Punya Hobi yang Tak Biasa bagi Wanita, Ketua DPR Puan Maharani Ternyata Terinspirasi dari Soekarno

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Puan Maharani dan Ir Soekarno.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua DPR RI, Puan Maharani ternyata memiliki hobi yang tidak biasa bagi para wanita.

Siapa sangka, hobinya yang cenderung 'cowok banget' itu rupanya terinspirasi dari sang kakek, presiden pertama Indonesia, Soekarno alias Bung Karno.

Seperti apa hobi Puan Maharani yang menurun dari Bung Karno?

Puan Maharani yang saat ini menjadi ketua DPR RI pertama wanita di Indonesia memiliki hobi yang menarik.

Pasalnya, hobi anak dari Megawati Soekarnoputri itu tidak biasa untuk para wanita dan cenderung dilakukan oleh pria.

Hobi Puan Maharani sontak mencuri perhatian publik.

Kegemaran Puan diketahui lewat loporan daftar harta kekayaan yang diserahkan lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebelum dilantik jadi ketua DPR RI periode 2019-2024 pada Selasa (1/10/2019) lalu.

Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala ternyata hobi mengoleksi mobil klasik.

Mobil klasik yang dimiliki Puan tersimpan bersama koleksi mobil dan motor lain yang dimilikinya.

Salah satu koleksi mobil yang mencuri perhatian yakni Volkswagen Karmann Ghia keluaran 1961.

Harga mobil VW Karmann Ghia pun tidak main-main, yakni ditaksir senilai Rp 65 juta.

Mobil tersebut keberadaannya sudah langka di Indonesia.

Hobi Puan mengoleksi mobil klasik disinyalir merupakan turunan dari sang kakek, Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Sebab Bung Karno seperti diketahui juga hobi mengoleksi beberapa mobil klasik, khususnya dari merek VW.

Volkswagen Karmann Ghia, salah satu mobil klasik yang keberadaannya tergolong langka di Indonesia.(Kompas.com/Alsadad Rudi)

“Bung Karno adalah salah satu penggemar VW, dalam banyak kesempatan sering terlihat dia naik VW,” ucap Didit Soedarto, Ketua Harian 1 Volkswagen Indonesia Association kepada Kompas.com (2/10/2019).

“Bahkan salah satu Kodok punya saya, setelah ditelusuri asal usulnya, ternyata bekas Bung Karno,” katanya.

Didit mengatakan, hobi koleksi mobil klasik yang dilakukan Puan bisa jadi menurun dari sang kakek.

Sebab mantan presiden Soekarno disebut punya beberapa VW, namun ia tidak bisa memastikan apakah Karmann punya Puan merupakan warisan langsung Bung Karno.

Ilustrasi Volkswagen Karmann Ghia (gearpatrol.com)

“Bisa jadi, bukan tak mungkin hobi VW-nya menurun ke anak cucu,” ujarnya.

Untuk diketahui dalam gelaran Jambore Nasional VW yang digelar 27-29 September 2019 lalu, dipajang VW Karmann Ghia ex Presiden Soekarno.

Mobil itu disebut Didit keluaran tahun 1962 dan dalam kondisi yang sangat prima.

“Karena Pak Karno itu dulu kan punya beberapa VW Beetle dan Karmann, tapi Karmann punya Pak Karno yang setahu saya tahun 1962, enggak tahu juga kalau ada yang lain,” ucapnya. (TribunNewsmaker/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Koleksi VW Karmann Ghia, Hobi Puan Maharani Menurun dari Bung Karno.

 

Puan Maharani. (Instagram @puanmaharaniri)

Jadi Ketua DPR RI, Ini Rincian Gaji Puan Maharani, Jauh Lebih Rendah daripada Saat Jadi Menteri?

Puan Maharani kini resmi ditetapkan sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Sebelum dilantik menjadi DPR RI, Ketua DPR RI, Puan Maharani diketahui menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembanunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK).

Pilih mundur dari jabatan menteri ke DPR RI, Ketua DPR RI, Puan Maharani rela mengalami penurunan penghasilan.

Kini terungkap rincian gaji DPR RI, Ketua DPR RI yang nantinya akan diterima oleh Puan Maharani.

Kendati mengalami penurunan penghasilan, Puan masih akan tetap mendapatkan nominal yang cukup fantastis dengan menjadi Ketua DPR RI.

Puan pun mengundurkan diri dari kabinet kerja sebelum dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Puan Maharani (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Hal ini lantaran pejabat negara tak diperbolehkan merangkap jabatan.

Oleh karena itu, Senin 30 September 2019, Puan pamit kepada Presiden Jokowi untuk mengundurkan diri.

"Sesuai dengan UU pejabat negara tidak boleh rangkap jabatan, jadi kemarin tanggal 30 saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan diri sebagai PMK untuk bisa dilantik 1 Oktober ini sebagai anggota DPR," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Puan mengatakan, pengganti dirinya di Menko PMK, akan segera diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ia menduga, presiden sudah memiliki nama untuk ditunjuk menggantikannya.

"Plt hak prerogatif presiden, jadi sebentar lagi presiden pasti akan mengumumkan plt menko PMK karena kan saya baru dilantik," ujarnya.

"Saya rasa sudah ada (nama Plt Menko PMK) tapi enggak elok juga kalau saya yang mengumumkan.

Harus dari istana yang mengumumkan siapa plt saya," imbuhnya.

Adapun sebanyak 575 anggota DPR periode 2019-2024 resmi dilantik dalam Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Sementara itu, sebanyak 136 anggota DPD dan 711 anggota MPR resmi dilantik.

Pelantikan anggota DPR DPD dan MPR dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pelantikan pengambilan sumpah dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali.

Puan Maharani kandidat kuat Ketua DPR

Setelah partainya PDIP berhasil memenangkan Pileg 2019, Puan Maharani juga dinilai yang paling berpeluang menjadi ketua DPR RI.

Selain karena partainya memenangkan Pileg, Puan Maharani yang juga caleg DPR RI Dapil V Jawa Tengah yang mencakup Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali memperoleh suara terbanyak di Pemilu 2019 yakni 420 ribu suara.

Namun hingga saat ini, Puan Maharani belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait apakah dirinya akan meninggalkan kursi menteri dan memilih menjadi Ketua DPR RI.

Sebelumnya, dilansir dari Kompas.com, Puan Maharani mengaku masih fokus pada jabatannya saat ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Selain itu, ia juga masih menunggu pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil pemilu legislatif 2019.

"Saya masih fokus jadi Menko PMK sampai akhir masa jabatan dan saat ini kan kita masih menunggu hasil real count suara pada tanggal 22 Mei.

Jadi masih fokus pada hal tersebut," ucap Puan Maharani dilansir dari Kompas.com.

Puan Maharani menuturkan, sesuai undang-undang, kursi Ketua DPR memang akan menjadi milik PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu.

Namun, siapa yang ditempatkan di posisi tersebut adalah sepenuhnya kewenangan parpol.

Lalu berapakah harta kekayaan Puan Maharani dan besaran penghasilannya saat menjadi menteri?

Berikut selengkapnya daftar harta kekayaan Puan Maharani yang disebut memiliki peluang menjadi ketua DPR RI dirangkum TribunJakarta.com pada Rabu (15/5).

Harta Kekayaan Puan Maharani

Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, Puan Maharani terakhir kali melaporkan jumlah harta kekayaaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Oktober 2014 lalu.

Berdasarkan situs acch.kpk.go.id, harta kekayaan Puan Maharani berupa tanah dan bangunan mencapai Rp 95.627.262.750 yang terdiri dari kepemilikan tanah di Bekasi, Jakarta, Bali dan Bogor.

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama putrinya Puan Maharani, memberikan keterangan kepada wartawan, seusai melakukan syukuran ulang tahun partainya, di Kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (10/1/2012). PDIP melangsungkan syukuran ulang tahunnya yang ke 39 dengan perayaan yang sederhana di Kantor DPP PDIP Jakarta. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Tak hanya itu, Puan Maharani juga tercatat memiliki harta bergerak senilai Rp 1.080.000.000 yang terdiri dari kepemilikan mobil VW Beetle, Toyota Land Cruiser, Motor Harley Davidson dan lain-lain.

Dalam LHKPN tersebut, Puan Maharani tidak memasukkan nilai harta bergerak berupa logam mulia atau barang seni yang didapatkannya sebagai warisan.

Selain itu, Puan Maharani juga memiliki sejumlah surat berharga senilai Rp 100.179.193.500 serta giro senilai Rp 30.715.775.846.

Meski demikian Puan Maharani juga tercatat memliki utang senilai Rp 102.972.826.014.

Dengan berbagai jumlah kekayaan yang dimiliki dan dikurangi dengan utang maka harta kekayaan Puan Maharani tercatat sekitar Rp 159.263.656.466 atau USD 30.670 per Oktober 2014 lalu.

Perbandingan Gaji Ketua DPR RI dan Gaji Menteri

Berdasarkan dasar hukum Undang-undang Nomor 7 Tahun 1978; PP Nomor 75 Tahun 2000, Keppres Nomor 68 Tahun 2001; PMK Nomor 48/PMK.05/2008, maka setingkat menteri mendapatkan gaji pokok Rp 5.040.000.

Selain itu, menteri juga mendapatkan tunjangan jabatan sebesar Rp 13.608.000, dana operasional Rp 100 juta, dengan total gaji Rp 118.648.000.

Dana itu ditunjang dengan fasilitas lain, seperti operasional kantor, sarana dan prasarana, biaya tol ke bandara, biaya angkut perjalanan, hingga biaya kunjungan kerja.

Secara keseluruhan, seorang menteri bisa menerima hak keuangan mencapai Rp 1-1,4 miliar per bulan.

Kemudian, untuk seorang anggota DPR maka bisa menerima gaji total Rp 105.582.000.

Biaya itu terdiri dari gaji pokok Rp 5.040.000, tunjangan jabatan Rp 15.120.000, dan tunjangan lain termasuk dana operasional, sebesar Rp 85.422.000.

Berikut rincian gaji dan tunjangan yang didapatkan DPR RI 'Setya Novanto' dilansir dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).

Penghasilan

Gaji Pokok = Rp. 5.040.000

Tunjangan Istri (10% GP) = Rp. 504.000

Tunjangan Anak (2 anak x 2% GP) = Rp. 201.600

Uang Sidang/Paket = Rp. 2.000.000

Tunjangan jabatan = Rp. 18.900.000

Tunjangan Beras = Rp. 90.270

Tunjangan PPH Pasal 21 = Rp 2.699.813

Total penghasilan kotor = Rp 29.435.683

Penerimaan lain-lain

Tunjangan Kehormatan = Rp. 6.690.000

Tunjangan Komunikasi Intensif = Rp. 16.468.000

Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran = Rp. 5.250.000

Bantuan Langganan Listrik dan Telepon = RP. 7.700.000

Asisten Anggota = Rp.2.250.000

Total penerimaan lain-lain = Rp. 38.358.000

Jika keduanya digabungkan maka, sang ketua DPR RI akan mendapatkan uang sekitar Rp. 67.793.683 per bulan.

Tentunya, hal itu belum termasuk potongan pajak dan lain-lain.

Dalam satu periode, seorang anggota DPR juga mendapatkan fasilitas kredit mobil sebesar Rp 70 juta.

Selain itu, mereka juga diberikan fsilitas rumah dinas dan ruang kerja.

Bagaimana, jumlahnya luar biasa besarnya, bukan?

Puan Maharani Berpeluang Jadi DPR RI'>Ketua DPR RI

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menanggapi terkait siapa calon penerusnya sebagai Ketua DPR periode 2019-2024.

Untuk diketahui, pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) berhak untuk menduduki posisi Ketua DPR.

Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani disebut-sebut menjadi calon terkuat untuk menjadi Ketua DPR.

Menanggapi hal tersebut, Bamsoet, panggilan akrabnya setuju jika anak dari Megawati Soekarnoputri itu memimpin parlemen lima tahun ke depan.

"Menurut saya, ini kita kembalikan kepada PDIP, siapa pun harus setuju. Kalau PDIP menunjuk Puan, kita setuju, begitu seterusnya.

Itu sudah ketentuan politik.

Dan saya setuju," ucap Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, DPR, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, Bamsoet juga menilai Puan berkompeten menjadi Ketua DPR.

Melihat track record Puan yang berpengalaman baik di legislatif maupun eksekutif.

"Berkompeten," jelas Bamsoet.

Sebelumnya, mencuat nama politisi PDI Perjuangan Puan Maharani menjabat DPR RI'>Ketua DPR RI periode 2019-2024.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai bahwa putri dari Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu layak menyandang jabatan Ketua DPR.

"Cocok, cocok sekali.

Mbak Puan sangat layak jadi Ketua DPR," ucap Muhaimin di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019) malam. (TribunNewsmaker.com/*)