Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun Minum Susu Campur Narkoba, Pusing Jika Tak Mencuri, Keluarga Malu

Editor: ninda iswara
Bocah 8 tahun suka mencuri, minum susu campur narkoba sejak bayi

Menurutnya, masyarakat selama ini ikut memantau B karena tidak ada yang mengasuhnya.

Namun justru warga merasa disalahkan oleh Dinas Sosial Nunukan yang menganggap masyarakat abai.

"Saya bilang ke mereka, ibu jangan bilang begitu, ini anak bukan tinggal dengan orang tuanya, masyarakat sini yang pelihara. Kalau memang kami disalahkan dengan adanya B yang seperti itu, silahkan letak dia di panti sosial, kalau masalah biaya jadi alasan, kami mau bayar setengahnya asal dia sembuh dari dia punya kebiasaan mencuri itu," katanya.

Warga sebenarnya resah terhadap kebiasaan B, namun warga juga tidak bisa menyalahkan B yang masih belum bisa berpikir panjang.

B lebih senang keluyuran daripada tidur di rumah bersama ibunya.

Sedangkan ayahnya memang tidak bisa membersamai B karena dipenjara delapan tahun atas kasus narkoba.

Ibunya pun sudah pasrah dengan kesulitan hidup yang dia alami.

Akas berharap B bisa ditangani, entah di balai rehabilitasi atau di pondok pesantren.

"Bagaimana juga, makan saja susah toh, baik lagi mamanya kerja cari uang, pokoknya pasrah sudah mamanya. Memang nakal itu anak, makanya kami berharap dia masuk kemana gitu, ke pesantren kah, harap bisa sembuh dia punya kelakuan," katanya.

Baca juga: Bocah Klepto Asal Nunukan Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah, Terus Berulah, Pilu Masa Lalu Terkuak

Balai rehabilitasi menyerah

Ilustrasi (shutterstock)
 

Kasus B telah menjadi perhatian khusus kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Mereka sempat mengirim B ke Balai Rehabilitasi Sosial Bambu Apus Jakarta pada Desember 2019.

Namun selama enam bulan di Bambu Apus, B tak juga berubah lebih baik.

Dia bahkan sempat mencuri sepeda dan memberi contoh buruk kepada teman-temannya di Bambu Apus.

"Di Bambu Apus dia malah mencuri sepeda orang, uang pembinanya dia curi dan dia belikan rokok, lalu dibagi-bagi ke teman-teman di sana dan banyak kenakalan lain. Anak-anak nakal yang tadinya sudah mau sembuh di sana kembali berulah dengan adanya B, itulah kemudian dipulangkan," ujar Sekretaris Dinas Sosial Yaksi Belaning Pratiwi, Kamis (19/11/2020).

Fakta lain yang mencengangkan, ternyata B sejak bayi dicekoki ayah kandungnya sendiri dengan narkoba.

Susu untuk B sering dicampuri sabu-sabu agar ia tidak rewel.

Akan direhabilitasi lagi

Sejumlah institusi pun bekerja sama menangani masalah B agar masa depannya bisa lebih baik.

Rencananya, B akan dikirim ke balai rehabilitasi narkoba awal tahun 2021.

Kapolsek Nunukan Iptu Randya Shaktika menilai B tidak bisa ditangani dengan cara biasa, apalagi usianya masih anak-anak.

Dipenjara pun tidak akan menyelesaikan masalah.

"Kita pakai nurani ya, apa yang bisa kita lakukan terhadap anak berusia 8 tahun? Ini fenomena yang butuh solusi bersama, ini bisa dikatakan simalakama karena tidak mungkin kita menahan anak 8 tahun, tapi kalau kita lepaskan dia, paling lama dua hari kemudian ada lagi laporan pencurian masuk dan dia pelakunya," ujar dia.

Mengalami juvenile delinquency

Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kaltara Fanny Sumajow menjelaskan, B mengalami juvenile delinquency dan bukan kleptomania.

Stigmatisasi kleptomania untuk B sama sekali tidak tepat.

Yang terjadi pada B disebut disebabkan karena kenakalan remaja yang tak lazim dan bisa saja menjurus ke arah kriminal tanpa disadari.

"Dari asesmen yang kami lakukan, kasus ini murni kenakalan remaja. Bahasa psikologisnya juvenile delinquency, sehingga berakibat ABH atau anak berhadapan dengan hukum," kata dia.

Perbuatan tersebut, kata Fanny, muncul karena dorongan psikologis yang membuat B melakukan pencurian.

Hal itu biasanya memang dialami saat pelaku mengalami trauma di masa lalu.

Apalagi, B merasakan zat adiktif di dalam minumannya sejak bayi sehingga sarafnya tak sehat.

Lebih-lebih, keluarganya seakan menolak B sebagai bagian keluarga.

"Ada SR (stimulus respons), stimulus itu ketika orang memberi dan kita menerima, take and give, kalau dia selalu dibentuk dengan kekerasan. Apa yang dia lakukan? Yang terjadi dia akan membalas dengan kekerasan karena dia ada role model, karena ada contoh. Tapi ketika dia diberi kelembutan maka dia juga akan membalas sedemikian juga," jelas Fanny. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

dan di Tribunnews.com Pengakuan Ayah Angkat Bocah 8 Tahun Minum Susu Campur Narkoba, Pusing Jika Tak Mencuri, Kini Malu