Dilaporkan Hilang, Siswa SMP Ditemukan Tewas dalam Karung di Sungai, Sempat Peluk Ibu, Dibunuh?

Editor: ninda iswara
Mayat dievakuasi oleh tim dari Polresta Deli Serdang pada Rabu (19/8/2020) siang. Mayat tersebut ditemukan berada dalam karung pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Suhartono yang hendak mengambil pasir di Sungai Merah, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penemuan jasad siswa SMP menggegerkan warga di Deliserdang.

Siswa SMP ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Merah, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.

Penemuan jasad siswa SMP bernama Nick Wilson (13) ini pun menyisakan sejumlah misteri.

Terlebih jasadnya ditemukan dalam kondisi terbungkus karung.

Mayat siswa SMP tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mengambil pasir sungai.

Jasadnya ditemukan ada Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembunuhan Siswa SMP di Deliserdang, Ditemukan Tewas dalam Karung, Polisi Ungkap Dugaan Motifnya

Kronologi Siswa SMP Gantung Diri Pakai Dasi Sekolah, Ternyata Sempat Diancam Ini Oleh Ayahnya

Jasad korban pada saat dievakuasi polisi dari lokasi penemuan di sungai merah Desa Sei Merah Kecamatan Tanjung Morawa Rabu, (19/8/2020). (Tribun Medan)

Warga yang akan mengambil pasir sungai ini mencium bau busuk.

Ia pun mencoba mencari sumber bau busuk tersebut.

Tak disangka, saksi justru menemukan sumber bau busuk dari sesosok mayat.

Saksi juga terkejut melihat mayat Nick Wilson ini terbungkus karung di sungai.

Menurut ibu korban, Nick baru saja merayakan hari ulang tahunnya pada 15 Agustus. 

"Tanggal 15 Agustus itu dia ulang tahun. Umurnya 13 tahun lah.

Jadi bangun tidur dia sempat memeluk saya. Saya sempat heran saya bilang kenapa kau memeluk mamak tiba-tiba.

Dibilangnya mamak lupa ya, dibilangnya dia ulang tahun," ucap Mirawati.

Mirawati mengaku syok dan tak percaya buah hatinya meninggal dengan cara mengenaskan.

"Karena mau beli sarapan saja saya kasih dia uang.

Setelah beli sarapan sempat balik pulang ke rumah mengembalikan uang kembalian tapi setelah itu pergi lagi dan tidak kembali lagi," kata Mirawati.

Bukan anak bermasalah 

Ilustrasi olah TKP (KOMPAS.COM/KOMPAS.com)

Menurut paman korban, Bob Fahmi, Nick bukan sosok anak bermasalah.

Pihak keluarga pun tak tahu mengapa Nick dibunuh.

"Kami enggak ada lihat tanda-tanda kalau dia punya masalah. Dia masih kelas 2 SMP itu," kata Bob, dilansir dari Tribunnews, Sabtu (22/8/2020).

Bob menambahkan, keponakannya saat itu pergi keluar untuk mencari sarapan.

Nick pergi dengan mengendarai sepeda motor Jupiter Z miliknya.

Setelah sempat pulang, Nick kemudian pergi lagi, dan tak pernah pulang ke rumah.

"Dia tinggal serumah sama saya.

Saat pamit itu dia sama ibunya untuk beli sarapan saja tapi kemudian tidak pulang-pulang lagi," ucap Bob.

Setelah itu, pihak keluarga melapor ke polisi.

Bocah Usia 13 Tahun Ditemukan Tewas dalam Karung: Sempat Peluk Sang Ibu, Hilang di Hari Ultahnya

Mengenali baju korban

Mirawati sempat tak percaya saat mendengar kabar jasad anaknya ditemukan di Sungai Merah.

Namun, setelah melihat foto yang beredar luas di media sosial, dirinya mengenali baju yang dikenakan korban.

"Di lihat dari handpone agak ragu awalnya. Tapi dari bajunya sepertinya sama.

Saya lihat lihat baju di rumah yang seperti itu juga enggak ada. Cuma saat itu agak besar tubuh anak saya itu," katanya.

Beberapa saat kemudian, polisi menghubungi dirinya untuk meminta mengidentifikasi jasad di dalam karung tersebut.

Mirawati lalu bersama keluarga pergi ke rumah sakit Bhayangkara Medan.

Setelah melihat ciri-ciri di jasad tersebut, terutama cat pirang di rambut, Mirawati meyakini jika mayat tersebut adalah anaknya.

“Iya benar, jenazah yang ditemukan itu, teridentifikasi sebagai seorang pelajar SMP 2 Galang,” kata Kasat Reksrim Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus saat dihubungi, Sabtu (22/8/2020) pagi.

Satu Keluarga di Sukoharjo Sempat Liburan Bersama Sebelum Tewas Dibunuh, Warga Beri Kesaksian

Wartawan Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Motor Menyala & Harta Utuh, Terakhir Telepon Kakak

Batu 10 kilogram 

Ilustrasi jenazah (Kompas.com)
 

Sementara itu, saat ditemukan warga, korban mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan celana panjang warna coklat.

Selain itu, di jari manis tangan kanannya yang sudah membengkak mengenakan cincin besi.

Lalu,  saat karung dibuka, polisi menemukan sebongkah batu koral sekitar 10 sampai 15 kilogram.

"Batu itu mungkin supaya mayat korban ini tenggelam.

Sejauh ini masih melakukan penyelidikan," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin Manurung, Rabu (19/8/2020) dilansir dari Tribun Medan.

Saat ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga dan teman korban. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sederat Fakta Mayat Dalam Karung, Ditemukan Batu 10 Kilo dan Pelukan Terakhir Sang Ibu

dan di Tribunnews.com Siswa SMP Ditemukan Tewas dalam Karung di Sungai, Sempat Peluk Ibu Sebelum Hilang, Diduga Dibunuh