Kasus Pelecehan Alumnus UII, Hasil Investigasi University of Melbourne, 30 Korban di Indonesia Lapor

Ilustrasi pelecehan

Setelah melakukan investigasi independen yang melibatkan investigator eksternal, pihak Universitas Melbourne akhirnya mengambil keputusan.

Dalam keputusannya, pihak kampus menyatakan bahwa alumnus UII itu tidak melanggar kebijakan atau kode etik, dan tak ada cukup bukti dia melanggar hukum.

Menurut juru bicara University of Melbourne, keputusan ini diambil setelah penyelidik eksternal memeriksa berdasarkan pengaduan formal dari seorang perempuan.

"Universitas menunjuk penyelidik eksternal untuk memeriksa tuduhan setelah seorang perempuan mengajukan pengaduan formal sesuai proses [yang berlaku dalam] Kebijakan Perilaku Mahasiswa."

"Tuduhan [dalam pengaduan itu] itu tidak melibatkan kontak fisik," katanya.

University of Melbourne menjelaskan ada pula perempuan kedua yang menyampaikan keluhan, namun tidak mengajukan pengaduan formal.

"Kedua perempuan yang sekarang tinggal di luar Australia ini, mendapat dukungan dari pihak Universitas selama proses ini, dan mahasiswa yang bersangkutan juga ditawari bantuan."

Melalui pernyataan yang diterima ABC, University of Melbourne juga mengatakan jika hasil investigasi ini sudah disampaikan ke semua pihak.

"Perempuan [yang mengajukan pengaduan formal] dan mahasiswa yang bersangkutan telah diberitahu tentang hasil penyelidikan ini. DFAT juga telah kami beritahu hasilnya," terang kampus.

Dari penelusuran ABC, diketahui ada tiga mahasiswi di Melbourne yang mengaku mengalami pelecehan seksual, dua di antaranya berbicara kepada ABC.

Heboh Fetish Kain Jarik, Pelecehan yang Libatkan Mahasiswa di Surabaya, Unair Lakukan Investigasi

Fakta Pelecehan Seksual via CCTV yang Dilakukan Pegawai Starbucks, Akui Suka Korban, Jadi Tersangka

Halaman
1234

Berita Populer