Program Kerja Kepala Daerah
Program Kerja Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Pernah Diingatkan soal Pengentasan Kemiskinan
Inilah program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Abdul Hamid Wahid dan Asad Yahya Syafii.
Editor: Delta LP
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Abdul Hamid Wahid dan As'ad Yahya Syafii.
Pasangan Abdul Hamid Wahid dan As'ad Yahya Syafii telah mulai pemerintahannya dengan menerapkan sejumlah program-program unggulan.
Mereka juga telah melewati masa 100 hari pertama masa kerjanya.
Abdul Hamid Wahid kini tengah fokus untuk infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Bondowoso.
Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Kontruksi (BSBK) Bondowoso melakukan trial pengaspalan jalan di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur,pada Senin (9/6/2025).
Trial pengaspalan dalam program Rantas (Infrastruktur Tuntas) ini menjadi penanda dimulainya proses pengaspalan jalan di seluruh Bondowoso dari APBD 2025 ini.
Untuk informasi, akibat efisien anggaran infrastruktur jalan di Bondowoso tahun ini yang bisa diaspal hanya 15 KM jalan reguler. Kemudian, 5 KM untuk tambal sulam. Sehingga, total hanya 20 KM.
Menurut Plt Kepala BSBK Bondowoso, Anshori, trial mix ini menggunakan campuran 20 ton Asphalt Conceret-Wearing Course (AC-WC) dan 10 ton Hot Rolled Sheer - Wearing Course (HRS-WCL yang dilaksanakan oleh 1 AMP.
Panjang realiasi trial ini sekitar 150-160 kali lebar 3 meter.
"Kalau ini masuk di spesifikasi kita, ya kita pakek," ungkapnya.
Ia menegaskan, untuk perbaikan jalan di 20 KM ini diperkirakan anggarannya sekitar Rp 23 milliar. Dan dari Pokir anggota DPRD yakni sekitar Rp 10 milliar
Adapun dari 20 KM jalan yang akan diaspal ini, akan dilakukan di 150 titik jalan dengan tingkat kerusakan maksimal 23 persen.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan pihaknya juga sedang mengajukan anggaran perbaikan jala ke Kementerian PUPR dengan total anggaran Rp 715 milliar.
Baca juga: Program 100 Hari Kerja Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Diingatkan soal Pengentasan Kemiskinan
"Kita sudah mengajukan Kementerian PUPR. Total anggaran Rp 715 milliar," urainya.
Dia mengatakan realiasi dan tanggapannya akan terus komunikasi dan pantau perkembangannya.
Ketua Komisi 3 DPRD Bondowoso, Sutriono mengatakan, jalan rusak di Bondowoso 494 KM ini secara teknis pembiayaan memerlukan anggaran Rp 1,9 triliun.
Karena itu, pihaknya mendukung usulan perbaikan jalan ke Kementerian PUPR yang jika dikonversi kepanjang jalan yakni bisa memperbaiki sekitar 100 KM lebih.
"Ini bukti keseriusan Pemda, yang kami lihat cari solusi perbaiki jalan rusak itu," pungkasnya.
Diingatkan soal Pengentasan Kemiskinan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri serah terima jabatan Bupati Bondowoso, di Gedung DPRD setempat pada Kamis (6/3/2025).
Dalam sambutannya, ia mengingatkan tentang pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso. Angka kemiskinan di Bumi Ki Ronggo menyentuh 12,6 persen atau sekitar 99.620 jiwa.
Namun jika melihat angka pengangguran Bondowoso, jumlahnya 3,63 persen (kecil, red). Artinya, banyak orang bekerja namun masih tetap miskin di Bondowoso.
"Angka pengagguran di Bondowoso ini kecil, 3,63. Tapi angka kemiskinan tinggi 12,6, artinya orang bekerja tetapi tetap miskin," ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Melihat ini dirinya meminta perlunya ada metode, langkah, dan kolaborasi yang sangat efektif. Supaya ini bisa diidentifikasi dan dilakukan penanganan terstruktur. Karena tidak ada pengurangan Bansos dari pusat.
"Pemprov pun punya program-program bantuan yang ditujukan," jelasnya.
Ia pun menjabarkan ada dua cara menolong masyarakat miskin. Pertama adalah beri bantuan, ke dua kurangi biayanya.
Mengurangi biaya ini adalah tentunya mamastikan mereka dapat akses Kesehatan gratis, pendidikan gratis, seperti program Indonesia pintar (PIP).
Dirinya meminta agar jangan sampai program PIP ini tidak tersalurkan tepat sasaran.
Atau tersalurkan tapi ada pemotongan, atau di lingkungan sekolah yang harusnya gratis ada pungutan, sumbangan, infak padahal itu pungutan.
"Ini yang harus kita berantas bersama-sama," ujarnya.
Baca juga: Sosok & Profil Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso yang Dilantik Prabowo, Dulunya Jadi Pembantu Dekan
Di lain sisi, Wagub Emil, mengingatkan pentingnya pendataan puluhan ribu warga miskin di Bondowoso. Karena, dulunya ada data yang terus diperbarui tiap 6 bulan sekali yang selama ini dipercayakan pada Kades.
"Tapi Kades ini kita juga harus tahu, political entity juga. Politis juga, perlu ditekan juga karena mereka punya hak juga siapa yang mendapat bantuan," ujarnya.
Karena itulah, dalam pendataan yang dilakukan oleh Kades ini, perlu diawasi juga oleh DPRD yang dinilainya lebih objektif lagi mengawasi.
Mengingat dalam pendataan ini, ada kesulitas melihat masyarakat yang high profile, no profit. Artinya, ada orang yang punya motor dan kulkas, namun saat berobat di ATMnya kosong.
"Ini PR kita, 99 ribu ini perlu diidentifikasi siapa. Saya percaya Kades, tapi karena saya percaya jadi saya tahu kesulitan mereka untuk menjadi sumber tunggal, " terangnya.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan, sebetulnya ada beberapa pendapat tentang pengentasan kemiskinan. Salah satunya yakni pemuktahiran data. Karena itulah, dirinya masih menunggu pemuktahiran data.
"Karena tindakan kita nanti berpijak pada data terkini," ujarnya.
Namun begitu, kata pria akrab disapa Lora Hamid itu, dalam visi dan misinya juga ada program khusus untuk pengentasan kemiskinan. Contohnya seperti pembebasan pajak bumi da bangunan miskin ekstrem.
"Ada beberapa hal yang terkait kemiskinan baik yang langsung atau pun tidak langsung," pungkasnya. (TribunNewsmaker/TribunJatimTimur)
| Dulunya Pecinta Reptil, Bupati Indramayu Lucky Hakim Sebar Ular Koros ke Sawah, Ada Warga yang Resah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Masih Cari Solusi Alternatif Atasi Sampah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Komitmen Bangun Kota Ramah Inklusi |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Bakal Bangun RS Khusus Penyakit Dalam |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Tak Ada Skema 'Work Form Anywhere' untuk ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Program-kerja-Bupati-Bondowoso-Abdul-Hamid-Wahid-dan-Asad-Yahya-Syafii.jpg)