Kanal

Putrinya yang Kuliah di Wuhan Terisolasi karena Virus Corona, Ini Curhat Mantan Ketua KPU Sultra

Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah wilayah di China. - Hollywoodreporter.com

Virus Corona bahkan sudah menjangkiti 1300 orang dan menewaskan 41 orang di China.

Perkembangannya cukup cepat, virus Corona kini sudah menyebar ke 12 negara lainnya.

Penduduk di Wuhan, China, terpaksa diisolasi dan dilarang keluar rumah.

Termasuk 12 mahasiswa asal Aceh yang mengurung diri di kamar dan belum bisa kembali ke Tanah Air.

Mereka antara lain Fadil, Siti Mawaddah, Alfi Rian, Ory Safwar, Siti sahara, Hayatul, Maisal, Jihadullah, Ita Kurniawati, Agus, Intan Maghfirah dan Sapriadi.

Dua mahasiswa di antaranya terjebak di Wuhan saat berlibur dari Kota Changchun.

Virus Corona Merebak, Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Lekas Selamatkan Mahasiswa Indonesia di China

Viral Perawat Menangis Histeris karena Terus di RS Demi Rawat Pasien Virus Corona: Saya Tidak Tahan!

Virus Corona Mengganas, Hotman Paris Minta Jokowi Tolak WNA China Masuk Indonesia

"Mereka mengurung diri di kamar, keluar dari asrama hanya untuk keperluan sangat penting saja, seperti membeli makanan. Pihak kampus juga menganjurkan untuk bertahan diri di kamar," kata Direktur Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok yang sudah berada di Banda Aceh, Mulia Mardi kepada Kompas.com, Minggu (26/01/2020) malam.

Mulia mengatakan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah memberikan bantuan biaya untuk kebutuhan mahasiswa Aceh di Wuhan sebesar Rp 50 juta.

""Alhamdulillah, uang itu nantinya bisa mereka gunakan untuk berbagai kebutuhan yang mendesak di sana," katanya.

Mulia mengatakan, ia akan terus berkomunikasi setiap saat dengan mahasisawa Aceh yang terisolasi di Wuhan untuk memantau kondisi dan perkembangan mereka.

Dalam kondisi baik

Salah satu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok yang juga mahasiswa di Wuhan, Ahmad Syafuddin Zuhri mengatakan, semua mahasiswa di Tiongkok, termasuk Wuhan, dalam kondisi baik.

Zuhri yang saat ini sudah berada di Indonesia mengatakan, pihaknya terus memantu kondisi mahasiswa di Tiongkok, termasuk yang berada di Wuhan.

 
"Mereka hanya aktivitas di dalam asrama dan di kampus. Sebab, keluar kampus pun nggak ada transportasi. Semua kebutuhan sehari-hari di kampus juga ada supermarket yang buka walau masih dengan jam terbatas karena masih suasana libur Imlek," kata Zuhri kepada Kompas.com via WhatsApp, Minggu malam.
Di Wuhan sendiri ada sekitar 200 mahasiswa.
Pemerintah Aceh bakal fasilitasi kepulangan 12 mahasiswa
foto dok Dinsos Aceh, Sejumlah mahasiswa asal Aceh yang terisolasi di Wuhan, Minggu (26/01/2020). (KOMPAS.COM/TEUKU UMAR)
Sambungnya, saat ini mahasiswa tersebut dalam kondisi aman.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah membuka dua Posko Siaga Wabah Virus Corona Wuhan di Aceh dan Jakarta.
"Anak-anak kita di Kota Wuhan maupun yang masih di kota-kota lainnya di China bisa mengabarkan kondisinya, dan begitu kondisi memungkinkan mereka segera kita fasilitasi pulang ke Aceh," ujarnya.
Lakukan komunikasi dengan KBRI
Kepala Biro Hubungan Masyarakat pemerintah Aceh Muhammad Iswanto mengatakan, pemerintah Aceh terus bekerja sama dengan KBRI memantau para mahasiswa.
“Komunikasi intensif dengan KBRI Tiongkok terus dilakukan oleh tim Dinas Sosial. Kita ingin memastikan mahasiswa asal Aceh aman di sana,” katanya.

Beredar Video Diduga Korban Virus Corona Bergeletakan di China, Hotman Paris Tegur Pemerintahan RI

Video Mahasiswa Indonesia Ungkap Kondisi di Wuhan Akibat Virus Corona, Terisolir hingga Sulit Makan

Virus Corona Merebak, Anak Pejabat Tarakan yang Kuliah di China Diusir dari Apartemen, Ini Curhatnya

Diketahui, virus corona yang diduga kuat berasal dari Wuhan, China tengah menjadi perhatian masyarakat internasional.
 
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Mahasiswa Aceh Terisolasi di Wuhan karena Virus Corona Merebak, Mengurung Diri di Kamar
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com

Berita Populer