Breaking News:

Rohmat Sukur Ternyata Cuma Sopir Bos di Jakarta, Susun Tim Intai Gerak-gerik Ilham Kacab Bank BUMN

Inilah sosok Rohmat Sukur, ternyata cuma sopir bos di Jakarta, susun tim untuk intai serak-gerik Ilham Kacab Bank BUMN.

TribunNewsmaker.com | TribunJakarta/Istimewa
KACAB BANK DIBUNUH - Sosok Rohmat, pria yang sempat menghilang dari rumahnya di Semarang, akhirnya ditangkap polisi setelah terbukti jadi penyedia tim pengintai. Inilah sosok Rohmat Sukur, ternyata cuma sopir bos di Jakarta, susun tim untuk intai serak-gerik Ilham Kacab Bank BUMN. 

Rohmat Sukur Ternyata Cuma Sopir Bos di Jakarta, Susun Tim Intai Gerak-gerik Ilham Kacab Bank BUMN

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warga di kawasan Semarang Timur, Jawa Tengah, selama ini mengenal sosok Rohmat Sukur hanya sebagai seorang sopir pribadi dari seorang pengusaha di Jakarta.

Penampilannya sederhana, tubuhnya tegap, dengan tulang muka yang kokoh serta sorot mata yang tajam.

Tak sedikit yang menilai Rohmat sebagai pribadi yang rendah hati, mudah bergaul, dan bahkan sering melontarkan guyonan kepada orang di sekitarnya.

Namun, ada sisi lain yang selama ini tak pernah diketahui oleh banyak orang. Di balik sikapnya yang bersahaja, Rohmat ternyata memiliki keterlibatan besar dalam kasus kriminal besar yang mengguncang publik.

Ia diduga kuat menjadi salah satu tokoh kunci dalam kasus penculikan disertai pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, seorang kepala cabang bank BUMN di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Penyidik dari Polda Metro Jaya berhasil menelusuri jejaknya dan memasukkan nama Rohmat Sukur ke dalam kelompok yang disebut sebagai klaster tim pengintai.

Lebih jauh lagi, Rohmat juga berperan sebagai penyedia dukungan teknologi informasi yang digunakan untuk melacak gerak-gerik korban sebelum aksi penculikan berlangsung.

Dalam penyidikan, polisi membagi para tersangka dalam empat klaster berbeda. Klaster pertama adalah otak intelektual yang terdiri dari Dwi Hartono, YJ, AA, dan seorang pria berinisial C alias Ken.

Tiga di antaranya berhasil diamankan di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sementara Ken ditangkap sehari kemudian, tepatnya Minggu 24 Agustus 2025 sore, di sebuah perumahan elite di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Klaster kedua adalah tim pengintai, yang di dalamnya termasuk Rohmat Sukur.

Baca juga: Daftar Pelaku Kasus Kacab Bank BUMN, Aksi Tersusun Rapi Ada Pengintai, Penculik, dan Otak Pembunuhan

Inilah tampang bengis RS atau Rahmat, salah satu eksekutor penculik dan pembunuh Mohammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang bank BUMN, yang dibunuh setelah diculik di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo Jakarta Timur.
Inilah tampang bengis RS atau Rahmat, salah satu eksekutor penculik dan pembunuh Mohammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang bank BUMN, yang dibunuh setelah diculik di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo Jakarta Timur. (YouTube Jacklyn Choppers)

Selain dirinya, ada seorang pria berinisial F yang disebut-sebut sebagai oknum aparat, meskipun statusnya masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya, klaster ketiga adalah tim penculik. Mereka terdiri dari empat orang yakni AT, RS, RAH, dan EW alias Eras.

Tiga dari mereka diringkus saat bersembunyi di sebuah rumah di kawasan Johor Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis 21 Agustus 2025 sore.

Sedangkan Eras ditangkap secara terpisah di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, ketika mencoba melarikan diri.

Klaster keempat merupakan tim eksekutor sekaligus pembuang jasad korban. Polisi mengidentifikasi mereka dengan inisial M, T, U, Z, dan N.

Pada akhirnya, jasad korban Ilham ditemukan mengenaskan di area persawahan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 21 Agustus 2025.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah menetapkan sebanyak 15 orang sebagai tersangka. Kendati demikian, nama lengkap sebagian besar tersangka masih dirahasiakan.

Polisi baru mempublikasikan inisial mereka, sementara beberapa identitas lain hanya dibuka sebagian karena alasan penyidikan.

Sementara itu, kabar penangkapan Rohmat Sukur menyita perhatian publik. Ia akhirnya berhasil diringkus oleh tim gabungan Subdit Jatanras, Subdit Resmob Polda Metro Jaya, bersama dengan Resmob Polrestabes Semarang.

Penangkapan dilakukan pada Minggu dini hari, 24 Agustus 2025, di sebuah rumah milik temannya yang berlokasi di Dusun Sendangrejo, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Sebelumnya, polisi sempat melakukan penggerebekan di rumah Rohmat Sukur di daerah asalnya, Candasari, Semarang. Di rumah tersebut ditemukan sejumlah pria, namun Rohmat sudah lebih dahulu melarikan diri setelah mengetahui dirinya masuk dalam daftar buronan polisi.

Pelariannya ternyata tidak berlangsung lama. Saat bersembunyi di rumah seorang teman, keberadaan Rohmat berhasil terendus aparat.

Ketika tim gabungan datang melakukan penangkapan, Rohmat tidak memberikan perlawanan sama sekali. Ia hanya bisa pasrah saat borgol dikaitkan ke tangannya.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya memberikan kesaksian bahwa Rohmat datang secara mendadak ke rumah temannya.

Lokasi rumah tersebut tidak jauh dari pos satpam, sehingga membuat beberapa warga memperhatikan gerak-geriknya.

Menurut pengakuan warga, Rohmat sempat mengatakan secara terus terang bahwa dirinya sedang dikejar-kejar.

8 PELAKU DITANGKAP: Sebanyak 8 orang ditangkap atas kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (MIP), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
8 PELAKU DITANGKAP: Sebanyak 8 orang ditangkap atas kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (MIP), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. ((Kolase Tribun Medan/Istimewa))

Baca juga: Terungkap! HP Milik Kacab Bank BUMN Ditemukan Tak Lengkap, Satu Ponsel Hilang, Bikin Publik Curiga

Ucapannya itu tentu saja membuat warga semakin curiga dengan keberadaannya. Apalagi, ia tampak mondar-mandir di sekitar lingkungan rumah dengan gelisah, seakan sedang menunggu sesuatu.

Parsunto, Kepala Desa Nyatnyono, kemudian memberikan keterangan resmi. Ia menegaskan bahwa Rohmat Sukur bukanlah warganya.

Parsunto juga menyebutkan bahwa Rohmat memang kerap datang ke Dusun Sendangrejo untuk mengunjungi temannya.

Hal itu menjelaskan mengapa beberapa warga setempat mengenalnya, meskipun bukan penduduk asli desa tersebut.

Penangkapan Rohmat menambah daftar panjang tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang penuh misteri ini.

Aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap motif, jaringan, serta alur komunikasi antar klaster pelaku.

Kasus ini pun menjadi sorotan nasional karena melibatkan banyak orang dengan peran yang terstruktur rapi.

Sosok Rohmat Sukur Suka Guyon

Warga sekitar tempat tinggalnya di kawasan Kecamatan Semarang Timur, mengenal Rohmat Sukur pribadi yang ramah, aktif di masyarakat dan tidak pernah menimbulkan masalah.

“Orangnya itu baik, enggak neko-neko. Suka guyon, nyanyi-nyanyi, jogetan. Jadi, ya enggak menyangka sampai terlibat begitu (penculikan dan pembunuhan, red),” kata Sriati Agus, tetangga Rohmat Sukur, Rabu (28/8/2025).

Rohmat Sukur sudah lebih 15 tahun tinggal di Semarang Timur bersama istri dan anaknya.

Meski dikenal supel, tidak banyak tetangga yang tahu pasti pekerjaan Rohmat Sukur. Mereka hanya tahu Rohmay Sukur kerap bepergian ke Jakarta sebagai sopir.

“Kerjaannya itu sering ke Jakarta, katanya menyupiri bos. Tapi ya detailnya enggak ada yang tahu,” tambah dia.

Dia masih terlihat mengikuti rangkaian peringatan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus lalu, termasuk malam tirakat.

“Waktu Jumat kemarin (22 Agustus 2025, red) masih ikut. Jumat minggu lalu sempat dapat door prize hadiah kompor. Makanya tambah kaget dengar kabar itu,” tambah Sriati.

Rohmat Sukur asli dari kawasan Candisari, dan tim gabungan Polda Metro Jaya dan Resmob Polrestabes Semarang sempat mendatangi rumahnya tapi tak ada.

Sementara istrinya berasal dari lingkungan tempat tinggal mereka sekarang di Semarang Timur.

Penyedia Tim Intai dan IT

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam menjelaskan berdasar pendalaman tim, Rohmat Sukur punya peran penting. Dia bukan sekadar orang di balik layar.

"Saudara RS ini berperan menyediakan tim pantau yang mengikuti kegiatan korban dan juga menyediakan tim IT," ucap Ade di Polda Metro Jaya, Rabu (27/8/2025). 

Terbaru, polisi membocorkan sudah menangkap dua nama: E alias Eka dan W alias Wiranto. Eka ditangkap di Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, sedangkan Wiranto dibekuk di Kawasan Rawapalangan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Peran keduanya belum dirinci oleh polisi. Tapi, keduanya punya hubungan dengan Rohmat Sukur. Karena berdasar keterangan polisi, Rohmat Sukur berperan sebagai penyedia tim pengintai.

Baik Eka dan Wiranto bertugas memantau, mengintai korban Mohammad Ilham sebelum diculik di area parkir Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025) saat mau masuk ke mobilnya.

Sampai saat ini yang menjadi tanda tanya adalah sosok F yang masuk klaster tim pengintai. Namun, dugaan yang bersangkutan adalah oknum aparat, dibongkar oleh Adrianus Egal, kuasa hukum tersangka Eras.

Adrianus memastikan Eras tidak membunuh. Tapi membenarkan jika Eras dan kawan-kawan masuk dalam klaster penculikan.

Apa yang diperbuat Eras tak lepas hanya menjalankan perintah F. Eras Cs diminta menjemput paksa korban. 

Setelah korban diserahkan kepada seseorang di kawasan Cawang, Jakata Timur, kondisi berubah. "Ketika korban diantar kembali, ternyata sudah tidak bernyawa,” ujar Adrianus. 

Ia menambahkan, pelaku dalam tekanan saat harus membuang jenazah. 

“Peran mereka sampai di situ. Mereka diperintahkan untuk membuang jenazah, bukan melakukan pembunuhan,” jelas dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, Rohmat Sukur bukan sekadar opertor di lapangan. Pengerahan Tim IT guna melacak setiap langkah pergerakan korban. 

Misteri Belum Terpecahkan

Kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan: dua dari unit ponsel korban, hanya satu yang ditemukan saat jasadnya dievakuasi. 

Muncul dugaan, ponsel korban yang hilang bisa menjadi menjawab misteri yang belum terpecahkan, termasuk motif di balik kasus ini. 

Widodo Bayu Ajie, pewakilan keluarga, menyebut Mohammad Ilham memiliki dua ponsel. Tapi satu yang ditemukan bersama dompet korban. 

“Kalau handphone katanya ada dua, tapi yang satu belum ditemukan. Itu informasi terakhir yang saya dapat,” kata Bayu di Ciracas, Rabu (27/8/2025). 

Sampai sekarang keluarga belum tahu apakah ponsel korban dicuri para pelaku atau hilang dalam proses penculikan. 

“Kalau dompet sepertinya tidak (hilang, red), makanya jenazah bisa diidentifikasi,” ujar Bayu.

(TribunNewsmaker.com/ TribunJakarta)

Tags:
Rohmatkepala cabangIlham Pradiptapembunuhan
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved