Sosok
Sepak Terjang I Made Mahayastra Bupati Gianyar, Anak Penjual Kopi dan Guru SD, Jabat 2 Periode
Simak sepak terjang I Made Mahayastra Bupati Gianyar, anak guru SD dan penjual kopi, jadi kepala daerah 2 periode.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - I Made Mahayastra kembali melanjutkan kiprahnya sebagai pemimpin Kabupaten Gianyar untuk periode 2025–2030.
Dalam Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Anak Agung Gde Mayun sebagai Wakil Bupati.
Keduanya berhasil merebut hati masyarakat Gianyar dengan perolehan suara yang mengesankan, yaitu sebanyak 255.492 suara.
Kemenangan pasangan ini terasa lebih manis karena tidak menghadapi gugatan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
Berdasarkan informasi dari laman resmi mkri.id, tidak ada permohonan sengketa yang diajukan terkait hasil Pilkada Gianyar 2024.
Baca juga: Sepak Terjang Nurochman Wali Kota Batu, Dulu Tukang Sapu di Hotel, Kini Kerja Sama dengan Belanda
Hal ini membuka jalan mulus bagi I Made Mahayastra dan Anak Agung Gde Mayun untuk mengikuti proses pelantikan kepala daerah terpilih yang berlangsung pada Februari 2025.
Bagi masyarakat Gianyar, nama I Made Mahayastra tentu sudah sangat akrab. Ia bukanlah sosok baru dalam dunia pemerintahan di daerah ini.
Sebagai bupati petahana, Mahayastra telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Tak heran, pada Pilkada 2024, ia berhasil mengonsolidasikan kembali basis pendukungnya dan memenangkan suara rakyat untuk kedua kalinya.
Politikus yang bernaung di bawah bendera PDI Perjuangan ini pun resmi mengemban amanah untuk periode keduanya sebagai Bupati Gianyar.
Namun di balik keberhasilannya, perjalanan Mahayastra dalam dunia politik tidaklah instan dan penuh tantangan.
Dari Anak Penjual Kopi ke Kursi Bupati
I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P., adalah tokoh kelahiran 2 Juni 1971 dari Desa Melinggih, Payangan, Gianyar.
Ia merupakan anak dari pasangan Ni Made Sudani, seorang penjual kopi, dan I Wayan Sutama, guru sekolah dasar.
Perjalanan politik Mahayastra dimulai dari bawah.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Gianyar, ia lebih dulu dipercaya menjadi Wakil Bupati pada periode 2014–2018.
Selanjutnya, ia terpilih sebagai Bupati Gianyar untuk periode 2018–2023, yang masa jabatannya resmi berakhir pada 20 September 2023.
Dedikasi dan rekam jejak panjang dalam pelayanan publik inilah yang membentuk citranya sebagai pemimpin yang berkomitmen pada kemajuan Gianyar.
Kini, memasuki periode kedua sebagai bupati, masyarakat menaruh harapan besar pada kelanjutan program dan gebrakan baru yang akan dibawanya.
Baca juga: Sepak Terjang Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo Panggil Camat Buntut Proyek Jalan Rusak Rp 190 Juta
Biodata
- Tempat, Tanggal Lahir: Gianyar, 2 Juni 1971
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Alamat: Gianyar, Bali
- Agama: Hindu
- Pendidikan Terakhir: S2
Pendidikan
- SDN 6 Payangan (1979 – 1985)
- SMPN 1 Payangan (1985 – 1988)
- SMAN 1 Gianyar (1988 – 1991)
- Universitas Udayana Denpasar (1991 – 1996)
- Universitas Ngurah Rai Denpasar (2009 – 2012)
Organisasi
- Anggota/Saksi Pemilu Tahun 1992.
- PAC PDI Perjuangan Kecamatan Payangan (1994- 2000)
- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar (2000-2005)
- Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Prop.Bali (2005-2010)
Pengalaman Kerja
- Ketua DPRD Kab. Gianyar, Masa Bhakti (2004–2009)
- Ketua DPRD Kab. Gianyar, Masa Bhakti (2009–2014)
- Wakil Bupati Gianyar, Masa Bhakti (2014-2018)
- Bupati Gianyar, Masa Bhakti (2018-2023)
Gebrakan I Made Mahayastra - Anak Agung Gde Mayun
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2024 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar, Senin (16/6).
Dalam laporannya, Mahayastra menyebutkan bahwa Pendapatan Daerah yang direncanakan sebesar Rp 3,060 triliun, terealisasi sebesar Rp 2,975 triliun atau 97,24 persen.
"Belanja Daerah yang terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer dalam Tahun Anggaran 2024 direncanakan sebesar Rp 2,944 triliun, terealisasi sebesar Rp 2,541 triliun atau 86,31 persen," ujar Mahayastra.
Mahayastra juga menjelaskan bahwa realisasi penerimaan Pendapatan Daerah Tahun anggaran 2024 lebih tinggi sebesar Rp 85,547 miliar dari yang direncanakan.
Peningkatan ini disebabkan oleh optimalnya pendataan potensi wajib pajak baru yang menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.
Nilai Surplus/Defisit ditambah dengan Pembiayaan Netto menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2024 sebesar Rp 324,494 miliar.
Berdasarkan Neraca Tahun Anggaran 2024, Mahayastra menjelaskan bahwa jumlah aset sebesar Rp 4,473 triliun yang terdiri atas aset lancar, Investasi Jangka Panjang, Aset Tetap dan Aset Lainnya.
Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2024 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali.
"Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas atas dukungan semua pihak, yang telah bekerja keras sesuai dengan norma-norma hukum demi kemajuan Kabupaten Gianyar yang kita cintai," pungkas Mahayastra.
(TribunNewsmaker/TribunBatam)
Sumber: Tribun Batam
| Sosok Agung Firman Eks Ketua BPK Bela Nadiem Makarim, Sentil Cara Audit Kasus Chromebook: Tak Cocok |
|
|---|
| Sosok Perry Warjiyo Gubernur BI, Harta Naik Rp 15 M Jadi Rp 72 M, Diminta Mundur saat Rupiah Melemah |
|
|---|
| Sosok Robig Zaenudin, Eks Polisi Penembak Siswa SMKN 4 Semarang Kini Dibui di Nusakambangan |
|
|---|
| Sosok Gatut Sunu Wibowo Bupati Tulungagung yang kena OTT KPK, Kekayaan Fantastis Tembus Rp 18 M |
|
|---|
| Sosok Justin Hubner Kekasih Jennifer Coppen, Pamer Foto Prewedding, Isyarat Pernikahan Makin Dekat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/I-Made-Mahayastra-Bupati-Gianyar-avavd.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.