TRIBUNNEWSMAKER.COM - Abdul Basith adalah seorang dosen IPB yang berprestasi.
Publik tak menduga Abdul Basith yang dosen IPB ternyata merakit bom molotov.
Inilah sosok Abdul Basith!
Nama Abdul Basith yang seorang dosen IPB mendadak menjadi buah bibir di masyarakat.
Abdul Basith ditangkap bersama lima orang lainnya setelah terbukti merakit bom molotov.
Bom molotov tersebut diduga untuk bakar-bakaran ketika unjuk rasa massa Mujahid 212, Sabtu 28 September 2019.
Seperti yang dikutip Kompas.com pada 1 Oktober 2019, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, Abdul Basith menyimpan 28 bom molotov.
"(Bom molotov) untuk mendompleng demo Mujahid 212 yang rencananya akan melakukan pembakaran-pembakaran di Jakarta. Kalau enggak ditangkap, ya bisa kejadian (peristiwa pembakaran menggunakan bom molotov),".
Kini, polisi masih mendalami peran Abdul Basith lebih jauh lagi.
Hal tersebut mengejutkan karena Abdul Basith adalah dosen IPB yang memiliki prestasi.
Dari pemberitaan di media massa, Abdul Basith disebut dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.
Berdasarkan penelusuran Tribunjabar.id di dunia maya, Senin (30/9/2019), nama Abdul Basith memang muncul di daftar pencarian.
Di laman resmi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB namanya pun ada dalam daftar dosen pengajar di Departemen Manajemen.
Tercatat pula nama Abdul Basith masuk dalam daftar dosen yang berprestasi.
Prestasinya tercatat di tingkat nasional.
Kemudian, ada pula riwayat diri atau curriculum vitae Abdul Basith yang ternyata bisa diunduh dalam format Microsoft Word di laman tersebut.
Dilihat dari profil atau riwayat dirinya, Abdul Basith ternyata bergelar doktor.
Nama lengkapnya sekeligus gelarnya adalah Dr Ir Abdul Basith, MS.
Ia merupakan doktor lulusan IPB program studi Teknologi Industri Pertanian.
Dituliskan, Abdul Basith lulus S3 pada 2012.
Sebelumnya, ia pun pernah menempuh pendidikan S2 di ITB.
Di sana ia mengambil program studi Teknik dan Manajemen Industri.
Dituliskan pula, Abdul Basith lulus pada 1987.
Kemudian, dosen yang satu ini ternyata mengenyam pendidikan sarjana di kampus tempatnya mengajar.
Ia lulusan Teknologi Industri Pertanian IPB University pada 1981.
Di data diri itu, tercantum pula pria kelahiran Kendal, 9 Juli 1957 itu merupakan dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomo dan Manajemen.
Di departemen tersebut, ia mengajar banyak mata kuliah.
Mulai dari mata kuliah perencanaan dan evaluasi usaha, pengantar manajmen, perilaku organisasi, hingga manajemen rantai pasok.
Selain itu, Abdul Basith pun mengajar mata kuliah menajemen produksi dan operasi hingga metode kuantitatif untuk manajemen.
Sebagai dosen IPB, Abdul Basith tak hanya mengajar, ia memiliki karya ilmiah.
Satu di antaranya yang jurnal ilmiah berjudul Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah KUNAK (Studi Kasus Usaha Ternak Kavling 176 Desa Pamijahan Kabupaten Bogor).
Jurnal ilmiah itu diterbitkan Jurnal Manajemen dan Organisasi pada 2014.
Kemudian, ditemukan pula bahwa Abdul Basith tinggal di Pakuan Regency, Linggabuana X, Margajaya, Kota Bogor Barat.
Seperti yang dimuat Tribun Bogor, kediaman Abdul Basith memang berada di Pakuan Regency Linggabuana, Margajaya, Bogor Barat.
Di rumah itu pula, Abdul Basith disebut menyimpan bom molotov.
Namun, saat ditangkap polisi, ia sedang berada di luar rumah.
Dosen IPB itu diamankan di Jakan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (28/9/2019).
Ia ditangkap pada pukul 01.00 WIB.
Penangkapan ini dilakukan karena ia diduga yang menginisiasi perakitan bom molotov untuk aksi pada 28 September lalu. (Tribun Jabar)
Tanggapan Rektor IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengaku terkejut mendengar kabar ditangkapnya dosen IPB oleh pihak kepolisian terkait pembuatan bom molotov.
"Saya terkejut sekali dengan berita tersebut," kata Arif saat dihubungi wartawan, Jakarta, Minggu (29/9/2019).
Arif mengaku, dirinya akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk melihat dosen IPB yang ditangkap di Tangerang.
"Malam ini (Minggu malam) akan saya menjenguk beliau di Polda Metro Jaya dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya," ujar Arif. (Tribunnews)
Sebagian Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Profil Abdul Basith Dosen IPB, Doktor Berprestasi yang Dibekuk Soal Perakitan Bom Molotov Buat Demo
(TribunNewsmaker/*)