Berita Viral
Daftar 10 Orang yang Diperiksa Imbas Tragedi Pernikahan Anak Dedi Mulyadi yang Tewaskan 3 Korban
Inilah daftar 10 orang yang diperiksa imbas tragedi pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina yang menewaskan tiga korban.
Editor: Delta LP
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah daftar 10 orang yang diperiksa imbas tragedi pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina.
Anak Gubernur Jawa Barat Dedi Muladi dan Wakil Bupati Garut itu melangsungkan pernikahannya pada Rabu (16/7/2025) lalu.
Setelah pernikahan yang digelar secara meriah tersebut selesai, Maula Akbar dan Putri Karlina kemudian melakukan syukuran.
Syukuran ini dilakukan dengan penyediaan makan gratis bagi warga pada Jumat (18/7/2025).
Nahas, acara yang seharusnya berlangsung meriah tersebut justru berakhir jadi tragedi.
Rebutan makan gratis menjadi tak terkendali dan berujung memakan korban.
Ada tiga orang yang meninggal dalam momen itu, dan salah satu korban adalah anggota kepolisian.
Sejumlah orang diperiksa atas kejadian di luar kendali ini.
Kasus ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Barat.
Desakan Praktisi hukum sekaligus advokat senior di Garut, Yudi Kurnia belum dikabulkan.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengatakan, perkara itu sudah dilimpahkan ke Polda Jabar sejak Minggu (20/7/2025) pukul 10.30 WIB.
"Kita sudah melakukan serangkaian penyelidikan untuk kejadian yang di Pendopo, mengenai makan gratis. Kita sudah melakukan serangkaian penyelidikan dan langkah-langkah," ujar Joko kepada wartawan, Senin (21/7/2025).
Ia menegaskan, semua proses awal penyelidikan dan berkas perkara telah diserahkan ke pihak Polda Jabar.
Setidaknya, 10 orang telah diperiksa dalam tahap awal penyelidikan.
Mereka terdiri atas berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk tim pengamanan, event organizer atau wedding organizer (WO), anggota Satpol PP, petugas kesehatan, hingga tim ambulans.
Baca juga: Biaya Pernikahan Maula Akbar & Putri Karlina, Dedi Mulyadi Beri Santunan Korban Tewas, Hampir Rp 1 M
"Dan sudah kita serahkan semua ke Krimum Polda Jabar," kata Joko.
Joko menyampaikan, pelimpahan perkara ini merupakan perintah langsung dari Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan.
Ia menjelaskan, Polres Garut tetap siap mendukung dan membantu proses penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jabar.
"Kita juga siap membantu melakukan apabila dilakukan oleh Polda Jabar," tutup Joko.
Harusnya diambil alih Mabes Polri
Praktisi hukum sekaligus advokat senior di Garut, Yudi Kurnia, meminta Mabes Polri turun tangan menangani kasus tragedi makan gratis di Garut dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Yudi menilai, keberadaan Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, menjadi alasannya.
"Karena di dalam struktur acara ada nama Kapolda Metro Jaya, maka penyidikannya harus dilakukan oleh tingkat yang lebih tinggi, yaitu Mabes Polri," ucap Yudi, Minggu (20/7/2025).
Kasus ini, menurut, Yudi Kurnia, merupakan ujian besar bagi penegakan hukum di Indonesia.
"Itu harus diproses secara hukum dan dipertanggungjawabkan. Ini akibat dari kelalaian dalam penyelenggaraan pembagian makan yang dihadiri ribuan warga, tanpa perhitungan matang terhadap faktor keamanan dan keselamatan," kata Yudi.
Ia menolak anggapan bahwa peristiwa tersebut adalah pesta rakyat.
Menurutnya, itu adalah pesta pernikahan pejabat yang coba dilegitimasi sebagai acara kerakyatan lewat pembagian konsumsi gratis.
Lebih jauh, Yudi menekankan, proses hukum terhadap peristiwa ini harus menjunjung asas equality before the law.
"Harus ada perlakuan yang sama di mata hukum, baik terhadap rakyat kecil maupun pejabat. Maka, selama proses hukum berjalan, semua pihak yang menjabat di pemerintahan maupun kepolisian sebaiknya dinonaktifkan untuk menghindari intervensi relasi kuasa," ucap dia.
Ia juga mengingatkan, tanggung jawab tidak cukup hanya berupa permintaan maaf atau ganti rugi materiel.
Baca juga: Maula Akbar Anak Dedi Mulyadi Buru YouTuber yang Sebar Kabar Makan Gratis, Dituduh Biang Kerok
Penyelenggara hajatan juga, katanya, harus bertanggung jawab secara hukum.
"Ada pasal-pasal yang mengatur dalam KUHP, suka tidak suka harus diproses untuk penegakan hukum," kata Yudi.
Dia menilai, tragedi ini menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum, lantaran berhadapan dengan pejabat pemerintah dan unsur kepolisian.
Untuk memastikan transparansi, Yudi mendesak agar penyidikan tidak ditangani di level daerah. Ia meminta Mabes Polri turun tangan langsung.
Diinvestigasi
Polisi bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tragedi di pintu gerbang Pendopo Garut yang mengakibatkan tewasnya tiga orang dalam kegiatan pesta rakyat pernikahan putra Dedi Mulyadi Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan. Menurutnya, banyak informasi simpang siur di tengah masyarakat.
Polisi, katanya, sudah memeriksa TKP dan akan melakukannya lagi guna mencari titik terang penyebab kasus ini.
"Kami akan investigasi. Datanya masih sebatas data informasi awal," ujarnya, Minggu (20/7/2025).
Lanjut Hendra, belum ada pemeriksaan terhadap saksi. Penyelidikan awal masih berjalan dan dipastikan kasus ini akan ditarik ke Polda Jabar dalam penanganannya.
"Nanti ini akan kami lakukan investigasi ulang dan kami akan tahu dan disampaikan nanti," ujarnya.
Hendra menegaskan semua pihak bakal diperiksa atas dugaan kelalaian.
Resepsi pernikahanPutri Karlina dan Maula Akbar, berubah muram setelah tiga orang meninggal dunia karena desak-desakan saat mengantre makan gratis.
Peristiwa ini terjadi di gerbang barat Alun-alun Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025).
Korban terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian Polres Garut.
Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id di lokasi, kerumunan mulai memadati area setelah salat Jumat.
Warga tampak mengantre di dua gerbang pendopo untuk mendapatkan makanan gratis yang sudah disediakan oleh panitia.
Akan tetapi, situasi tidak terkendali saat warga berdesakan di gerbang hingga menyebabkan korban terinjak-injak.
Sementara itu, dari video yang diterima TribunJabar.id, nampak warga berdesak-desakan di gerbang masuk Pendopo Garut. Ibu-ibu, bapak-bapak, lansia, hingga anak-anak berebut untuk masuk sambil menjulurkan tangan.
Tak sedikit warga yang terdorong hingga jatuh dan terinjak-injak warga lain di belakangnya.
Tampak beberapa orang mengulurkan tangan meminta bantuan setelah jatuh dan terdesak warga lain.
Suasana nampak kacau, sementara petugas berusaha membantu warga yang jatuh dan terhimpit.
Daftar Korban Meninggal Dunia
1. Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
2. Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara.
3. Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut. (TribunNewsmaker/TribunTimur/TribunJabar)
Sumber: Tribun Timur
| Nasib Sopir Taksi Green SM Usai Mobilnya Jadi Penyabab Kecelakaan Kereta di Bekasi, Diamankan Polisi |
|
|---|
| Disebut Jadi Pemicu KA Argo Bromo Tabrak KRL, Pernyataan Green SM Disorot: Tanpa Ucapan Duka & Maaf |
|
|---|
| Penyebab Taksi Hijau Berhenti di Tengah Rel, Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi: 14 Orang Tewas |
|
|---|
| Sosok Noviandi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Tabrakan dengan KRL di Bekasi, Selamat dari Maut |
|
|---|
| Ibu Muda Tewas di Hari Pertama Kerja Usai Cuti Lahiran dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/10-orang-diperiksa-imbas-pernikahan-Maula-Akbar-dan-Putri-Karlina.jpg)