Berikut Pernyataan Lengkap Menko PMK Soal Fatwa Orang Kaya Nikahi Orang Miskin yang Jadi Sorotan!

Editor: Irsan Yamananda
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy

TRIBUNNEWSMAKER.COMJadi Sorotan Publik, Berikut Pernyataan Lengkap Menko PMK Soal Fatwa Orang Kaya Nikahi Orang Miskin.

Setelah pernyataannya soal sekolah pra-nikah, Menko PMK Muhadjir Effendy kini kembali jadi sorotan publik.

Ia memberikan saran pada Menteri Agama untuk mengeluarkan fatwa soal pernikahan tingkat ekonomi.

Menurutnya, orang kaya seharusnya menikahi orang miskin, begitu pula sebaliknya.

Ia beranggapan hal itu bisa mengurangi masalah kemiskinan di Indonesia.

Berikut pernyataan lengkapnya!

Menko PMK Muhadjir Effendy Usai Rapat Bersama Bupati Bogor dan Bupati Lebak di Kantor Kemenko PMK, Selasa (21/1/2020) (KOMPAS.com/SANIA MASHABI)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberi saran  menerbitkan regulasi soal pernikahan yang memberikan dampak pada status sosial keluarga baru.

Saran tersebut ia berikan pada Menteri Agama Fachrul Razi.

Menurutnya, orang miskin harus mencari jodoh orang kaya, begitu pula sebaliknya.

"Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin. Jadi kalau ada ajaran agama mencari jodoh," kata Menko Muhadjir di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020) seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Ia berharap, saran tersebut bisa menghindarkan masyarakat dari salah tafsir orang-orang tentang pernikahan yang harus setara latar belakangnya.

Heboh Kabar Pemain Sinetron Anak Jalanan Farhan Petterson Terseret Kasus Narkoba, Ini Kata Polisi

Aming Beberkan Cerita BCL Saat Ashraf Sinclair Meninggal, Mulut Berbusa, Takut Tidur di Kamar

POPULER Foto & Video Pemakaman Ashraf Sinclair, Noah yang Nangis Histeris Dipeluk BCL, Berusaha Kuat

Menurutnya, jika penafsiran seperti itu diterapkan, maka yang miskin akan menikahi pasangannya yang miskin, begitu juga sebaliknya.

"Rumah tangga Indonesia 57.116.000 dan yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta."

"Miskin itu situ sumber penyakit seperti tadi stunting," lanjutnya.

Halaman
1234