumpang.
"Karena saat itu, saya menempuh pendidikan di SMKN 1 Adiwerna dan tidak dilalui oleh jalur angkutan umum. Sedangkan dari jalan raya menuju lokasi sekolah cukup jauh," cerita Ischak.
Pelajaran tentang kedisiplinan juga diperoleh Ischak dari didikan sang kakek.
Menurut Ischak, didikan sang kakek yakni Kyai Haji Ashori kepada dirinya sangat keras terutama untuk masalah agama dan pendidikan.
Didikan tentang kejujuran juga diperoleh Ischak sejak kecil.
Ischak mengenang pesan kakeknya.
"Kamu boleh melakukan apapaun tapi jangan sampai menipu orang. Itu yang paling ditekankan, jadi anak-anak maupun cucunya tidak berani untuk menipu orang," ujar Ischak.
Pesan tentang kewajiban orang tua, juga diingat Ischak dari didikan kakeknya ada tiga hal.
"Kewajiban orang tua itu ada tiga, pertama memberi nama yang baik, kedua menyekolahkan semampunya, ketiga mengawinkan. Jadi kalau ada anaknya yang ketahuan pacaran langsung dikawinkan. Kemudian Abah saya tahu anaknya melakukan hal yang tidak baik misalnya merokok, itu marahnya luar biasa," ungkapnya.
Masa sekarang
Kini Ischak kecil sudah tumbuh dewasa, dan memiliki usaha sukes yang dirintisnya sendiri secara mandiri sejak lulus kuliah.
Ischak kini menjadi Bakal Calon Bupati Tegal dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024.
Ischak maju berpasangan dengan Ahmad Kholid sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Tegal.
Ischak berharap, lewat kisah masa kecilnya dapat menginspirasi masyarakat bahwa mejadi orang sukses tidak harus menjadi anak orang kaya.
"Dengan disiplin dan kerja keras serta restu orang tua, setiap anak bisa meraih prestasi dan menggapai cita-citanya.
Semoga kisah masa kecil saya bisa menginspirasi masyarakat khususnya warga Kabupaten Tegal," tutup Ischak.
(TribunNewsmaker.com/Ery/Candra)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Jejak Karier Dominggus Mandacan Gubernur Papua Barat Periode 2025-2030, Bupati Manokwari 2 Periode |
|
|---|
| Jejak Karier Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Pensiunan Perwira Tinggi TNI AD |
|
|---|
| Jejak Karir Hasto Wardoyo Wali Kota Yogyakarta, Lulusan Kedokteran yang Jadi Kepala BKKBN RI |
|
|---|
| Jejak Karir Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan, Pekerjaan Awal Jadi Seorang Pengusaha |
|
|---|
| Sepak Terjang Bupati Siak, Riau Afni Z, Jurnalis yang Bergelar Doktor Sebelum Usia 35 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Sosok-Ischak-Maulana-Rohman-30-April.jpg)