Kabupaten Klaten
Fire Safety Challenge 2025: Simulasi Darurat, Cermin Kesiapsiagaan Klaten
Kompetisi Fire Safety Challenge 2025 yang berlangsung di Alun-alun Klaten pada Rabu (23/7/2025).
Editor: Delta LP
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Kompetisi Fire Safety Challenge 2025 yang berlangsung di Alun-alun Klaten pada Rabu (23/7/2025) menjadi momentum penting dalam menguji respons cepat dan koordinasi tim penyelamat menghadapi situasi kebakaran.
Kegiatan ini melibatkan 37 tim yang berlomba melewati berbagai tantangan fisik dan teknis, seperti monkey bar, pemadaman api dengan teknik smothering, penggunaan APAR, pemadaman dengan selang tunggal, hingga evakuasi korban menggunakan tandu.
Semua dirancang menyerupai skenario darurat yang mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran lintas sektor.
“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mengedukasi masyarakat dan semua OPD untuk lebih siap dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya skala kegiatan diperluas, bahkan hingga tingkat provinsi dan desa.
“Tahun depan kita upayakan jumlah peserta lebih banyak. Kita bisa rangkul desa-desa dan buat event seperti ini dua kali setahun, salah satunya tingkat provinsi,” katanya.
Dengan potensi bencana yang cukup besar di wilayah Klaten, pelatihan seperti ini menjadi bagian dari strategi mitigasi yang konkret. Tak hanya menumbuhkan keterampilan teknis, tetapi juga menguatkan sinergi antar-instansi.
Senada, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Klaten Joko Hendrawan, menegaskan jika lomba ini bertujuan meningkatkan keterampilan lapangan para peserta.
Baca juga: Bupati Klaten Hamenang Pastikan Tak Pesimis, Potensi Lokal Kunci Sukses Koperasi Desa Merah Putih
“Kami berharap tim yang andil dalam lomba ini mendapatkan pengalaman dan meningkatkan skill-nya dalam penanganan awal kebakaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partisipasi yang lebih luas dari relawan kecamatan.
“Tentu kami berharap semakin banyak tim yang mengikuti Klaten Fire Safety Challenge. Khususnya tim relawan kecamatan, sehingga bencana kebakaran dapat dicegah dan tertangani sedini mungkin,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran banyak masyarakat agar memahami keterampilan penanganan awal bencana kebakaran. Sehingga bencana kebakaran yang terjadi dapat dicegah untuk meminimalkan kerugian.
Ajang ini tak hanya melatih refleks dan koordinasi tim dalam situasi darurat, namun juga menjadi wahana edukasi publik soal pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. (*)
Sumber: Tribun Solo
| Keluarga Korban Kantongi CCTV, Bupati Hamenang Yakin Polisi Usut Tuntas Kasus Klitih di Prambanan |
|
|---|
| Akibat Jatuh Korban Klitih di Klaten, Bupati Hamenang Pertimbangkan Jam hingga Ronda Malam! |
|
|---|
| Total 3 Korban Klitih Malam Takbiran, Bupati Hamenang Siap Telusuri dan Bantu Korban Lain |
|
|---|
| Bupati Hamenang Sentil Pelaku Klitih: Apa Keuntungannya? Tidak Ada yang Diuntungkan |
|
|---|
| Klitih Buat Pemuda Klaten Terbaring, Bupati Hamenang Turun Tangan Beri Bantuan dan Jamin Pengobatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Klaten-SFC-2025.jpg)