Breaking News:

Tempat Wisata

Sleman Yogyakarta Punya Spot Bersejarah, Saksi Bisu Keganasan Merapi, 1 Jam dari Pusat Kota

Bunker di Sleman Yogyakarta yang menjadi saksi bisu peristiwa letusan gunung merapi, waktu tempuh dari pusat kota sekitar 1 jam

Instagram.com/bokeh_becker
BUNKER KALIADEM - Bunker di Sleman Yogyakarta yang menjadi saksi bisu peristiwa letusan gunung merapi, waktu tempuh dari pusat kota sekitar 1 jam 

Bunker di Sleman Yogyakarta yang menjadi saksi bisu peristiwa letusan gunung merapi, waktu tempuh dari pusat kota sekitar 1 jam

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gunung Merapi dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Tak heran jika keberadaannya kerap menimbulkan rasa ngeri, terutama saat aktivitas vulkaniknya meningkat.

Ketika itu terjadi, banyak orang akan memilih menjauh demi alasan keselamatan.

Namun, di balik keganasannya, Merapi menyimpan pesona alam yang luar biasa, bahkan di lokasi-lokasi yang pernah terdampak letusannya.

Salah satu lokasi tersebut adalah Bunker Kaliadem, yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bunker Kaliadem
Bunker Kaliadem (Instagram.com/merapi_uncover)

Tempat ini menyimpan cerita pilu sekaligus menjadi saksi bisu kedahsyatan Merapi.

Beberapa kali kawasan ini dilanda luncuran awan panas.

Bahkan, pernah merenggut korban jiwa di dalamnya.

Dikutip dari Antara, Jumat (16/6/2006), dua relawan bernama Sudarwanto dan Warjono ditemukan tewas di dalam bunker yang diterjang awan panas Merapi pada Rabu (14/6/2006).

"Suhu di dalam bunker saat itu mencapai 200 derajat Celcius karena awan panas juga disertai lava pijar," tulis laporan tersebut.

Kisah tragis ini menjadi bagian penting dalam sejarah erupsi Merapi.

Kini, Bunker Kaliadem telah menjadi salah satu tujuan wisata edukatif.

Para wisatawan yang mengikuti Lava Tour akan diajak singgah ke tempat ini. 

Pemandu tur biasanya akan menceritakan kisah kelam dua relawan tersebut, sekaligus menjelaskan struktur dan fungsi bunker.

Di dalamnya terdapat satu ruangan utama berukuran cukup besar, ditambah satu ruang toilet serta ruang yang dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik, termasuk tabung oksigen.

Di tengah ruangan utama, pengunjung akan menjumpai sebuah batu besar.

Batu ini merupakan material dari letusan Merapi yang masuk ke dalam bunker ketika pintunya terbuka.

Karena kondisi dalam bunker cukup gelap dan tanpa penerangan, disarankan bagi wisatawan untuk membawa senter jika ingin menjelajahi bagian dalamnya.

Kondisi di dalam Bunker Kaliadem
Kondisi di dalam Bunker Kaliadem (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)

Namun, daya tarik kawasan ini tak hanya terbatas pada bunkernya.

Jika pengunjung naik sedikit ke arah utara, mereka akan disuguhi panorama Gunung Merapi yang menakjubkan. 

Puncaknya yang menjulang tampak merekah dengan asap yang mengepul dari kawahnya, pemandangan yang sangat memikat, terutama saat cuaca sedang cerah.

Banyak wisatawan memanfaatkan momen langka tersebut untuk mengabadikan foto dengan latar Merapi.

Jalan setapak di bagian utara akan mengantar pengunjung hingga ke ujung tebing yang terputus oleh lembah sungai.

Di titik ini, batas pengaman dipasang demi keselamatan.

Pengunjung diimbau untuk tidak melewatinya agar terhindar dari risiko jatuh ke jurang.

Meski menyimpan cerita duka, kawasan ini tetap menyuguhkan pengalaman yang tak terlupakan, perpaduan antara sejarah, edukasi, dan keindahan alam yang memukau.

(TribunNewsmaker.com/Alifian/Kompas.com)

Tags:
Bunker KaliademSlemanDaerah Istimewa Yogyakarta
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved