Program Kerja Kepala Daerah
Program Kerja Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Rencanakan Jadi Pusat Industri di 3 Kecamatan
Inilah program kerja Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Jawa Timur, Mohammad Haris dan Fahmi.
Editor: Delta LP
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program kerja Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Jawa Timur, Mohammad Haris dan Fahmi.
Pasangan Mohammad Haris dan Fahmi telah mulai pemerintahannya dengan menerapkan sejumlah program-program unggulan.
Mereka juga telah melewati masa 100 hari pertama masa kerjanya.
Mohammad Haris atau Gus Haris juga sempat melakukan audiensi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
Saat menerima audiensi itu, Gus Haris menyebut, pihaknya merencanakan tiga wilayah sebagai pusat industri di Kabupaten Probolinggo, yaitu Kecamatan Tongas, Gending, dan Kotaanyar.
"Tapi untuk diminati investor itu kan ketersediaan air harus aman, listrik stabil, terutama kondusivitas serta akses jalan yang bagus, itu yang juga kami perhatikan," kata Gus Haris, Sabtu (10/5/2025).
Karenanya, lanjut Gus Haris, Pemerintah sedang mempersiapkan untuk membuat standard regulasi bagi para investor atau pengusaha yang akan masuk atau berada di Kabupaten Probolinggo. Termasuk di antaranya adalah penyerapan tenaga kerja dari warga lokal.
"Bagaimana nanti regulasi ini bisa ramah ke investor. Namun juga harus 70 persen pekerjanya harus dari warga lokal," ujar Gus Haris.
Dengan lapangan kerja dan potensi masuknya investor baru ke Kabupaten Probolinggo, menurut Gus Haris, dunia perburuhan tentu menjadi salah satu perhatiannya dalam hal kesejahteraan.
"Hal ini peluang bagi Sarbumusi untuk melakukan advokasi terhadap para buruh, terlebih 97 persen warga Kabupaten Probolinggo merupakan warga Muslim dan mayoritas nahdliyyin," ungkap Gus Haris.
"Ini kesempatan bagi Sarbumusi sebagai Banom NU untuk melakukam advokasi dan bersinergi dengan pemerintah. Namun, pendekatannya kepada buruh, kepada investor harus santun, karena Sarbumusi ini kan NU," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Probolinggo, Babul Arifandi mengatakan, sejauh ini sudah beberapa advokasi yang dilakukan terhadap sejumlah buruh yang hak-haknya tidak sepenuhnya dipenuhi oleh perusahaan.
Baca juga: Program 100 Hari Kerja Wali Kota Probolinggo Aminuddin,Buat Rumah Perdamaian Solusi Kriminal Kecil
"Karena rata-rata buruh di Kabupaten Probolinggo, utamanya Nahdliyyin, itu buruh para perusahaan midle atau menengah ke bawah. Sehingga, secara kesejahteraan jauh lebih rendah dari pabrik di segmen kelas atas," tutur Babul.
Selain itu, menurut Babul, di Kabupaten Probolinggo banyak buruh yang masih berstatus buruh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Sehingga, banyak hak dasar buruh yang belum terpenuhi, seperti uang lembur maupun gaji yang tidak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK).
"Kami siap mengawal kesejahteraan buruh, tapi bukan berarti menghambat dunia investasi. Sehingga iklim investasi bisa tumbuh, san masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa mandiri dan sejahtera," pungkasnya.
Singgung Kemiskinan dan Kekompakam OPD
Saat di Di hari pertama kerja, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris langsung mendatangi ruangan pribadinya di Kantor Bupati Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.
Gus Haris mengecek ruangannya bersama istrinya Marisa Juwita Sari dan ditemani Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto dan bersama jajarannya setelah menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung DRPD setempat.
Di hari pertama kerja, Bupati Probolinggo, dr Mohammad Haris mengatakan, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat untuk membawa Kabupaten Probolinggo ke arah yang lebih baik.
"Bahkan sebelum kami dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, hal itu sudah kami terapkan dengan adanya bencana alam kemarin. Yang mana semua bersatu padu," kata Gus Haris, Senin (3/3/2025).
Oleh karena itu, lanjut Gus Haris, pihaknya akan mengumpulkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo agar bisa bersama-sama bergandengan tangan antar instansi.
"Kerjasama antar instansi terkait ini yang selama ini tidak pernah dilakukan dan ditemukann. Sehingga akan ditekankan lagi, kedepannya bisa sama-sama bergandengan tangan," ujarnya.
Menurut Gus Haris, masih banyak tantangan yang harus dihadapi kedepannya, mulai dari kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga permasalahan stunting. Namun dengan kerja sama yang solid, Kabupaten Probolinggo dapat bangkit.
"Kita harus tetap berpikir positif dan terus bergerak maju. Kita memiliki banyak potensi untuk keluar dari keterpurukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Gus Haris. (TribunNewsmaker/TribunProbolinggo/TribunJatimTimur)
| Dulunya Pecinta Reptil, Bupati Indramayu Lucky Hakim Sebar Ular Koros ke Sawah, Ada Warga yang Resah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Masih Cari Solusi Alternatif Atasi Sampah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Komitmen Bangun Kota Ramah Inklusi |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Bakal Bangun RS Khusus Penyakit Dalam |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Tak Ada Skema 'Work Form Anywhere' untuk ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Program-kerja-Bupati-Probolinggo-Mohammad-Haris-dan-Fahmi.jpg)