TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peristiwa yang terjadi pada siswa SMPN 1 Turi di Sleman dikomentari oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Sri Sultan HB ikut berduka dan prihatin atas kejadian tersebut.
Dirinya meminta pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pihak sekolah diminta tanggung jawab oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, dirinya tak habis pikir kenapa ada susur sungai di musim hujan.
Aktivitas susur sungai dalam Pramuka yang dilakukan oleh para siswa SMPN 1 Turi berbuah petaka.
Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Turi melakukan susur sungai di lembah Sempor pada 21 Februari 2020.
Susur sungai tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pramuka.
Padahal di hari yang sama, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di DIY berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat bahkan angin kencang.
Para siswa yang menyusuri sungai di wilayah tersebut diterjang aliran air yang besar dari hulu.
Pencarian dilakuan dari hari tersebut hingga Sabtu, 22 Februari 2020 pagi.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama sang istri GKR Hemas bertolak menuju lokasi atau tepatnya di SMPN 1 Turi sekira pukul 23.00 pada Jumat (21/2/2020).
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut mengaku sangat sedih dan prihatin atas insiden tersebut.
"Ikut berduka cita atas meninggalnya anak- anak dari SMPN 1 Turi di Kabupaten Sleman atas musibah pada waktu aktifitas menyusuri sungai," ujarnya.
Selain mengungkapkan duka, Sultan juga sangat menyayangkan tragedi tersebut dan tak habis pikir kegiatan susur sungai yang melibatkan anak didik digelar di musim hujan seperti saat ini.
"Saya juga prihatin, kenapa justru musim hujan ada aktivitas menyusuri sungai," tegasnya.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sultan meminta dengan serius agar pihak penyelenggara mampu bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa tersebut.
"Saya mohon pimpinan sekolah bisa bertanggung jawab atas musibah ini. Itu saja yang bisa saya sampaikan, dengan sangat sedih dan rasa prihatin," pungkasnya.
(Tribunnewsmaker/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Jogja dengan judul Sri Sultan Hamengku Buwono X : Saya Mohon Pimpinan Sekolah Bertanggung Jawab Atas Musibah Ini
Kisah Salma, Siswi SMP Turi yang Terseret Arus Kali Sempor
Salah satu korban selamat, Salma Kusuma Haryani, siswi kelas 7 SMPN 1 awal mula kejadian yang mereka alami.
Ia menceritakan bahwa kegiatan susur sungai itu dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu cuaca gerimis dan aliran sungai masih terlihat normal atau biasa.
• Pasien Rumah Sakit Ungkap Detik-detik BCL Larikan Ashraf ke Rumah Sakit Sambil Menangis Minta Tolong
• Megawati Sindir Anak yang Dipaksakan Ikut Pemilihan, Gibran: Saya Gak Dipaksa, Keinginan Sendiri
• Jarang Terekspos, Charly Setia Band Miliki Putra Tampan jadi Musisi Sekaligus YouTuber, Ini Sosoknya
"Ketika kami sampai di tengah-tengah sungai, jalan di sungai sudah sekitar setengah jam, tiba-tiba ada arus besar dari arah utara atau atas," kata Salma.
Ia dan teman-temannya saat itu dalam posisi berada di tengah-tengah sungai ketika arus air yang besar datang.
"Saya mau menyelamatkan diri tapi terseret arus air. Mau pegang batu tapi tidak bisa karena arus besar. Kemudian ada kakak-kakak yang menyelamatkan saya. dibawa ke batu-batu tebing," tuturnya.
Ia juga mengaku sempat melihat teman-teman lainnya yang juga terseret arus deras saat itu. Namun ia sendiri juga berjuang untuk menyelamatkan diri.
Ia pun mengalami beberapa luka pada kakinya akibat benturan dengan bebatuan di sungai tersebut.
"Luka beberapa di kaki karena terkena batu. Ini pengalaman pertama saya ikut kegiatan seperti ini," katanya.
Evakuasi siswa SMP Negeri di Turi Sleman yang hanyut terbawa arus Sungai Sempor, Dukuh Donokerto Turi, Jumat (21/2/2020) (Dok.Pusdalops DIY)
Kegiatan susur sungai itu dilakukan di wilayah Outbound Valley Sempor Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020) sore.
Pesertanya adalah anak-anak siswa SMPN 1 Turi Sleman. Informasi sementara dihimpun Tribun Jogja dari lokasi, ada enam siswa korban meniinggal dunia setelah hanyut saat susur sungai tersebut.
Sementara, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap kira-kira lima korban yang belum ditemukan.
Cerita orangtua korban selamat
Peristiwa itu juga membuat orangtua korban sangat panik dan cemas.
Orangtua korban selamat, Hartono, mengatakan saat itu ia sedang pulang kerja ketika ada telepon dari adiknya bahwa sejumlah siswa SMPN 1 Turi hanyut saat susur sungai.
Ia lantas datang ke lokasi untuk mencari anaknya, Salma Kusuma Haryani, yang merupakan satu di antara peserta susur sungai SMPN 1 Turi tersebut.
"Saya ditelpon adik ada banjir. saya ke lokasi anak saya tidak ada, saya nangis. panik," katanya.
Di tengah kepanikan itu, ada informasi bahwa empat korban meninggal. Ia semakin khawatir satu di antara mereka adalah anaknya.
"Lalu ada informasi dari salah satu wali, anak saya selamat. Alhamdullilah," ujarnya.
• Bukan Serangan Jantung, Bukan Pula GERD, Evan Sanders Duga Ashraf Sinclair Meninggal Karena Hal Ini
• Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Sleman Terseret Banjir saat Susur Sungai, 5 Ditemukan Tewas, Ini Daftarnya
• Lama Menghilang, Ini Kabar Artis Senior Yati Octavia, Kini Sambung Hidup dengan Berjualan Martabak
Hartono berharap, pihak sekolah lebih jeli melihat situasi jika mengadakan kegiatan di luar sekolah atau di alam terbuka.
Ia menilai kegiatan semacam itu baik, asal dilakukan tepat pada waktunya.
"Sekarang musimnya hujan cuaca tidak menentu. Karena ini jelajah di luar ruang, pembina harus jeli, di atas hujan," tuturnya.
Data siswa
Suasana Klinik Pratama Swa di Turi, Sleman tempat sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang dievakuasi, Jumat (21/2/2020) sore. (Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker)
Jumlah korban siswa SMPN 1 Turi yang belum dikonfirmasi keberadaannya alias masih hilang hingga kini masih ada lima orang. 180 personel dikerahkan untuk melakukan pencarian hingga saat ini.
Pantauan dari Kompas TV, pihak Basarnas DIY masih mencari lima siswa yang hilang di sungai.
Kepala Basarnas DIY, Wahyu Efendi, mengonfirmasi saat siaran langsung di Kompas TV ada lima siswa yang belum ditemukan.
Wahyu menjelaskan korban keenam ditemukan pukul 19.40 WIB. Sementara kelima korban lain masih dicari oleh pihak Basarnas.
"Korban keenam jam 19.40 dengan memaksimalkan personel yang ada di lapangan. Ada 5 orang yang masih dicari. Keberadaan 5 orang ini masih dikonfirmasi pihak sekolah. Apakah 5 orang ini tenggelam di sungai atau sudah balik di sekolah," ucap Wahyu dikutip dari Kompas TV.
Total ada 180 personel gabungandikerahkan mencari siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Sungai Sempor akibat arus deras.
Total ada 250 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
• Adik Sepupu BCL Ungkap Detik-detik Terakhir Ashraf Sinclair Sebelum Meninggal, Diminta Pilih Foto
• Putri Bupati di Sulawesi Selatan dilamar dengan mahar fantastis: Mulai Lahan 12,6 Hektare & 30 Sapi!
• Putri Bupati di Sulawesi Selatan dilamar dengan mahar fantastis: Mulai Lahan 12,6 Hektare & 30 Sapi!
Pantauan Tribunjogja.com, Basarnas masih melakukan penyisiran melalui jalur darat maupun sungai.
Pencarian korban menggunakan berbagai kelengkapan seperti rafting boat dan life jacket untuk tubing.
Adapun untuk kondisi sungai saat ini, katanya aliran air saat ini sudah tidak terlalu besar.
"Jadi sampai saat ini tidak ditemukan kendala dalam upaya pencarian," kata Wahyu.
Data korban
Proses evakuasi siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor Sleman, Jumat (21/2/2020) (Tribun Jogja/ Andreas Desca)
Sementara itu, Polda DIY sebelumnya merilis, kegiatan susur sungai diikuti siswa kelas 7 dan 8.
Berikut datanya :
Kelas 7 sebanyak 129 siswa
Kelas 8 sebanyak 127 siswa
Siswa yang ditemukan tewas dan dibawa ke Rumah Sakit SWA yaitu :
1. Inisial SA Kelas 8 alamat Sumber Rejo MD
2. Inisial A Kelas 7 alamat Ngentak Tepan
3. Inisial NA Kelas 8 alamat Kembang Arum
4. Inisial L alamat Kembang Arum
5. Belum diketahui identitasnya korban berada di Rumah Sakit Puri Husada.
6. Belum diketahui identitasnya jenis kelamin perempuan. (TribunNewsmaker/ *)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Cerita Siswa SMPN 1 Turi Terseret Arus Kali Sempor Setelah Gagal Meraih Batu.