Ahok Jadi Calon Pemimpin Ibu Kota Baru, Ali Ngabalin Heran Banyak yang Nyinyir: Ada yang Ganjil?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ali Ngabalin dan Ahok.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin memberikan tanggapan terkait masuknya Ahok sebagai calon pemimpin ibu kota baru.

Ali Mochtar Ngabalin mengaku heran, kenapa Ahok menjadi yang paling disorot dibanding tiga kandidat lainnya.

Munculnya nama Ahok sebagai calon pemimpin ibu kota baru menimbulkan pro dan kontra.

Banyak yang memberikan dukungan.

Namun tak sedikit pula yang memandang negatif yang itu.

Banyaknya 'nyinyiran' juga memembuat Ali Ngabalin heran.

Menteri Jokowi Kerap Disorot & Timbulkan Kontroversi, Ali Ngabalin Beri Pembelaan, Salahkan Hal Ini

Ia menjelaskan bahwa Ahok layak dipilih sebagai calon pemimpin ibu kota baru.

Menurutnya, Ahok memiliki beberapa kriteria yang menjadikannya layak.

Namun, masyarakat banyak yang berpadangan negatif setiap kali nama Ahok disebut dalam pemerintahan.

Ali Ngablin pun menanyakan apakah ada keganjilan.

"Calon CEO Ibu Kota baru adakah yang ganjil di situ? Adakah yang bermasalah di situ? Adakah yang bertentangan dengan culture budaya Indonesia?," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Selasa (10/2/2020).

Tak hanya itu, Ali Ngabalin juga menyinggung soal kandidat lain yang sudah disebut presiden.

"Ketika orang berbicara nama Ahok, kenapa kita rasa gatal badan lemas-lemas demam. Menyebutkan nama Ahok di antara 4 nama yang disebutkan Presiden, paling tidak dia punya lima kriteria penting," ujarnya.

Ia mengungkap, Ahok mempunyai sifat kepemimpinan dan cepat dalam mengambil keputusan.

Jika nanti Ahok akan terpilih sebagai pemimpin Ibu Kota baru, Ali Ngabalin akan mengucapkan selamat kepada mantan Gubernur DKI Jakarta.

"Pertama anak muda, cepat dalam mengambil keputusan, memiliki manajerial yang oke, punya yang bagus. Dia punya kemampuan leadership, ada budaya yang bisa dipakai untuk memimpin ibu kota yang baru."

"Kalau-kalau nanti ditunjuk oleh Presiden, saya sekali lagi mengucapkan ahlan wa sahlan thala’al badru ‘alaika," imbuhnya..

Ketika ditanya apakah Ahok anak emas Jokowi, Ali Ngabalin membantah pertanyaan tersebut.

Ahok Jadi Calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, Sandiaga: Bukannya Baru Jadi Komut Pertamina?

"Kalau orang nyinnyir ya istilah apa saja bisa dipakai. Tidak ada yang namanya anak emas, anak perak, berlian, yang ada itu adalah anak putera terbaik indonesia yang memiliki kemampuan," ungkapnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mempertanyakan jabatan yang diemban Ahok sekarang sebagai Komisaris Utama Pertamina dan kini dicalonkan sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Menurutnya,Ahok baru saja menduduki posisi tersebut dan memiliki tugas yang berat.

"Bukannya Pak Ahok baru jadi Komut Pertamina? Tugasnya berat Pak Ahok. Kita cek dulu nih gimana hasil rekam jejaknya dia berbulan-bulan ini, di Pertamina seperti apa," ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Sandiaga Uno, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia 2015-2018 (Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Ia menambahkan, tugas Ahok di Pertamina cukup berat karena dituntut untuk memperbaiki kinerja sektor migas nasional.

Meski demikian, Sandiaga Uno akan mendukung apapun keputusan Jokowi

"Ibu kota negara ini penting harus dilakukan segera, karena sudah menjadi keputusan presiden dan siapapun yang nanti ditunjuk punya tugas yang berat," ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Lebih lanjut, Sandi beharap siapapun nantinya yang terpilih sebagai  Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru mampu merealisasikan visi pemerintah, yakni mendorong pemerataan ekonomi.

4 Kandidat dari Jokowi

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan empat calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.

Selain Ahok, ada juga Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

ALASAN Mujahid 212 Tolak Keras Ahok jadi Pemimpin Ibu Kota Baru, Singgung Kepribadian & Masa Lalu

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tuniyana, empat Pak Azwar Anas," ujar Jokowi dilansir melalui YouTube Kompas TV, Rabu (4/3/2020).

Menurut Jokowi, keputusan akan diambil dalam pekan ini.

Badan Otorita akan bertanggung jawab memimpin proses pemindahan dan pembangunan ibu kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ahok Ditolak Mujahid 212 Begini Penjelasan MPR

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditunjuk jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara menuai penolakan.

Diketahui, mengenai penolakan Ahok menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara tersebut diserukan langsung Kelompok Mujahid 212.

Adanya penolakan Ahok ditunjuk sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara tersebut, ditanggapi langsung Wakil Ketua MPR Arsul Sani.

Arsul Sani menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mempertimbangkan masukan semua kalangan dalam menunjuk Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara.

"Biasanya Presiden menggunakan kesempatan yang berkembang, baik pro maupun kontra sebagai bahan dalam mengambil keputusan," tutur Arsul di komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Menurut Arsul, adanya penolakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari kelompok Mujahid 212 sebuah hal yang wajar, tetapi jangan lupa ada pihak-pihak lain yang mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Jadi semua saya yakin akan dipertimbangkan Presiden dan tentu partai koalisi pemerintah jika diminta pendapat, akan menyampaikan pendapat," tutur Arsul.

Lebih lanjut Sekjen PPP itu pun menyebut, empat calon Kepala Badan Otorita IKN yang telah disebutkan Presiden Jokowi pasti telah dipertimbangkan berdasarkan pengalaman dan kemampuan dalam mengelola ibu kota negara.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

"Tentu Presiden mempertimbangkan dua hal, pertama latarbelakang pendidikannya, kedua pengetahuannya," ucap Arsul.

Diketahui, Presiden Jokowi telah menyampaikan empat calon Kepala Badan Otorita IKN, di antaranya Bambang Brojonegoro, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Abdullah Azwar Anas, dan Tumiyana.

Namun, sejumlah alumni Aksi 212 yang menamakan diri Mujahid 212 menolak Ahok sebagai calon Kepala Badan Otorita IKN.

Ketua Mujahid 212 Damai Hari Lubis mengatakan, pihaknya menolak Ahok karena rekam jejak dan kepribadian yang tidak baik.

"Sebagai calon kepala daerahnya [Ibu Kota Negara baru] adalah Ahok, maka Kami katakan dan nyatakan secara tegas"

"Kami menolak keras Ahok lantaran fakta-fakta pribadi Ahok merupakan seorang jati diri yang memiliki banyak masalah," kata Damai dalam keterangan tertulisnya. (TribunNewsmaker/*)


Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ahok Jadi Kandidat CEO Ibu Kota Baru, Ali Ngabalin: Orang Baru Dengar Namanya Udah Lemas Demam