Berita Viral
Tangis Dea Pecah! Anak Nelayan Ini Diterima di ITB, Rumah Sederhana Penuh Piagam Lomba & Piala
Dea Vio Lantini, anak seorang nelayan, berhasil menembus Fakultas Teknologi Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dea Vio Lantini, anak seorang nelayan, berhasil menembus Fakultas Teknologi Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rumah sederhananya nyaris digusur, tapi penuh dengan ratusan piagam dan piala.
Tangis haru Dea pecah saat mendapatkan apresiasi. Ia percaya, hanya lewat pendidikan nasib bisa diubah.
Baca juga: Heboh! Tanda Tangan Ijazah Dipatok Rp15 Ribu oleh Kepsek, Wali Murid di Bekasi Ngadu ke Wali Kota
Sosoknya viral setelah dibagikan oleh Imam Santoso, dosen di program studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB sekaligus kreator konten.
Ketika didatangi ke kediamannya, gadis yang akrab disapa Dea tersebut tidak kuasa menahan tangisnya.
Bahkan, Imam Santoso pun ikut terharu saat melihat Dea menangis.
"Aku jadi nangis," kata Imam Santoso, Kamis (17/7/2025).
Dalam keterangan unggahannya, Imam Santoso mengatakan, Dea adalah anak seorang nelayan di Bali.
Dea dan keluarganya tinggal di rumah sederhana di pesisir pantai Bali.
Namun, keterbatasan ekonomi tidak membuat Dea untuk berhenti berprestasi.
"Dari rumah yang mau digusur di pesisir pantai Bali, ada Dea anak nelayan juara debat nasional piala MK dan keterima FTI, ITB," kata Imam Santoso.
Dosen ITB dan timnya kemudian tampak memasuki rumah kediaman Dea.
Di dalam rumah dua lantai dengan alas kayu sebagai pijakan tersebut, terdapat banyak piagam milik Dea.
"Piagam satu lantai tidak muat," lanjutnya, dikutip dari Tribun Jabar.
Imam juga tampak melihat banyak piala milik anak nelayan tersebut.
"Rumah di bibir laut, penuh dengan piala, salah satunya piala dari MK (Mahkamah Konstitusi)," katanya.
Di dalam rumah tersebut ada lima orang yang tinggal bersama.
Dea pun mulai bercerita soal kisah hidupnya dan keluarga.
Sebagai anak nelayan, ia mengaku sering khawatir pada sang ayah.
"Kalau ombak besar kadang deg-degan, bapak selamat enggak ya di laut, pulang enggak ya sampai selamat," ujar Dea dengan suara bergetar.
Karena kondisi keluarganya tersebut, Dea pun memiliki mimpi besar.
"Makanya punya motivasi agar belajar keras, karena Dea percaya pendidikan bisa merubah nasib, kalau enggak, kita bakal gini-gini aja," katanya.
Tangisnya semakin pecah saat mendapatkan apresiasi dan hadiah dari Paragon Corp berupa laptop hingga uang tunai untuk bekal merantau ke Bandung.
Lebih lanjut, Dea mengaku terinspirasi dari seniornya di SMA yang juga masuk ITB di tahun 1999, Nyoman Adi Arsana.
Ia mengatakan, seniornya tersebut sering memberikan motivasi dan kiat-kiat agar bisa masuk ITB.
Di sisi lain, ia melihat keterbatasan ekonomi keluarganya.
Hal itulah yang membuat semangatnnya menggunung untuk lolos dan kuliah di ITB.
Kisah Dea pun langsung mencuri perhatian netizen.
Berikut beberapa komentar dari netizen yang ikut terharu:
@dia***: Singaraja gudangnya pelajar berprestasi pak ...bangga bgt liatnya. Sukses trus nggih gek.
@led***: Nangiss banget. Anak hebat calon orang sukses. Semoga Tuhan bukakan jalan untuk bisa mengubah nasib keluarga lewat pendidikan yaa
@nip***: dea ini adalah murid saya, waktu sma binaan saya lomba debat, dia sangat hebat, siswa yang penuh semangat dan tidak pernah menunjukkan rasa sedihnya
@agn***: Karena PENDIDIKAN kita bisa merubah nasib,bukan hanya diri sendiri & seluruh garis kehidupan keluarga besar kita. 1 mutiara berhati mulia pasti akan terus bersinar karena kekuatan orang2 terkasih yg tiada henti mendukung doa & semangat. Semangat berjuang Dea, kamu pasti sukses & menjadi anak Hebat!
Di Jawa Timur, sosok anak pedagang es keliling bernama Avan Ferdiansyah Hilmi, juga menginspirasi.
Pasalnya, ia berhasil masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan akan menjadi mahasiswa.
Avan sendiri merupakan siswa SMAN 1 Ponorogo baru lolos Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB (FITB).
Kisah Avan viral setelah dibagikan oleh dosen ITB sekaligus influencer pendidikan, Imam Santoso, melalui akun Instagramnya pada Senin (7/7/2025).
Imam Santoso tampak mengunjungi kediaman Avan dan keluarganya di Jalan Bali, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kedatangan Imam Santoso pun disambut baik oleh Avan dan keluarganya.
Saat hendak memasuki rumah Avan, Imam Santoso sempat mengira toko piala.
Lantaran di dalam rumah Avan begitu banyak piala yang tertata rapi di dalam etalase.
"Awalnya dikira toko piala, ternyata ini rumah anak Ponorogo yang baru keterima ITB," tulis Imam Santoso, dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (8/7/2025).
Ternyata, piala yang berjejer di alam rumah tersebut adalah milik Avan.
Tidak hanya piala, orang tua Avan menyimpan banyak piagam milik anaknya dengan rapi di sebuah map.
Penghargaan yang didapatnya tersebut mulai dari SD hingga SMA di tengah keterbatasan ekonomi.
Kini, Avan pun mendapatkan apresiasi dari Paragon Corp.
Mulai dari laptop, produk paragon, hingga uang tunai untuk bekal awal merantau ke Bandung.
Avan tampak terharu memeluk ibunya saat mendapatkan bantuan.
Dari pertemuan ini, terungkap bahwa ayah Avan, Eko, sehari-hari berjualan es keliling.
Begitupun dengan Ibu Avan, Umi Latifah, juga berjualan es keliling di tempat yang berbeda.
Kisah Avan tak ayal langsung menuai beragam komentar netizen.
Mereka salut dengan Avan yang panen prestasi di tengah kondisi ekonomi yang seadanya.
@din***: Masyaallah tabarakallah definisi low cost maintenance but high performance
@ind***: Hebat... Salut.. tetap semangat.. buat perusahaan2 besar tolong bantu dia smpai lulus kuliah
@pup***: Saya selalu penasaran ingin tahu siapa sosok ibu hebat dibalik kisah2 anak cerdas kebanggan bangsa...krn tidak bs dipungkirin warisan cerdas dr ibu, dan madrasah awal pendidikan di rmh adalah ibu, sehat dan sukses terus anak hebat.
(TribunNewsmaker.com/TribunJatim.com)
| Sorotan Dunia! Parlemen Eropa Keluarkan Resolusi Keras: Usut & Adili Dalang Utama Kasus Andrie Yunus |
|
|---|
| Iran Buka Sinyal Damai dengan AS, Kesepakatan Besar Disebut Tinggal Menunggu Waktu |
|
|---|
| Blackout Sumatera Makan Korban, 2 Pelajar di Tanah Datar Tewas Diduga Hirup Asap Genset Mematikan |
|
|---|
| Duka Saat Blackout Sumatera: 4 Orang Tewas Diduga Keracunan Asap Genset di Tengah Mati Lampu |
|
|---|
| Kabar Eks Polwan Yuni Utami, Aniaya Tetangga di Sigi, Sempat Live TikTok usai Dilaporkan ke Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Dea-Vio-Lantini-anak-seorang-nelayan-berhasil-menembus-Fakultas-Teknologi-Industri-ITB.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.