Breaking News:

Kabupaten Klaten

Orang Tua Diminta Waspada, Ini Pesan Kepala Dinkes Klaten Soal DBD yang Mengintai Anak-anak

Dinkes Klaten menekankan agar tidak mengabaikan gejala panas tinggi yang dialami anak.

Tayang:
Editor: Delta LP
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
KASUS DBD KLATEN - Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten Anggit Budiarto, mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya bagi anak-anak yang lebih rentan terpapar.

Dalam keterangannya kepada TribunSolo.com, Anggit menyampaikan bahwa nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD, memiliki pola aktif menggigit pada jam-jam tertentu yang justru bertepatan dengan waktu istirahat anak.

“Orang tua harus tahu, pola nyamuk DBD itu aktif menggigit sekitar pukul 10 pagi sampai jam 3 sore. Biasanya anak-anak tidur siang di waktu-waktu itu,” kata Anggit, Senin (5/5/2025).

Ia mengingatkan agar orang tua memperhatikan kondisi kamar anak, memastikan ventilasi tertutup dengan baik.

Tak kalah penting, Anggit juga menekankan agar tidak mengabaikan gejala panas tinggi yang dialami anak.

“Kalau anak panas dua hari, langsung dibawa ke fasilitas kesehatan. Apapun penyebabnya, jangan menunggu, harus segera,” ujarnya.

Baca juga: Dinkes Sebut Ada Penurunan Kasus DBD di Klaten Tahun 2025, Minta Warga Jangan Lengah Tetap Waspada

Menurutnya, upaya pencegahan yang paling efektif bukan sekadar dengan menggunakan lotion anti nyamuk, tapi dengan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

“Lotion itu bisa saja dipakai, silakan. Tapi kan itu berbayar. Yang lebih utama adalah PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Itu yang harus digalakkan, termasuk oleh orang tua di rumah,” ungkapnya.

Dinkes Klaten juga mengimbau agar PSN dilakukan minimal dua kali dalam seminggu, mengingat masih adanya potensi penyebaran DBD di sejumlah wilayah.

Ia menekankan jangan tunggu ada kasus. PSN harus jadi kebiasaan.

Dengan keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan rumah tangga, Anggit berharap angka kasus DBD di Klaten bisa terus ditekan, khususnya pada kelompok anak-anak. (*)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Klatendemam berdarahDBDAnggit Budiarto
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved