Penanganan Covid

Panduan Takbiran dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi, Boleh Dilakukan di RT yang Zona kuning & Hijau

Editor: Talitha Desena
Ilustrasi takbiran

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 Hijriyah di masa pandemi dalam SE 07 tahun 2021.

"Ini (Idul Fitri) adalah simbol kemenangan kita yang telah mampu bertahan menahan hawa nafsu dalam 1 bulan terakhir tidak hanya menahan lapar dan dahaga.

Namun juga hawa nafsu termasuk mengendalikan berbagai kegiatan yang berpotensi pada lonjakan kasus Covid-19," ujarnya dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Seperti yang dikutip dari Tribunnews dengan judul Panduan Lengkap Takbiran dan Salat Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19.

Menjelang hari raya keagamaan itu di masa pandemi ini, ujar Wiku, perlu adanya persiapan yang baik demi menjalankan ibadah yang khusyuk namun tetap aman.

Adapun hal yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan salat Ied bagi pemerintah daerah setempat maupun masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Nishio Jepang Minta Maaf Setelah Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 untuk Bos Perusahaan

Baca juga: Program Vaksinasi Gotong Royong Sedang Dipersiapkan, Akan Mulai Setelah Hari Raya Idul Fitri 2021

Lebaran, Hari Raya Idul Fitri 2021/1442 H. (freepik.com)

Pelaksanaan takbiran

Pertama Wiku memaparkan, takbiran dilakukan terbatas hanya dengan maksimal 10% dari kapasitas maksimal masjid dan kegiatan takbiran keliling ditiadakan.

Lalu, panitia hari besar Islam atau salat Idul Fitri wajib mencari tahu informasi status zonasi RT di domisili masing-masing kepada satgas daerah di posko desa atau kelurahan.

Ketiga, mempersiapkan tenaga pengawas penerapan protokol kesehatan.

Halaman
12