Breaking News:

SPMB

SPMB Jateng Tahap 2 Masih Dibuka Khusus Siswa yang Ingin Sekolah Gratis di SMA/SMK, Ini Syaratnya

SPMB Jateng Tahap 2 masih dibuka khusus siswa yang ingin sekolah gratis di SMA/SMK, simak persyaratannya.

Pexels/Agung Pandit Wiguna
PESERTA SPMB - Ilustrasi murid diunduh dari Pexels.com (10/3/2025). SPMB Jateng Tahap 2 masih dibuka khusus siswa yang ingin sekolah gratis di SMA/SMK, simak persyaratannya. 

SPMB Jateng Tahap 2 Masih Dibuka Khusus Siswa yang Ingin Sekolah Gratis di SMA/SMK, Ini Syaratnya

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng) kembali membuka peluang bagi para calon siswa dari keluarga kurang mampu melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap II.

Pada tahap kedua ini, tersedia sebanyak 3.091 kursi di sekolah swasta yang akan diberikan secara gratis bagi siswa yang berhasil lolos dalam proses seleksi.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah.

Sekretaris Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaini, menjelaskan bahwa SPMB tahap II khusus diperuntukkan bagi siswa miskin melalui program unggulan yang dikenal dengan nama "Sekolah Kemitraan Swasta".

Program Sekolah Kemitraan Swasta ini merupakan terobosan yang digagas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan tujuan utama memberikan kesempatan pendidikan setara kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Dengan adanya program ini, para siswa miskin memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di sekolah swasta tanpa harus terbebani biaya sama sekali.

“Melalui program yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ini, siswa miskin bisa bersekolah gratis di sekolah swasta,” jelas Syamsudin.

Baca juga: Jadwal dan Cara Daftar Ulang SPMB Jabar 2025, Bisa Online & Offline, Catat Dokumen yang Wajib Dibawa

SPMB JABAR 2025 - Ilustrasi siswa SMA ujian.
SPMB JABAR 2025 - Ilustrasi siswa SMA ujian. (KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT)

Ia menambahkan bahwa pendaftaran untuk SPMB Jateng tahap II akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 7 hingga 9 Juli 2025.

Proses pendaftaran ini dilakukan secara daring atau online, dan para calon siswa bisa langsung mengakses laman resmi di https://spmb.jatengprov.go.id.

Dalam keterangannya, Syamsudin mengimbau agar para calon siswa baru dari keluarga miskin tidak menunda waktu dan segera mempersiapkan diri serta proaktif dalam mengikuti proses pendaftaran.

Tak hanya siswa, ia juga mendorong agar seluruh Cabang Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah yang menjadi mitra dalam program ini turut berperan aktif dalam mengoptimalkan penyerapan peserta didik.

Syamsudin pun memberikan semangat kepada para calon siswa dengan mengatakan, "Masih ada kesempatan untuk adik-adik bisa bersekolah di sekolah mitra, yang nanti juga perlakuannya sama dengan adik-adik di sekolah negeri."

Ia menegaskan bahwa para siswa yang diterima melalui program ini tidak akan dipungut biaya apapun, sama seperti siswa di sekolah negeri.

“Tidak akan dibebani biaya, gratis,” tegas Syamsudin saat memberikan keterangan resmi pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Baca juga: Hasil Seleksi SPMB Kediri 2025 untuk Jenjang SMP, Cara Daftar Ulang dengan Tanda Bukti Verifikasi

SPMB Jateng 2025: SPMB Jawa Tengah 2025 untuk SMA/SMK sudah dibuka
SPMB Jateng 2025: SPMB Jawa Tengah 2025 untuk SMA/SMK sudah dibuka (https://spmb.jatengprov.go.id/)

Untuk mendukung kelancaran program ini, Disdikbud Jateng telah menyiapkan kuota sebanyak 5.004 kursi, yang tersebar di 139 sekolah swasta mitra jenjang SMA dan SMK.

Rata-rata, setiap sekolah mitra menyediakan 36 kursi khusus yang diperuntukkan bagi siswa miskin dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Saat pendaftaran SPMB reguler sebelumnya, kuota tersebut telah diisi oleh 1.913 calon murid baru dari kalangan keluarga miskin yang telah berhasil mendaftar lebih awal.

“Terakhir kami pantau, untuk sekolah kemitraan dengan kuota 5.004 siswa, kemarin terserap kurang lebih 1.913 siswa,” ujar Syamsudin.

Artinya, masih tersedia sekitar 3.091 kursi yang belum terisi, sehingga kesempatan untuk mendaftar masih sangat terbuka lebar.

Syamsudin menyimpulkan bahwa rendahnya serapan kuota ini disebabkan oleh kecenderungan siswa yang masih lebih meminati sekolah negeri, namun ia berharap masyarakat bisa lebih terbuka dengan pilihan sekolah swasta mitra yang juga berkualitas.

Lalu, siapa saja yang bisa mendaftar pada Sekolah Kemitraan Swasta? 

Syamsudin menjelaskan, ada beberapa kriteria calon siswa baru bisa diterima di sekolah kemitraan swasta, syarat tersebut di antaranya:

-Berasal dari keluarga miskin, yang telah masuk afirmasi kemiskinan. 

-Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Jateng prioritas 1 (miskin ekstrem), 2 (sangat miskin), dan 3 (miskin). 

-Termasuk di dalamnya, anak panti dan anak tidak sekolah (ATS) yang telah melakukan verifikasi pada saat pelaksanaan SPMB utama, dan data CMB harus sudah ada dalam database Sistem Informasi SPMB

"Peruntukannya adalah anak-anak dari DTKS Jateng 1,2,3 yang sudah mengajukan akun, sudah verifikasi, sudah masuk database sistem SPMB dan sudah diverifikasi validasi oleh Dinsos Jateng."

"Tidak untuk mereka yang tidak diterima pada sekolah negeri di luar database," jelasnya.

Siswa yang dinyatakan lolos SPBM Jateng tahap II dijadwalkan melakukan daftar ulang pada 11 Juli 2025.

Mereka kemudian mengikuti pembelajaran tahun ajaran baru yang dimulai 14 Juli 2025.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunBanyumas)

Tags:
SPMBJawa Tengahsekolah gratisSMA
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved