Pelajaran Sekolah

Mengenal Bentuk-bentuk dan Jenis Organisasi, Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - bentuk dan jenis organisasi

Reporter : Ninda Iswara

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut penjelasan lengkap mengenai bentuk dan jenis-jenis organisasi.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ada banyak organisasi yang dibentuk, mulai dari lingkungan sekolah, kampus, hingga tingkat desa.

Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, organisasi adalah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.

Secara umum, organisasi dapat diartikan sebagai suatu wadah berisi sekumpulan orang yang bekerja sama secara rasional dan sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan tertentu memanfaatkan sumber daya yang ada di dalamnya.

Organisasi juga mudah dibentuk asalkan ada kesamaan tekad, maksud, atau tujuan di antara anggotanya.

Ada beberapa bentuk dan jenis dari organisasi itu sendiri.

Tentu saja ini berkaitan dengan tujuan dari para anggotanya.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bentuk dan jenis organisasi.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Organisasi? Berikut Penjelasan Lengkap dengan Unsur dan Ciri-cirinya!

Baca juga: Mengenal Prinsip-prinsip Persatuan dan Kesatuan, Ada Nasionalisme Indonesia, Ini Penjelasannya!

Ilustrasi - Pengertian, unsur, dan ciri-ciri organisasi (Freepik/pch.vector)

Bentuk-bentuk organisasi

Dikutip dari buku Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi (2008) karya Chr. Jimmy L. Gaol, ada lima bentuk organisasi, yakni:

  • Bentuk organisasi lini/garis (line organization)

Organisasi lini atau garis merupakan jenis organisasi yang memiliki garis wewenang atau kekuasaan secara vertikal dari atasan ke bawahan.

Bentuk organisasi ini biasanya diterapkan oleh organisasi kecil di mana jumlah pegawainya masih sedikit.

Selain itu, pemilik biasanya juga menjadi pemimpin organisasi.

  • Bentuk organisasi lini dan staf (line and staff organization)

Bentuk organisasi lini dan staf merupakan organisasi yang mempertahankan garis komando dan pelimpahan wewenang dari pucuk pimpinan (tingkat vertikal) ke pimpinan di bawahnya

Pada organisasi ini, pimpinan tetap memiliki wewenang untuk menentukan keputusan, kebijakan, dan merealisasikannya.

Biasanya bentuk organisasi ini diterapkan pada organisasi besar dan pegawainya banyak.

Dikarenakan adanya komando dan jumlah pegawai yang banyak, biasanya tak memungkinkan adanya hubungan langsung di antara seluruh anggota.

  • Bentuk organisasi komite

Organisasi komite merupakan bentuk organisasi di mana masing-masing anggota mempunyai wewenang sama dan pimpinan yang sifatnya kolektif.

Organisasi komite memiliki pembagian tugas yang jelas dan para anggota memiliki wewenang yang sama besarnya.

Dalam mengambil keputusan, akan didiskusikan dan diputuskan secara bersama.

Organisasi komite juga bisa diterapkan secara formal maupun informal.

  • Bentuk organisasi fungsional (functional organization)

Jenis organisasi ini tak terlalu menekankan hubungan hierarki secara struktural.

Bentuk organisasi ini lebih fokus pada sifat dan jenis fungsi yang dijalankan anggotanya.

Oleh karena itu, dalam organisasi fungsional terlihat jelas adanya pembagian tugas yang tegas.

  • Bentuk organisasi lini dan fungsional

Bentuk organisasi lini dan fungsional biasanya diterapkan dalam organisasi besar dengan jumlah karyawan banyak.

Pada organisasi ini, pimpinan tertinggi akan melimpahkan wewenang kepada tiap kepala unit.

Pimpinan tertinggi juga akan memberi wewenang kepada pejabat fungsional untuk melaksanakan bidang pekerjaan operasionalnya.

Baca juga: Dampak-dampak Positif Terjadinya Mobilitas Sosial, Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Baca juga: Mengetahui Dampak-dampak Negatif Terjadinya Mobilitas Sosial, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Jenis-jenis organisasi

Ada beberapa jenis organisasi yang dibagi berdasarkan sejumlah pertimbangan, yakni:

1. Berdasarkan hubungan personal

  • Organisasi formal: biasanya memiliki badan hukum untuk yang sudah resmi.
  • Organisasi informal: terbentuk karena kesamaan minat pribadi atau persamaan tujuan bersama.

2. Berdasarkan tujuan

  • Organisasi sosial: bersifat nonprofit.
  • Organisasi yang mencari keuntungan.

3. Berdasarkan pihak yang menggunakan manfaat organisasi

  • Mutual benefit organization: dinikmati oleh anggotanya.
  • Commonwealth organization: dinikmati masyarakat umum.
  • Service organization: dinikmati pelanggan khusus.
  • Business: dinikmati para konsumen

4. Berdasarkan jumlah orang

  • Organisasi tunggal: semua tugas berasal dari satu pimpinan.
  • Organisasi komisi: memiliki dewan untuk masing-masing bidang pekerjaan.

5. Berdasarkan fungsi serta tujuan yang dilayani

  • Organisasi politik
  • Organisasi pemelihara, seperti peduli lingkungan, integratif, dan produksi secara khusus sesuai tujuannya.

6. Berdasarkan kehidupan di masyarakat

Contohnya yakni organisasi pendidikan, pertanian, kesehatan, dan yang lainnya sesuai bidang yang ada di masyarakat.

(TribunNewsmaker.com/Ninda)