Breaking News:

Virus Corona

Jilat Ludah Sendiri, Donald Trump Kini Tegaskan Virus Covid-19 Lebih Mematikan dari Flu Biasa

Jilat ludah sendiri, Donald Trump kini tegaskan bahwa virus corona lebih berbahaya dari flu biasa.

Editor: Irsan Yamananda
Kolase TribunNewsmaker - ABC - time.com
Donald Trump 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden AS Donald Trump menjadi perbincangan banyak orang di tengah wabah corona yang sedang melanda hampir seluruh dia.

Pasalnya, pria berusia 73 tahun itu mengatakan pada Selasa (31/3/2020) bahwa risiko dari virus corona alias Covid-19 secara tegas lebih buruk daripada flu biasa.

Dengan pernyataan tersebut, secara tidak langsung, Trump telah "menjilat ludahnya sendiri".

Mengingat pada konferensi pers berita harian virus corona sebelumnya di Gedung Putih, Trump yang melansir ucapan "banyak orang".

Ia mengatakan bahwa negara harus membiarkan laju virus corona, seperti layaknya flu musiman.

"Biarlah, jangan lakukan apa pun."

"Anggap itu (virus corona) sebagai flu," kata orang-orang itu menurut Trump seperti yang dikutip dari Kompas.com.

3 Skenario Ahli Soal Kapan Pandemi Corona Mereda di Indonesia, Akhir Mei Hingga Awal September

Tawarkan Rumahnya Jadi Tempat Istirahat Dokter, Hengky Kurniawan Beri Pesan Untuk Anies Baswedan

39 TKA China Masuk ke Indonesia di Tengah Pandemi Corona, Dinas Tenaga Kerja: Izin Tak Lengkap



Namun, kini Trump mengatakan kebalikannya.

"Itu bukan flu."

"Itu (virus corona) ganas," ujarnya.

Pernyataan Trump jelas kontras dengan banyak hal baru-baru ini ketika dia membuat argumen sendiri terkait wabah virus corona.

BAGAIMANA 300 Siswa Sekolah Polisi Sukabumi Terdeteksi Corona? Terungkap Penyebabnya, Berawal Sini

Profil Andrew Jack, Aktor Star Wars yang Meninggal setelah Positif Corona Covid-19

Pasalnya, sebelumnya dia kerap membandingkan virus corona dengan penyebaran flu tahunan.

Trump juga tampaknya mempertanyakan kebutuhan atau perlunya penutupan akses perekonomian melalui social distancing dan larangan wisata.

Pada 9 Maret lalu, misalnya, Trump mencatat 10.000 orang Amerika tewas karena flu biasa setiap tahunnya.

Dalam kicauannya di Twitter dia menulis, "Tidak ada yang ditutup."

"Hidup dan perekonomian terus berjalan," ujarnya.

Dia juga pernah berargumen dalam wawancaranya bersama Fox News pada pekan lalu.

"Kami tidak pernah menutup negara karena flu," ujar Trump yang merujuk pada angka kematian rata-rata per tahun karena flu sebanyak 36.000 orang.

Namun, kini semua itu berbeda.

Perkataan yang Trump ucapkan sekarang adalah kebalikan dari yang sebelumnya dia lontarkan di hadapan publik terkait wabah virus corona.

Pada Selasa (31/3/2020), Trump mengatakan, tanpa jarak sosial, proyeksi kematian akibat Covid-19 di AS bisa mencapai 2,2 juta orang.

Rakyat Kehilangan Pekerjaan Karena Corona, Jokowi Gratiskan Tarif Listrik 450 VA & 900 VA Diskon 50%

Ruben Onsu Nangis Lihat Video Anak 4 Tahun Dijemput Ambulans Diduga Corona, Tak Kuat Dengar Kata Ini

3 Skenario Ahli Soal Kapan Pandemi Corona Mereda di Indonesia, Akhir Mei Hingga Awal September

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, jika terus melanjutkan kehidupan ini, Anda akan melihat orang-orang mati di dalam pesawat terbang, di lobi hotel, Anda akan lihat banyak orang mati di mana-mana," ujarnya.

Wabah virus corona sejauh ini telah menewaskan 865 orang di AS dalam waktu 24 jam sampai Selasa (31/3/2020) malam, berdasarkan laporan resmi Universitas Johns Hopkins.

Angka kematian dalam waktu 24 jam itu menjadikan total kematian di AS sebanyak 3.008 jiwa.

Sebanyak 188.172 kasus infeksi juga dikonfirmasi positif di AS.

Ini merupakan angka infeksi tertinggi di dunia, melebihi China, Italia, dan Spanyol. (TribunNewsmaker/ *)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jilat Ludahnya Sendiri, Trump: Virus Corona Bukan Flu Biasa".

Kasus Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Catat 808 Kasus

Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus Corona, Achmad Yurianto .
Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus Corona, Achmad Yurianto . (Tangkap Layar akun YouTube KompasTV)

Sementara itu, pemerintah mengungkapkan adanya tambahan 149 kasus baru pasien positif Covid-19 pada Rabu (1/4/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Rabu sore.

"Dengan penambahan tersebut, maka secara total ada 1.677 kasus pasien positif Covid-19 hingga saat ini, " ujar Yuri.

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, diketahui sebaran kasus baru pasien positif Covid-19 berada di 13 provinsi.

 Gambar Rontgen Paru-paru dr Tirta yang Tak Sehat Karena Merokok, Membuatnya Menyesal & Ingin Tobat

 Rakyat Kehilangan Pekerjaan Karena Corona, Jokowi Gratiskan Tarif Listrik 450 VA & 900 VA Diskon 50%

 Ruben Onsu Nangis Lihat Video Anak 4 Tahun Dijemput Ambulans Diduga Corona, Tak Kuat Dengar Kata Ini

Beberapa di antaranya yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Kemudian, dari data tersebut tercatat pula penambahan pasien yang sembuh sebanyak 22 orang. Secara akumulatif, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 hingga hari ini sebanyak 103 orang.

Yuri juga menyebut ada tambahan 21 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. "Oleh karenanya, hingga saat ini total ada 157 pasien positif Covid-19 yang meninggal," lanjut Yuri.

Sementara itu, hingga 1 April, tidak tercatat adanya kasus positif Covid-19 di NTT dan Gorontalo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
virus coronaCovid-19Donald Trump
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved